Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Mendidik Bukan Sekadar Mengajar – Mendidik adalah Membangun Peradaban
Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan. Setiap tanggal 2 Mei, kita diingatkan kembali pada warisan luhur Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya membentuk manusia secara utuh. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermutu hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa bergerak bersama. Pemerintah, institusi pendidikan, dunia industri, masyarakat, dan keluarga harus mengambil bagian dalam membangun masa depan generasi penerus. Bagi saya sebagai seorang pendidik vokasi, peringatan ini bukan hanya momentum untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan kembali arah pendidikan kita. Di tengah perubahan yang begitu cepat, kita menghadapi tantangan besar: kecerdasan buatan, otomasi, dan digitalisasi telah mengubah wajah industri dan dunia kerja. Lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga tangguh secara moral, adaptif secara sosial, dan kuat dalam karakter. Kegelisahan seorang pendidik muncul ketika kita menyaksikan kenyataan bahwa ada mahasiswa yang sangat mampu menyelesaikan tugas teknis, tetapi belum terlatih untuk bekerja sama, berkomunikasi, atau menunjukkan integritas dalam lingkungan profesional. Ada pula lulusan yang menguasai teori dan algoritma, tetapi belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika dunia kerja yang penuh perubahan. Di sinilah letak pentingnya pendidikan yang tidak berhenti pada isi kepala, tetapi juga menyentuh hati, sikap, dan perilaku. Kegelisahan itu pula yang mendorong saya melahirkan sebuah inovasi sederhana namun bermakna, yakni Buku SIKAP: Soft Skill sebagai bagian Integral dari Karakter Akademis dan Profesional. Melalui gagasan ini, saya ingin menegaskan bahwa pembentukan soft skill tidak boleh dianggap pelengkap, melainkan bagian penting dari proses pendidikan. Lima menit pada setiap pertemuan kuliah, jika digunakan secara konsisten untuk menanamkan nilai, dapat memberi dampak besar bagi perjalanan hidup seorang mahasiswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan ketangguhan mental adalah bekal yang akan terus mereka bawa hingga ke dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks inilah kampus vokasi memiliki peran yang sangat strategis. Kampus vokasi bukan hanya tempat mengajarkan keterampilan praktis, melainkan ruang pembentukan lulusan yang siap pakai, siap adaptasi, dan siap berkontribusi. Di kampus vokasi, mahasiswa belajar menghadapi persoalan nyata, memahami kebutuhan industri, membangun etos kerja, dan mengasah kemampuan kolaborasi. Karena itu, vokasi harus dipahami sebagai pilar penting dalam pembangunan bangsa, bukan sebagai jalur pendidikan kelas dua. Kampus vokasi juga menjadi jembatan yang sangat nyata antara dunia akademik dan dunia industri. Melalui kurikulum yang terhubung dengan kebutuhan lapangan, kerja sama dengan mitra industri, serta pembelajaran berbasis praktik, vokasi mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengerjakan, mencipta, dan menyelesaikan masalah. Peran ini semakin penting di tengah kebutuhan nasional terhadap sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan relevan dengan perkembangan zaman. Lebih dari itu, kampus vokasi harus menjadi pusat pembinaan karakter. Mahasiswa vokasi perlu dibimbing untuk memahami bahwa keterampilan teknis tanpa etika kerja, disiplin, dan tanggung jawab hanya akan menghasilkan kemampuan yang rapuh. Sebaliknya, keterampilan yang dibangun di atas karakter yang kuat akan melahirkan pribadi yang dapat dipercaya, dihormati, dan mampu menjadi pemimpin di bidangnya. Karena itu, dosen di kampus vokasi bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing, teladan, dan pendamping perkembangan manusia. Untuk mahasiswa, saya ingin menyampaikan harapan agar kalian menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga kuat secara moral. Ilmu tanpa karakter adalah pedang tanpa pegangan—berbahaya bagi yang memegangnya sekalipun. Jadilah insan vokasi yang mampu bekerja dengan keterampilan, berpikir dengan jernih, dan bertindak dengan integritas. Untuk sesama dosen, mari kita jaga api keteladanan. Kita adalah kurikulum yang paling nyata. Apa yang kita lakukan di depan mahasiswa sering kali lebih berkesan daripada apa yang tertulis di slide presentasi atau silabus. Dalam semangat kolaborasi semesta, kita perlu terus memperkuat mutu pembelajaran, berbagi praktik baik, dan memastikan bahwa setiap ruang kelas menjadi ruang yang membentuk karakter sekaligus kompetensi. Untuk institusi, sudah saatnya karakter tidak diposisikan sebagai program tambahan, melainkan inti dari seluruh proses pembelajaran. Kampus vokasi harus terus memperkuat kerja sama dengan industri, memperluas pengalaman belajar berbasis proyek, serta memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab tantangan masyarakat dan dunia kerja. Akreditasi tertinggi sebuah institusi bukan hanya terletak pada dokumen, tetapi pada kualitas lulusannya yang berakhlak, kompeten, dan berdampak. Untuk pemerintah, saya menyampaikan bahwa pendidikan harus terus diperlakukan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran. Dukungan penganggaran, Dukungan terhadap pendidikan vokasi harus semakin diperkuat, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun peluang kemitraan. Pemerataan pendidikan bermutu hanya dapat dicapai jika kampus vokasi di seluruh daerah diberi ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi secara optimal. Saya juga percaya bahwa revitalisasi nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini. Semangat ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani harus terus hidup dalam tindakan nyata para pendidik. Pendidikan bukan hanya tentang membuat mahasiswa cakap secara akademik, tetapi tentang menyiapkan mereka menjadi manusia merdeka, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Kita harus terus menegaskan bahwa kampus vokasi adalah bagian penting dari masa depan Indonesia. Dari ruang-ruang praktik, laboratorium, studio, dan kelas vokasi, lahir tenaga profesional yang membangun industri, menggerakkan pelayanan publik, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi. Jika pendidikan bermutu ingin benar-benar dirasakan semua orang, maka penguatan vokasi harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan pendidikan nasional. Saya percaya, dengan keyakinan penuh, bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju kejayaan bangsa. Bukan jalan yang paling mudah, bukan yang paling cepat, tetapi yang paling pasti. Karena bangsa yang mendidik rakyatnya dengan baik tidak akan pernah kehabisan pemimpin, tidak akan pernah kehabisan pejuang, dan tidak akan pernah kehabisan harapan. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga kita semua, para pendidik, peserta didik, pimpinan institusi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, terus menjaga semangat gotong royong dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap anak bangsa, di mana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berhasil. Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.KomKetua Jurusan Teknologi Informasi- Politeknik Negeri Padang
Jaring calon Animator Andal Tembus Industri, Dosen Animasi PNP Taufik Gusman ‘Turun Gunung’ Jadi Penguji Eksternal UKK SMKN 4 Padang 2026
PADANG – Pendidikan vokasi di Sumatera Barat terus berpacu melahirkan talenta digital yang siap kerja. Sebagai langkah konkret memastikan kualitas lulusannya, SMK Negeri 4 Padang mendatangkan pakar animasi dari Politeknik Negeri Padang (PNP) yang juga Founder Marawa Animation Studio serta Ketua AINAKI Sumbar 2016-2020 yaitu Bapak Taufik Gusman, M.Ds., untuk menjadi Penguji Eksternal dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2026.Kehadiran Dosen Prodi D4 Animasi Jurusan Teknologi Informasi PNP ini menjadi momen krusial bagi para siswa. SMKN 4 Padang, yang dikenal mencetak SDM di bidang seni dan industri kreatif, menyadari pentingnya standar penilaian yang selaras dengan denyut nadi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Taufik secara khusus didapuk untuk membedah, menguji, dan menilai langsung kelayakan karya peserta didik kelas XII pada Konsentrasi Keahlian Animasi. Berdasarkan surat resmi bernomor 800.1.11.1/19/DP.SMKN4 Pdg/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Marnetti Yuniengsih, M.Pd., proses ‘uji nyali’ bagi para calon animator muda ini dijadwalkan berlangsung maraton selama empat hari. Ujian tersebut diselenggarakan mulai Senin hingga Kamis, 20 – 23 April 2026.Bertempat di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bengkel Animasi SMKN 4 Padang, ujian dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai. Di ruangan bengkel inilah, kreativitas, penguasaan software, hingga eksekusi visual dari karya animasi para siswa akan diuji kelayakannya oleh sang akademisi/ Praktisi yang memiliki jam terbang tinggi di bidangnya. Keterlibatan dosen politeknik negeri Padang yang juga sebagai praktisi Animasi Sumbar ini sebagai penguji eksternal di SMK 4 Padang menjadi sinyal positif bagi ekosistem kreatif di Kota Padang. Siswa tidak hanya sekadar mengejar nilai kelulusan di atas kertas, tetapi juga mendapatkan feedback nyata mengenai standar ketat yang menanti mereka di dunia kerja profesional.Melalui sentuhan penilaian yang objektif dan berbasis industri dari akademisi PNP, diharapkan lulusan SMKN 4 Padang tahun ini mampu menjadi amunisi segar yang siap bersaing dan memajukan industri animasi di Tanah Air.
Direktur PNP Lakukan Kunjungan ke Jurusan TI, Apresiasi Berbagai Inovasi Pengembangan Jurusan
Padang, 22 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menerima kunjungan dari Direktur PNP, Revalin Hardianto, P.hD. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya monitoring langsung terhadap perkembangan jurusan serta memperkuat komunikasi antara pimpinan institusi dan unit pelaksana akademik. Kunjungan tersebut berlangsung di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi dan disambut langsung oleh Ketua Jurusan, Yuhefizar, didampingi oleh Koordinator Program Studi, Indri Rahmayuni dan Yori Adi Atma. Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, kunjungan diisi dengan diskusi terkait perkembangan jurusan, capaian yang telah diraih, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik. Selain berdiskusi, Direktur juga meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana yang ada di Jurusan Teknologi Informasi. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kebutuhan riil di lapangan sebagai dasar pengambilan kebijakan ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan, Yuhefizar, memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh jurusan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan akademik dan penguatan karakter mahasiswa. Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan adalah layanan sapaTI (Saluran Aspirasi dan Pendampingan Akademik), yaitu sebuah nomor layanan khusus yang dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika untuk menyampaikan aspirasi, kritik yang membangun, serta berbagai kendala yang dihadapi di lingkungan jurusan. Melalui layanan sapaTI, jurusan berupaya membangun komunikasi yang lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan mahasiswa serta seluruh civitas akademika, sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat. Selain itu, jurusan juga telah mengimplementasikan Buku SIKAP sebagai instrumen penguatan soft skill mahasiswa. Program ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan profesionalisme. Di bidang pengembangan kapasitas dan kolaborasi, Jurusan Teknologi Informasi juga telah membentuk unit strategis TECHNO CENTER, yang berfungsi sebagai wadah berbagi ilmu pengetahuan, pelatihan, serta kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Lebih lanjut, jurusan juga sedang dalam proses persiapan pengelolaan jurnal ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya riset dan publikasi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Menanggapi berbagai inovasi tersebut, Direktur Politeknik Negeri Padang, Dr. Revalin Hardianto, menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah progresif yang telah dilakukan oleh Jurusan Teknologi Informasi. Beliau menyampaikan bahwa berbagai inisiatif tersebut menunjukkan adanya semangat dan komitmen yang kuat dalam membangun jurusan. “Jika ada niat untuk membangun, akan selalu ada ide-ide baru yang muncul. Teruslah berinovasi,” ujarnya. Kunjungan ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara pimpinan institusi dan jurusan, serta menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan di bidang teknologi informasi.
Jurusan TI PNP Terima Kunjungan Industri SMKN 2 Padang Panjang, Perkuat Wawasan Akademik dan Dunia Kerja Siswa
Padang, 21 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menerima kunjungan industri dari SMKN 2 Padang Panjang yang diikuti oleh sebanyak 50 siswa, didampingi oleh tiga orang guru pembimbing, Selasa (21/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan sekolah dalam memberikan wawasan langsung kepada siswa terkait dunia akademik dan dunia kerja, khususnya di bidang teknologi informasi. Rombongan dipimpin oleh Fakhyulia Nova selaku Ketua Jurusan TKJ, bersama dua guru produktif, Herri Topan dan Ceci Fanesa. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, didampingi oleh Kepala Laboratorium Ardi Syawaldipa serta Koordinator Program Studi Teknik Komputer Fitri Nova. Dalam sambutannya, Fakhyulia Nova menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Jurusan Teknologi Informasi menerima kunjungan tersebut. “Kunjungan ini merupakan agenda rutin kami setiap tahun, dan Jurusan Teknologi Informasi PNP selalu menjadi salah satu tujuan utama. Kami ingin siswa kami mendapatkan gambaran nyata tentang dunia akademik dan dunia kerja yang sesungguhnya,” ujarnya. Selama kunjungan, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki oleh jurusan. Kegiatan dipandu oleh Kepala Laboratorium dan Koordinator Program Studi, yang memberikan penjelasan terkait fasilitas pembelajaran dan praktik. Salah satu titik kunjungan yang paling menarik perhatian siswa adalah ruang server. Hal ini dikarenakan sebagian besar siswa masih terbiasa bekerja dalam lingkungan jaringan lokal dan belum banyak mengenal implementasi sistem berbasis server secara lebih luas. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi ke depan, termasuk rencana pengembangan kurikulum di bidang keamanan siber di tingkat sekolah. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang terus diberikan oleh pihak sekolah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari SMKN 2 Padang Panjang. Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai jembatan antara dunia pendidikan vokasi di tingkat sekolah dan perguruan tinggi,” ungkapnya. Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, kegiatan diakhiri dengan sesi pertukaran souvenir antara kedua institusi. Pihak Jurusan Teknologi Informasi menyerahkan souvenir berupa buku SIKAP, sebuah inovasi pembinaan soft skill mahasiswa yang dirancang secara terstruktur melalui penyampaian materi selama lima menit di setiap pertemuan perkuliahan. Sementara itu, pihak SMKN 2 Padang Panjang menyerahkan cinderamata berupa kaos bertuliskan identitas sekolah. Menariknya, kaos tersebut merupakan hasil karya langsung dari siswa, yang mencerminkan kreativitas dan keterampilan mereka. Kegiatan kunjungan industri ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan antara institusi pendidikan serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia akademik dan dunia kerja di bidang teknologi informasi. Dengan adanya kunjungan ini, Jurusan Teknologi Informasi PNP kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
Jurusan TI PNP Matangkan Persiapan Peluncuran Jurnal, Siap Terima Naskah Mulai Pekan Depan
Padang, 21 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang terus mempercepat langkah strategis dalam penguatan budaya akademik melalui persiapan peluncuran tiga jurnal ilmiah di lingkungan jurusan. Hal ini dibahas dalam rapat bersama tim inti pengelola jurnal yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari rencana pendirian jurnal jurusan. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, berfokus pada evaluasi progres persiapan serta pemantapan berbagai aspek teknis menjelang peluncuran resmi jurnal. Dalam pertemuan tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap kesiapan website jurnal yang akan menjadi platform utama dalam proses publikasi ilmiah. Berbagai komponen sistem ditinjau untuk memastikan kesesuaian dengan standar pengelolaan jurnal yang profesional dan berkelanjutan. Selain aspek teknis, rapat juga menyepakati sejumlah elemen penting terkait identitas visual jurnal, mulai dari tata tampilan website, pemilihan warna, desain logo, hingga penyusunan header dan cover. Hal ini dilakukan guna membangun citra jurnal yang profesional, konsisten, dan memiliki daya tarik akademik. Tim juga mempersiapkan format template penulisan artikel ilmiah sebagai acuan bagi calon penulis. Template ini dirancang untuk memastikan keseragaman struktur naskah serta menjaga kualitas publikasi yang akan dihasilkan. Tim pengelola jurnal ini diketuai oleh Dr. Ronal Watrianthos yang memimpin koordinasi dan percepatan seluruh tahapan persiapan. Pada tahap awal, Jurusan Teknologi Informasi akan meluncurkan tiga jurnal ilmiah yang disesuaikan dengan rumpun keilmuan dan program studi yang ada, yaitu: Pembagian ini dilakukan sebagai strategi untuk memastikan fokus keilmuan yang lebih spesifik serta meningkatkan kualitas dan relevansi setiap jurnal terhadap bidang masing-masing. Berdasarkan hasil rapat, disepakati bahwa ketiga jurnal tersebut ditargetkan sudah siap untuk diumumkan kepada publik mulai pekan depan. Pada tahap awal, jurnal akan mulai membuka penerimaan naskah dari dosen, peneliti, maupun praktisi atau mahasiswa. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan bahwa pendirian jurnal ini merupakan langkah strategis dalam mendorong produktivitas publikasi ilmiah di lingkungan jurusan. “Kami ingin menghadirkan wadah yang tidak hanya memfasilitasi publikasi, tetapi juga mendorong budaya menulis dan diseminasi ilmu pengetahuan di kalangan dosen dan mahasiswa,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tiga jurnal ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik berbasis riset serta meningkatkan reputasi jurusan di tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut, Yuhefizar mengajak seluruh dosen untuk aktif berkontribusi dalam penulisan karya ilmiah serta memanfaatkan jurnal ini sebagai ruang akademik yang produktif dan berkelanjutan. Rapat ini menjadi momentum penting dalam memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan standar pengelolaan jurnal ilmiah yang profesional. Dengan semakin matangnya persiapan yang dilakukan, Jurusan Teknologi Informasi optimis bahwa peluncuran tiga jurnal ini akan menjadi tonggak penting dalam penguatan budaya akademik dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Ke depan, jurnal-jurnal tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah internal, tetapi juga mampu menarik kontribusi dari berbagai akademisi dan praktisi secara lebih luas. Melalui inisiatif ini, Jurusan Teknologi Informasi kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
SapaTI Resmi Diluncurkan, Inovasi Jurusan TI PNP Perkuat Komunikasi dan Pembinaan Akademik
Padang, 20 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang resmi meluncurkan layanan SapaTI (Saluran Aspirasi dan Pendampingan Akademik Jurusan Teknologi Informasi) sebagai inovasi dalam memperkuat komunikasi internal serta meningkatkan kualitas pembinaan dan layanan akademik di lingkungan jurusan. Peluncuran SapaTI dilakukan oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, sebagai respon terhadap kebutuhan akan adanya ruang komunikasi yang lebih terbuka, aman, dan terpercaya bagi seluruh civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. SapaTI hadir sebagai media komunikasi internal yang memungkinkan penyampaian aspirasi, masukan, maupun berbagai kendala akademik dan non-akademik secara langsung kepada pimpinan jurusan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan. Kehadiran SapaTI diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tersebut. Melalui SapaTI, berbagai hal yang sebelumnya sulit diungkapkan dapat disampaikan secara lebih bijak, terarah, dan tetap dalam koridor profesional. Dengan demikian, jurusan memiliki kesempatan untuk merespon lebih cepat serta mengelola berbagai dinamika secara lebih tepat. Mahasiswa dapat memanfaatkan layanan ini untuk menyampaikan kendala akademik maupun kondisi non-akademik yang memerlukan perhatian. Ketua kelas juga diharapkan berperan sebagai penghubung dalam menyampaikan dinamika kelas secara objektif dan terukur. Selain itu, Pengurus Himpunan Mahasiswa diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa secara lebih terstruktur, sementara dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan layanan ini untuk memberikan masukan, kritik, serta gagasan konstruktif dalam rangka penguatan tata kelola jurusan. Secara teknis, layanan SapaTI disediakan melalui nomor hotline WhatsApp yang dikelola langsung oleh pimpinan jurusan, yaitu Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dengan mekanisme komunikasi berbasis pesan (chat) dan tidak menerima panggilan telepon, guna menjaga efektivitas dan dokumentasi komunikasi. Peluncuran SapaTI ini dinilai sebagai sebuah langkah inovatif dalam pengelolaan akademik di tingkat jurusan, khususnya dalam menciptakan sistem komunikasi dua arah yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis kepercayaan. Dalam konteks pendidikan tinggi vokasi, inovasi seperti SapaTI menjadi penting sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang sehat, inklusif, dan mampu mendeteksi berbagai potensi permasalahan sejak dini. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa SapaTI bukan sekadar media komunikasi, tetapi merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan solutif. “SapaTI kami hadirkan bukan sebagai media pengaduan, tetapi sebagai ruang bersama untuk saling memahami, saling menguatkan, dan mencarikan solusi secara bijak dan proporsional. Kami ingin memastikan bahwa setiap suara di jurusan ini memiliki ruang untuk didengar dengan baik,” ujar Yuhefizar. Ia juga menegaskan bahwa salah satu tujuan utama dari SapaTI adalah membuka ruang bagi hal-hal yang selama ini belum tersampaikan, agar dapat dibahas secara konstruktif dan memberikan dampak positif bagi perbaikan bersama. “Kami menyadari bahwa tidak semua hal mudah disampaikan secara langsung. Melalui SapaTI, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi kendala, masukan, atau aspirasi yang tertahan tanpa ruang untuk didiskusikan. Justru dari sana kita bisa membangun perbaikan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya. Lebih lanjut, Yuhefizar berharap layanan ini dapat mendorong terciptanya komunikasi yang sehat dan produktif di lingkungan jurusan, sehingga setiap permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani secara bijak. Peluncuran SapaTI juga mendapat sambutan positif dari berbagai pihak di lingkungan jurusan, yang memandang layanan ini sebagai langkah maju dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif. Dengan diluncurkannya SapaTI, Jurusan Teknologi Informasi menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik serta menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, responsif, dan berorientasi pada pengembangan potensi seluruh civitas akademika.
TECHNO CENTER Sukses Gelar Webinar Perdana: Strategi Tembus Jurnal Bereputasi, Diikuti Peserta dari Seluruh Indonesia
Dalam upaya meningkatkan kapasitas akademik dan kualitas publikasi ilmiah dosen, unit strategis Jurusan Teknologi Informasi TECHNO CENTER sukses menyelenggarakan webinar perdana bertajuk “Tembus Jurnal Bereputasi: Strategi Jitu Menulis Artikel Ilmiah bagi Dosen Pemula” pada Jumat, 17 April 2026, mulai jam 19.00 s.d 21.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring (online) dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan tingginya kebutuhan akan peningkatan kompetensi penulisan artikel ilmiah. Webinar ini menghadirkan narasumber Dr. Ronal Watrianthos, dosen Program Studi Manajemen Informatika Jurusan Teknologi Informasi, yang telah memiliki pengalaman dalam publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh CEO TECHNO CENTER, Taruma Leo Wijaya, dosen dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan di bidang teknologi informasi dan pengembangan kompetensi akademik. Dalam sambutannya, Taruma Leo Wijaya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi event sesaat, tetapi mampu menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas dosen, khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global. Ia juga menegaskan bahwa TECHNO CENTER hadir sebagai wadah pengembangan kapasitas, baik bagi dosen maupun mahasiswa, melalui berbagai program seperti e-course, webinar, dan pelatihan berbasis kebutuhan industri dan akademik. Dalam sesi utama, Dr. Ronal Watrianthos memaparkan berbagai strategi dan pendekatan praktis dalam menulis artikel ilmiah yang mampu menembus jurnal bereputasi dari ide menjadi manuskrip. Materi disampaikan secara sistematis, mulai dari pemilihan topik hingga strategi submit ke jurnal yang tepat. Beberapa poin penting yang disampaikan narasumber antara lain pentingnya memilih topik penelitian yang relevan dan memiliki kebaruan (novelty), memahami dengan baik template dan scope jurnal tujuan, serta melakukan studi literatur yang kuat sebagai landasan penelitian. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya struktur penulisan yang sistematis, penggunaan bahasa akademik yang jelas, serta konsistensi dalam penyajian data dan pembahasan. Menurutnya, banyak artikel ditolak bukan karena hasil penelitian yang buruk, tetapi karena penyajian yang kurang baik. Tips lain yang disampaikan adalah pentingnya memilih jurnal yang sesuai dengan kualitas artikel, memahami proses review, serta tidak mudah menyerah ketika mendapatkan revisi dari reviewer. Proses revisi justru menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas artikel. Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah, yang kemudian dijawab secara interaktif oleh narasumber. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan tim TECHNO CENTER dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menilai bahwa antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa program ini sangat relevan dan dibutuhkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim TECHNO CENTER atas kerja keras dan dedikasi dalam menyukseskan kegiatan perdana ini, sehingga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi peserta. Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk webinar, tetapi juga dalam bentuk pelatihan yang lebih intensif dan terstruktur, sehingga mampu melahirkan lebih banyak dosen yang produktif dalam publikasi ilmiah. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis bagi TECHNO CENTER dalam mengembangkan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi di bidang teknologi informasi dan akademik. Ke depan, diharapkan TECHNO CENTER dapat menjadi rujukan dalam penyelenggaraan program-program peningkatan kapasitas yang berkualitas. Dengan terselenggaranya webinar perdana ini, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Jurusan TI PNP Gelar Rapat Bulanan Dosen Homebase, Perkuat Kualitas Akademik dan Solusi Berbasis Kolaborasi
Padang, 17 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali melaksanakan rapat bulanan bersama dosen homebase sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar (PBM) dan tata kelola akademik. Pada pertemuan kali ini, rapat diikuti oleh dosen homebase Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) dan Program Studi Animasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (17/4) melalui daring ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan akademik yang telah berjalan sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Rapat dilaksanakan secara terstruktur dan kolaboratif, melibatkan unsur pimpinan jurusan dan program studi, mulai dari jam 14.00 s.d 15.30 WIB. Rapat dibuka oleh Sekretaris Jurusan, Humaira yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar dosen dalam menjaga kualitas akademik serta memastikan setiap proses pembelajaran berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selanjutnya, masing-masing Ketua Program Studi (Indri Rahmayuni dan Taufik Gusman) menyampaikan laporan terkait kondisi PBM dan aktivitas akademik yang sedang berjalan. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kehadiran mahasiswa, kedisiplinan dosen dalam mengajar, hingga dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan perkuliahan. Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam laporan tersebut antara lain terkait tingkat kehadiran mahasiswa, implementasi Surat Peringatan (SP), kedisiplinan dosen terhadap jadwal perkuliahan. Selain itu, turut dibahas berbagai isu non-akademik yang berdampak pada suasana pembelajaran, seperti tata krama mahasiswa, etika berpakaian, serta masih adanya mahasiswa yang belum memahami secara utuh peraturan akademik yang berlaku di jurusan. Permasalahan lain yang juga menjadi fokus adalah terkait nilai mahasiswa, mekanisme penulisan karya ilmiah, serta kejelasan implementasi format Tugas Akhir (TA) yang akan diberlakukan. Hal ini menjadi penting untuk memastikan standar akademik yang seragam dan berkualitas di seluruh program studi. Tidak kalah penting, rapat juga menyoroti pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang harus terus diperkuat. Setelah sesi laporan, rapat dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan, Yuhefizar, yang mengarahkan diskusi pada pencarian solusi konkret atas berbagai kendala yang telah diidentifikasi. Pendekatan yang digunakan menekankan pada kolaborasi, keterbukaan, dan komitmen bersama. Dalam arahannya, Yuhefizar menyampaikan bahwa saat ini fokus utama pimpinan jurusan adalah membangun jurusan yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa karir dosen dapat berkembang dengan baik dalam lingkungan kerja yang kondusif dan produktif. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang sehat dengan mengedepankan nilai saling menghargai, saling menghormati, serta menjunjung tinggi prinsip husnuzhon dalam setiap interaksi di lingkungan jurusan. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dosen tidak boleh hanya berperan sebagai pengajar semata, tetapi harus memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, sesama dosen, serta pengembangan jurusan dan institusi secara keseluruhan. Aspek disiplin juga menjadi perhatian utama, khususnya terkait kehadiran dan penyelesaian perkuliahan. Menurutnya, disiplin dosen merupakan cerminan langsung dari kualitas jurusan di mata mahasiswa. Dalam konteks pembelajaran, Yuhefizar menegaskan pentingnya peningkatan kualitas materi ajar, metode pembelajaran yang interaktif, serta evaluasi yang objektif guna memastikan ketercapaian kompetensi mahasiswa sesuai dengan prinsip outcome-based education. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya implementasi Tridharma Perguruan Tinggi secara seimbang, serta internalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap aktivitas dosen, baik dalam pengajaran maupun pelayanan akademik. Menutup arahannya, Yuhefizar mengajak seluruh dosen untuk bersama-sama memperkuat implementasi berbagai instrumen pendukung akademik seperti Buku SIKAP dan Buku Bimbingan Penasehat Akademik (PA), sebagai bagian dari sistem pembinaan mahasiswa yang terintegrasi. Melalui rapat bulanan ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi, peningkatan koordinasi, serta lahirnya solusi-solusi strategis yang mampu mendorong peningkatan kualitas akademik di Jurusan Teknologi Informasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen jurusan dalam menjaga mutu pendidikan tinggi vokasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa serta profesionalisme dosen.
Jurusan TI PNP Perkuat Kinerja Tendik melalui Rapat Dwi Mingguan Berbasis Evaluasi dan Inovasi
Padang, 16 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan akademik melalui pelaksanaan rapat rutin dwi mingguan bersama seluruh tenaga kependidikan (tendik), Kamis (16/4). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, melibatkan tendik dari kampus utama serta kampus PSDKU di Tanah Datar, Solok Selatan, dan Pelalawan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan, Yuhefizar, turut dihadiri oleh Sekretaris Jurusan serta para Koordinator Program Studi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja selama dua minggu terakhir sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan. Dalam arahannya, Yuhefizar menekankan pentingnya efektivitas waktu dalam pelaksanaan rapat. “Rapat kita tidak perlu lama, cukup satu jam, namun harus satu jam yang bermakna,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kualitas diskusi jauh lebih penting daripada durasi rapat. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama rapat dwi mingguan ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja secara berkala, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merancang langkah-langkah peningkatan yang akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang adaptif dan responsif terhadap dinamika yang terjadi di lingkungan jurusan. Dalam kesempatan tersebut, Yuhefizar juga mengingatkan agar seluruh tendik tidak bekerja secara monoton tanpa inovasi. “Jangan biasakan bekerja dengan prinsip air mengalir, karena itu akan membuat kita menjadi biasa-biasa saja. Kita harus terus berpikir inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan administrasi di jurusan. Oleh karena itu, profesionalisme, ketelitian, dan kecepatan layanan menjadi kunci utama dalam mendukung proses akademik yang berkualitas. Sebagai bagian dari penguatan budaya kerja, Yuhefizar mengajak seluruh peserta rapat untuk menerapkan prinsip evaluasi berkelanjutan dengan slogan: “Biasakan yang benar dan jangan benarkan yang biasa.” Prinsip ini diharapkan menjadi landasan dalam setiap aktivitas kerja, sehingga setiap proses yang dilakukan benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam sesi evaluasi, dibahas secara rinci kinerja masing-masing unit tendik. Tenaga administrasi dievaluasi terkait implementasi Surat Peringatan (SP) mahasiswa berdasarkan kehadiran, rekapitulasi kehadiran dosen, serta kesiapan menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS). Hal ini menjadi penting untuk memastikan proses akademik berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan teknisi diminta untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana laboratorium. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) serta identifikasi kebutuhan peningkatan fasilitas guna mendukung kelancaran praktikum mahasiswa. Tidak kalah penting, tim rumah tangga juga mendapatkan perhatian khusus dalam rapat tersebut. Kebersihan lingkungan jurusan menjadi fokus utama, mencakup ruang kantor, ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas umum seperti toilet dan area publik lainnya. Pimpinan jurusan menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan tertata merupakan bagian dari kualitas layanan kepada mahasiswa. Lebih dari sekadar forum evaluasi, rapat ini juga memiliki makna penting dalam membangun kedekatan antara pimpinan dan tenaga kependidikan. Kehadiran langsung pimpinan jurusan dalam forum ini menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen dalam mendampingi serta memantau kinerja seluruh tendik. Melalui kegiatan ini, tenaga kependidikan diharapkan merasakan bahwa pimpinan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga hadir di tengah-tengah mereka, memahami tantangan yang dihadapi, serta bersama-sama mencari solusi terbaik. Pendekatan ini menjadi kunci dalam membangun semangat kerja, loyalitas, dan rasa memiliki terhadap jurusan. Rapat ini juga sebagai Monitoring yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menjaga konsistensi kinerja serta mendorong adanya peningkatan berkelanjutan. Selain sebagai forum evaluasi, rapat dwi mingguan ini juga menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pimpinan dan tendik, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Dengan demikian, seluruh elemen di lingkungan jurusan dapat bergerak dalam satu arah yang sama. Ke depan, Jurusan Teknologi Informasi berkomitmen untuk terus memperkuat sistem tata kelola yang profesional, kolaboratif, dan inovatif, sehingga mampu memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika.
Jurusan Teknologi Informasi PNP Perkuat Peran Penasehat Akademik dalam Pembinaan Mahasiswa dan Penguatan Karakter
Padang, 14 April 2026 – Dalam upaya merespons berbagai isu yang berkembang di kalangan mahasiswa serta memperkuat sistem pembinaan akademik dan karakter, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Rapat Penguatan Peran Penasehat Akademik (PA) yang dirangkaikan dengan sosialisasi Buku Bimbingan Akademik, pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi dan diikuti oleh seluruh dosen Jurusan Teknologi Informasi yang berperan sebagai Penasehat Akademik. Pelaksanaan secara hybrid ini memungkinkan partisipasi aktif seluruh dosen dalam mendukung penguatan sistem pembinaan mahasiswa secara menyeluruh. Rapat ini bertujuan untuk mempertegas kembali posisi strategis Penasehat Akademik sebagai garda terdepan dalam pembinaan mahasiswa, baik dari aspek akademik, karakter, maupun kesiapan profesional. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam arahannya menegaskan bahwa Penasehat Akademik bukan sekadar pembimbing studi, melainkan mitra mahasiswa dalam proses bertumbuh. PA memiliki peran penting dalam mengarahkan, mendampingi, serta memastikan mahasiswa berkembang secara utuh, tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter. Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa PA memiliki beberapa peran utama, di antaranya sebagai fasilitator komunikasi, mediator dalam penyelesaian masalah, pembimbing akademik, serta sebagai sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi permasalahan mahasiswa. Peran ini menjadi sangat penting dalam menjaga keberlangsungan studi mahasiswa secara terarah dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga secara khusus menyikapi berbagai isu aktual yang muncul di lingkungan mahasiswa, seperti rendahnya keterbukaan mahasiswa terhadap orang tua dan pembimbing, permasalahan kesehatan mental, tekanan ekonomi, hingga fenomena perilaku menyimpang dan bullying. Jurusan menegaskan bahwa pendekatan terhadap isu-isu tersebut harus dilakukan secara bijak, humanis, dan berbasis pendampingan, bukan sekadar penilaian. Dalam forum tersebut ditekankan bahwa berbagai permasalahan mahasiswa, termasuk ketidakjujuran, sering kali merupakan gejala dari persoalan yang lebih mendasar. Oleh karena itu, peran PA diarahkan untuk mampu menggali akar permasalahan melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan empatik. Sebagai bagian dari penguatan sistem, Jurusan Teknologi Informasi juga menekankan pentingnya implementasi Buku Bimbingan Akademik (Buku PA) sebagai instrumen utama dalam monitoring, dokumentasi, dan deteksi dini permasalahan mahasiswa. Buku ini menjadi alat kerja utama PA yang wajib diisi secara rutin dan terstruktur. Dalam mekanisme yang disepakati, setiap PA diwajibkan melakukan bimbingan minimal satu kali dalam satu bulan, dengan pencatatan yang lengkap meliputi permasalahan mahasiswa, solusi yang diberikan, serta tindak lanjut yang direncanakan. Mahasiswa juga diwajibkan menandatangani setiap sesi bimbingan sebagai bukti keterlibatan aktif. Selain itu, rapat ini juga memperkuat implementasi Buku Sikap Mahasiswa sebagai instrumen pembentukan karakter, serta mengintegrasikannya dengan sistem pembinaan PA. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter mahasiswa. Ketua Jurusan juga menegaskan pentingnya peran PA dalam sistem early warning (deteksi dini), dengan memperhatikan indikator-indikator seperti penurunan akademik, ketidakhadiran, perubahan perilaku, serta hambatan komunikasi. Dengan deteksi yang cepat, intervensi dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih kompleks. Dalam hal penyelesaian konflik antara mahasiswa dan dosen, disepakati alur penyelesaian yang mengedepankan komunikasi profesional dan berjenjang, dimulai dari diskusi antara PA dan dosen terkait, dilanjutkan ke koordinator program studi, hingga ke tingkat jurusan jika diperlukan. Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim akademik yang sehat, suportif, dan berorientasi pada pembinaan. Kolaborasi antara dosen, PA, dan mahasiswa menjadi kunci utama dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkarakter kuat. Dalam penutupnya, Ketua Jurusan menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan. Oleh karena itu, seluruh dosen diharapkan dapat menjalankan peran sebagai PA dengan penuh kepedulian dan tanggung jawab. “Kita tidak hanya mendidik mahasiswa untuk lulus, tetapi membimbing mereka agar tidak tersesat. Setiap catatan dalam Buku PA adalah bukti kepedulian kita. Mari kita pastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang berjalan sendiri,” ujar beliau. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Jurusan Teknologi Informasi dalam memperkuat sistem pembinaan mahasiswa secara menyeluruh, sekaligus sebagai respons nyata terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi mahasiswa di era saat ini.