TECHNO CENTER Sukses Gelar Webinar Perdana: Strategi Tembus Jurnal Bereputasi, Diikuti Peserta dari Seluruh Indonesia
Dalam upaya meningkatkan kapasitas akademik dan kualitas publikasi ilmiah dosen, unit strategis Jurusan Teknologi Informasi TECHNO CENTER sukses menyelenggarakan webinar perdana bertajuk “Tembus Jurnal Bereputasi: Strategi Jitu Menulis Artikel Ilmiah bagi Dosen Pemula” pada Jumat, 17 April 2026, mulai jam 19.00 s.d 21.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring (online) dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan tingginya kebutuhan akan peningkatan kompetensi penulisan artikel ilmiah. Webinar ini menghadirkan narasumber Dr. Ronal Watrianthos, dosen Program Studi Manajemen Informatika Jurusan Teknologi Informasi, yang telah memiliki pengalaman dalam publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh CEO TECHNO CENTER, Taruma Leo Wijaya, dosen dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan di bidang teknologi informasi dan pengembangan kompetensi akademik. Dalam sambutannya, Taruma Leo Wijaya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi event sesaat, tetapi mampu menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas dosen, khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global. Ia juga menegaskan bahwa TECHNO CENTER hadir sebagai wadah pengembangan kapasitas, baik bagi dosen maupun mahasiswa, melalui berbagai program seperti e-course, webinar, dan pelatihan berbasis kebutuhan industri dan akademik. Dalam sesi utama, Dr. Ronal Watrianthos memaparkan berbagai strategi dan pendekatan praktis dalam menulis artikel ilmiah yang mampu menembus jurnal bereputasi dari ide menjadi manuskrip. Materi disampaikan secara sistematis, mulai dari pemilihan topik hingga strategi submit ke jurnal yang tepat. Beberapa poin penting yang disampaikan narasumber antara lain pentingnya memilih topik penelitian yang relevan dan memiliki kebaruan (novelty), memahami dengan baik template dan scope jurnal tujuan, serta melakukan studi literatur yang kuat sebagai landasan penelitian. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya struktur penulisan yang sistematis, penggunaan bahasa akademik yang jelas, serta konsistensi dalam penyajian data dan pembahasan. Menurutnya, banyak artikel ditolak bukan karena hasil penelitian yang buruk, tetapi karena penyajian yang kurang baik. Tips lain yang disampaikan adalah pentingnya memilih jurnal yang sesuai dengan kualitas artikel, memahami proses review, serta tidak mudah menyerah ketika mendapatkan revisi dari reviewer. Proses revisi justru menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas artikel. Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah, yang kemudian dijawab secara interaktif oleh narasumber. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan tim TECHNO CENTER dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menilai bahwa antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa program ini sangat relevan dan dibutuhkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim TECHNO CENTER atas kerja keras dan dedikasi dalam menyukseskan kegiatan perdana ini, sehingga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi peserta. Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk webinar, tetapi juga dalam bentuk pelatihan yang lebih intensif dan terstruktur, sehingga mampu melahirkan lebih banyak dosen yang produktif dalam publikasi ilmiah. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis bagi TECHNO CENTER dalam mengembangkan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi di bidang teknologi informasi dan akademik. Ke depan, diharapkan TECHNO CENTER dapat menjadi rujukan dalam penyelenggaraan program-program peningkatan kapasitas yang berkualitas. Dengan terselenggaranya webinar perdana ini, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Jurusan TI PNP Gelar Rapat Bulanan Dosen Homebase, Perkuat Kualitas Akademik dan Solusi Berbasis Kolaborasi
Padang, 17 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali melaksanakan rapat bulanan bersama dosen homebase sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar (PBM) dan tata kelola akademik. Pada pertemuan kali ini, rapat diikuti oleh dosen homebase Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) dan Program Studi Animasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (17/4) melalui daring ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan akademik yang telah berjalan sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Rapat dilaksanakan secara terstruktur dan kolaboratif, melibatkan unsur pimpinan jurusan dan program studi, mulai dari jam 14.00 s.d 15.30 WIB. Rapat dibuka oleh Sekretaris Jurusan, Humaira yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar dosen dalam menjaga kualitas akademik serta memastikan setiap proses pembelajaran berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selanjutnya, masing-masing Ketua Program Studi (Indri Rahmayuni dan Taufik Gusman) menyampaikan laporan terkait kondisi PBM dan aktivitas akademik yang sedang berjalan. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kehadiran mahasiswa, kedisiplinan dosen dalam mengajar, hingga dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan perkuliahan. Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam laporan tersebut antara lain terkait tingkat kehadiran mahasiswa, implementasi Surat Peringatan (SP), kedisiplinan dosen terhadap jadwal perkuliahan. Selain itu, turut dibahas berbagai isu non-akademik yang berdampak pada suasana pembelajaran, seperti tata krama mahasiswa, etika berpakaian, serta masih adanya mahasiswa yang belum memahami secara utuh peraturan akademik yang berlaku di jurusan. Permasalahan lain yang juga menjadi fokus adalah terkait nilai mahasiswa, mekanisme penulisan karya ilmiah, serta kejelasan implementasi format Tugas Akhir (TA) yang akan diberlakukan. Hal ini menjadi penting untuk memastikan standar akademik yang seragam dan berkualitas di seluruh program studi. Tidak kalah penting, rapat juga menyoroti pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang harus terus diperkuat. Setelah sesi laporan, rapat dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan, Yuhefizar, yang mengarahkan diskusi pada pencarian solusi konkret atas berbagai kendala yang telah diidentifikasi. Pendekatan yang digunakan menekankan pada kolaborasi, keterbukaan, dan komitmen bersama. Dalam arahannya, Yuhefizar menyampaikan bahwa saat ini fokus utama pimpinan jurusan adalah membangun jurusan yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa karir dosen dapat berkembang dengan baik dalam lingkungan kerja yang kondusif dan produktif. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang sehat dengan mengedepankan nilai saling menghargai, saling menghormati, serta menjunjung tinggi prinsip husnuzhon dalam setiap interaksi di lingkungan jurusan. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dosen tidak boleh hanya berperan sebagai pengajar semata, tetapi harus memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, sesama dosen, serta pengembangan jurusan dan institusi secara keseluruhan. Aspek disiplin juga menjadi perhatian utama, khususnya terkait kehadiran dan penyelesaian perkuliahan. Menurutnya, disiplin dosen merupakan cerminan langsung dari kualitas jurusan di mata mahasiswa. Dalam konteks pembelajaran, Yuhefizar menegaskan pentingnya peningkatan kualitas materi ajar, metode pembelajaran yang interaktif, serta evaluasi yang objektif guna memastikan ketercapaian kompetensi mahasiswa sesuai dengan prinsip outcome-based education. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya implementasi Tridharma Perguruan Tinggi secara seimbang, serta internalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap aktivitas dosen, baik dalam pengajaran maupun pelayanan akademik. Menutup arahannya, Yuhefizar mengajak seluruh dosen untuk bersama-sama memperkuat implementasi berbagai instrumen pendukung akademik seperti Buku SIKAP dan Buku Bimbingan Penasehat Akademik (PA), sebagai bagian dari sistem pembinaan mahasiswa yang terintegrasi. Melalui rapat bulanan ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi, peningkatan koordinasi, serta lahirnya solusi-solusi strategis yang mampu mendorong peningkatan kualitas akademik di Jurusan Teknologi Informasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen jurusan dalam menjaga mutu pendidikan tinggi vokasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa serta profesionalisme dosen.
Jurusan TI PNP Perkuat Kinerja Tendik melalui Rapat Dwi Mingguan Berbasis Evaluasi dan Inovasi
Padang, 16 April 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan akademik melalui pelaksanaan rapat rutin dwi mingguan bersama seluruh tenaga kependidikan (tendik), Kamis (16/4). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, melibatkan tendik dari kampus utama serta kampus PSDKU di Tanah Datar, Solok Selatan, dan Pelalawan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan, Yuhefizar, turut dihadiri oleh Sekretaris Jurusan serta para Koordinator Program Studi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja selama dua minggu terakhir sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan. Dalam arahannya, Yuhefizar menekankan pentingnya efektivitas waktu dalam pelaksanaan rapat. “Rapat kita tidak perlu lama, cukup satu jam, namun harus satu jam yang bermakna,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kualitas diskusi jauh lebih penting daripada durasi rapat. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama rapat dwi mingguan ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja secara berkala, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merancang langkah-langkah peningkatan yang akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang adaptif dan responsif terhadap dinamika yang terjadi di lingkungan jurusan. Dalam kesempatan tersebut, Yuhefizar juga mengingatkan agar seluruh tendik tidak bekerja secara monoton tanpa inovasi. “Jangan biasakan bekerja dengan prinsip air mengalir, karena itu akan membuat kita menjadi biasa-biasa saja. Kita harus terus berpikir inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan administrasi di jurusan. Oleh karena itu, profesionalisme, ketelitian, dan kecepatan layanan menjadi kunci utama dalam mendukung proses akademik yang berkualitas. Sebagai bagian dari penguatan budaya kerja, Yuhefizar mengajak seluruh peserta rapat untuk menerapkan prinsip evaluasi berkelanjutan dengan slogan: “Biasakan yang benar dan jangan benarkan yang biasa.” Prinsip ini diharapkan menjadi landasan dalam setiap aktivitas kerja, sehingga setiap proses yang dilakukan benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam sesi evaluasi, dibahas secara rinci kinerja masing-masing unit tendik. Tenaga administrasi dievaluasi terkait implementasi Surat Peringatan (SP) mahasiswa berdasarkan kehadiran, rekapitulasi kehadiran dosen, serta kesiapan menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS). Hal ini menjadi penting untuk memastikan proses akademik berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan teknisi diminta untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana laboratorium. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) serta identifikasi kebutuhan peningkatan fasilitas guna mendukung kelancaran praktikum mahasiswa. Tidak kalah penting, tim rumah tangga juga mendapatkan perhatian khusus dalam rapat tersebut. Kebersihan lingkungan jurusan menjadi fokus utama, mencakup ruang kantor, ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas umum seperti toilet dan area publik lainnya. Pimpinan jurusan menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan tertata merupakan bagian dari kualitas layanan kepada mahasiswa. Lebih dari sekadar forum evaluasi, rapat ini juga memiliki makna penting dalam membangun kedekatan antara pimpinan dan tenaga kependidikan. Kehadiran langsung pimpinan jurusan dalam forum ini menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen dalam mendampingi serta memantau kinerja seluruh tendik. Melalui kegiatan ini, tenaga kependidikan diharapkan merasakan bahwa pimpinan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga hadir di tengah-tengah mereka, memahami tantangan yang dihadapi, serta bersama-sama mencari solusi terbaik. Pendekatan ini menjadi kunci dalam membangun semangat kerja, loyalitas, dan rasa memiliki terhadap jurusan. Rapat ini juga sebagai Monitoring yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menjaga konsistensi kinerja serta mendorong adanya peningkatan berkelanjutan. Selain sebagai forum evaluasi, rapat dwi mingguan ini juga menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pimpinan dan tendik, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Dengan demikian, seluruh elemen di lingkungan jurusan dapat bergerak dalam satu arah yang sama. Ke depan, Jurusan Teknologi Informasi berkomitmen untuk terus memperkuat sistem tata kelola yang profesional, kolaboratif, dan inovatif, sehingga mampu memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika.
Jurusan Teknologi Informasi PNP Perkuat Peran Penasehat Akademik dalam Pembinaan Mahasiswa dan Penguatan Karakter
Padang, 14 April 2026 – Dalam upaya merespons berbagai isu yang berkembang di kalangan mahasiswa serta memperkuat sistem pembinaan akademik dan karakter, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Rapat Penguatan Peran Penasehat Akademik (PA) yang dirangkaikan dengan sosialisasi Buku Bimbingan Akademik, pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi dan diikuti oleh seluruh dosen Jurusan Teknologi Informasi yang berperan sebagai Penasehat Akademik. Pelaksanaan secara hybrid ini memungkinkan partisipasi aktif seluruh dosen dalam mendukung penguatan sistem pembinaan mahasiswa secara menyeluruh. Rapat ini bertujuan untuk mempertegas kembali posisi strategis Penasehat Akademik sebagai garda terdepan dalam pembinaan mahasiswa, baik dari aspek akademik, karakter, maupun kesiapan profesional. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam arahannya menegaskan bahwa Penasehat Akademik bukan sekadar pembimbing studi, melainkan mitra mahasiswa dalam proses bertumbuh. PA memiliki peran penting dalam mengarahkan, mendampingi, serta memastikan mahasiswa berkembang secara utuh, tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter. Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa PA memiliki beberapa peran utama, di antaranya sebagai fasilitator komunikasi, mediator dalam penyelesaian masalah, pembimbing akademik, serta sebagai sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi permasalahan mahasiswa. Peran ini menjadi sangat penting dalam menjaga keberlangsungan studi mahasiswa secara terarah dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga secara khusus menyikapi berbagai isu aktual yang muncul di lingkungan mahasiswa, seperti rendahnya keterbukaan mahasiswa terhadap orang tua dan pembimbing, permasalahan kesehatan mental, tekanan ekonomi, hingga fenomena perilaku menyimpang dan bullying. Jurusan menegaskan bahwa pendekatan terhadap isu-isu tersebut harus dilakukan secara bijak, humanis, dan berbasis pendampingan, bukan sekadar penilaian. Dalam forum tersebut ditekankan bahwa berbagai permasalahan mahasiswa, termasuk ketidakjujuran, sering kali merupakan gejala dari persoalan yang lebih mendasar. Oleh karena itu, peran PA diarahkan untuk mampu menggali akar permasalahan melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan empatik. Sebagai bagian dari penguatan sistem, Jurusan Teknologi Informasi juga menekankan pentingnya implementasi Buku Bimbingan Akademik (Buku PA) sebagai instrumen utama dalam monitoring, dokumentasi, dan deteksi dini permasalahan mahasiswa. Buku ini menjadi alat kerja utama PA yang wajib diisi secara rutin dan terstruktur. Dalam mekanisme yang disepakati, setiap PA diwajibkan melakukan bimbingan minimal satu kali dalam satu bulan, dengan pencatatan yang lengkap meliputi permasalahan mahasiswa, solusi yang diberikan, serta tindak lanjut yang direncanakan. Mahasiswa juga diwajibkan menandatangani setiap sesi bimbingan sebagai bukti keterlibatan aktif. Selain itu, rapat ini juga memperkuat implementasi Buku Sikap Mahasiswa sebagai instrumen pembentukan karakter, serta mengintegrasikannya dengan sistem pembinaan PA. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter mahasiswa. Ketua Jurusan juga menegaskan pentingnya peran PA dalam sistem early warning (deteksi dini), dengan memperhatikan indikator-indikator seperti penurunan akademik, ketidakhadiran, perubahan perilaku, serta hambatan komunikasi. Dengan deteksi yang cepat, intervensi dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih kompleks. Dalam hal penyelesaian konflik antara mahasiswa dan dosen, disepakati alur penyelesaian yang mengedepankan komunikasi profesional dan berjenjang, dimulai dari diskusi antara PA dan dosen terkait, dilanjutkan ke koordinator program studi, hingga ke tingkat jurusan jika diperlukan. Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim akademik yang sehat, suportif, dan berorientasi pada pembinaan. Kolaborasi antara dosen, PA, dan mahasiswa menjadi kunci utama dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkarakter kuat. Dalam penutupnya, Ketua Jurusan menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan. Oleh karena itu, seluruh dosen diharapkan dapat menjalankan peran sebagai PA dengan penuh kepedulian dan tanggung jawab. “Kita tidak hanya mendidik mahasiswa untuk lulus, tetapi membimbing mereka agar tidak tersesat. Setiap catatan dalam Buku PA adalah bukti kepedulian kita. Mari kita pastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang berjalan sendiri,” ujar beliau. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Jurusan Teknologi Informasi dalam memperkuat sistem pembinaan mahasiswa secara menyeluruh, sekaligus sebagai respons nyata terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi mahasiswa di era saat ini.
Dorong Budaya Publikasi Ilmiah, Jurusan TI Politeknik Negeri Padang Rintis Pendirian Jurnal Ilmiah di Tingkat Jurusan
Padang, 13 April 2026 — Dalam upaya memperkuat budaya akademik dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Yuhefizar, menginisiasi rapat strategis bersama sejumlah dosen untuk merintis pendirian jurnal ilmiah di tingkat jurusan. Rapat tersebut dihadiri oleh unsur struktural jurusan serta dosen-dosen yang selama ini aktif dalam bidang publikasi ilmiah, baik sebagai penulis, reviewer, maupun pengelola jurnal. Rapat ini dilaksanakan secara hybrid, yang tidak hanya diikuti secara langsung di kampus utama, tetapi juga dihadiri secara daring oleh para Ketua Program Studi dari kampus PSDKU. Keterlibatan lintas lokasi ini memperkuat koordinasi dan memastikan keselarasan arah pengembangan jurnal di seluruh lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pengelolaan jurnal yang profesional dan berkelanjutan di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh semakin tingginya tuntutan terhadap dosen dalam menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan publikasi. Publikasi ilmiah tidak hanya menjadi indikator kinerja dosen, tetapi juga mencerminkan kualitas akademik suatu program studi dan institusi. Oleh karena itu, keberadaan jurnal ilmiah yang dikelola secara mandiri oleh jurusan menjadi sangat strategis. Melalui pendirian jurnal ini, Jurusan Teknologi Informasi berupaya menyediakan wadah yang kredibel untuk mengakomodasi karya ilmiah dosen, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Selain itu, jurnal ini diharapkan dapat menjadi sarana diseminasi hasil penelitian yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang teknologi informasi. Ketua Jurusan Teknologi Informasi menegaskan bahwa pendirian jurnal bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif dan berdaya saing. “Kita ingin membangun ekosistem akademik yang hidup, di mana dosen aktif menulis, meneliti, dan mempublikasikan karyanya secara berkelanjutan,” ujar Yuhefizar. Pada tahap awal, Jurusan Teknologi Informasi merencanakan pendirian tiga jurnal ilmiah yang disesuaikan dengan rumpun keilmuan dan program studi yang ada. Jurnal pertama adalah Tekinfo Transactions on Software Engineering, yang akan mengakomodasi karya ilmiah dari bidang Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Manajemen Informatika, dan Sistem Informasi. Jurnal kedua adalah Tekinfo Transactions on Computer Engineering and Security, yang difokuskan pada bidang Teknik Komputer serta Keamanan Siber. Sementara itu, jurnal ketiga adalah Tekinfo Transactions on Art, Design, Multimedia and Animation, yang diperuntukkan bagi bidang Animasi serta pengembangan multimedia kreatif. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan setiap jurnal memiliki fokus dan kedalaman keilmuan yang jelas, sehingga dapat berkembang secara profesional dan memiliki daya saing dalam proses indeksasi ke depan. Ketua Jurusan menambahkan bahwa keberadaan jurnal-jurnal ini akan menjadi ruang strategis bagi dosen untuk mengembangkan kapasitas akademiknya, baik sebagai penulis maupun sebagai bagian dari tim editorial. “Jurnal ini bukan hanya milik jurusan, tetapi menjadi wadah bersama untuk tumbuh dan berkembang dalam dunia akademik,” tambahnya. Selain menyasar dosen, pendirian jurnal ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mulai belajar menulis karya ilmiah serta memahami proses publikasi sejak dini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna ilmu, tetapi juga mulai berperan sebagai kontributor dalam pengembangan pengetahuan. Rapat tersebut juga membahas berbagai aspek teknis pendirian jurnal, mulai dari penentuan scope, penyusunan tim editorial, hingga strategi pengelolaan berbasis standar jurnal bereputasi. Selain itu, disepakati pula pentingnya menjaga kualitas naskah, konsistensi penerbitan, serta target jangka panjang untuk memperoleh indeksasi nasional dan internasional. Melalui inisiatif ini, Jurusan Teknologi Informasi berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan reputasi akademik institusi sekaligus memperkuat posisi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi. “Ini adalah langkah awal. Yang terpenting adalah konsistensi. Kita ingin dosen-dosen mulai aktif menulis, dan menjadikan publikasi sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban,” tegas Yuhefizar. Dukungan dari seluruh dosen dan sivitas akademika menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan jurnal jurusan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Jurusan Teknologi Informasi dalam membangun budaya akademik yang kuat, produktif, dan relevan dengan tuntutan global di lingkungan Politeknik Negeri Padang.
Dukung Transformasi BLU, Jurusan TI Politeknik Negeri Padang Luncurkan Techno Center dan Gelar Webinar Perdana
Padang, 10 April 2026 — Dalam upaya mendukung transformasi Politeknik Negeri Padang menuju Badan Layanan Umum (BLU), Jurusan Teknologi Informasi mengambil langkah strategis dengan membentuk Techno Center sebagai wadah pengembangan keilmuan sekaligus unit bisnis jurusan yang berorientasi pada income generatif institusi. Techno Center dirancang sebagai platform yang mengintegrasikan kegiatan akademik dan profesional, mulai dari webinar, seminar, bootcamp, pelatihan, hingga layanan konsultasi teknologi informasi dan pengembangan aplikasi. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi peran jurusan dalam menjawab tantangan pendidikan vokasi yang adaptif dan produktif serta upaya memberdayakan kompetensi dosen. Unit ini diketuai oleh Taruma Leo Wijaya, S.Kom., M.M.S.I, dosen jurusan Teknologi Informasi bersama timnya akan mengelola berbagai program strategis untuk mendorong kontribusi nyata jurusan dalam mendukung kemandirian institusi. Sebagai langkah awal, Jurusan Teknologi Informasi telah melaksanakan rapat persiapan bersama tim Techno Center guna mematangkan agenda kegiatan perdana yang akan segera dilaksanakan. Kegiatan pertama Techno Center dijadwalkan berlangsung pada Jum’at, 17 April 2026, dalam bentuk webinar dengan tema “Tembus Jurnal Bereputasi: Strategi Jitu Menulis Karya Ilmiah bagi Dosen.”, terbuka untuk umum. Webinar ini akan menghadirkan narasumber Dr. Ronal Watrianthos, dosen program studi Manajemen Informatika Jurusan Teknologi Informasi yang berpengalaman dalam publikasi ilmiah, khususnya dalam mendorong dosen untuk mampu menembus jurnal bereputasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang produktif, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen di lingkungan kampus. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menegaskan bahwa pembentukan Techno Center merupakan bagian dari ikhtiar jurusan dalam mendukung kebijakan BLU yang menuntut institusi untuk lebih mandiri, inovatif, dan produktif. “Techno Center bukan sekadar wadah kegiatan, tetapi juga ruang bagi dosen untuk tampil menjadi narasumber, berbagi, dan dikenal secara luas sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” ungkapnya. Ia juga berharap ke depan dosen-dosen Jurusan Teknologi Informasi dapat lebih aktif berperan sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan, sehingga mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi program studi, jurusan, dan institusi secara keseluruhan. “Kami ingin dosen-dosen TI mulai dikenal luas. Ketika dosen berkembang, maka prodi, jurusan, dan institusi juga akan ikut berkembang,” tambahnya. Lebih lanjut, Techno Center akan dikembangkan secara bertahap dengan dukungan berbagai platform digital seperti website resmi, kanal YouTube, Instagram, dan TikTok sebagai media publikasi, promosi, serta diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas. Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk memperluas jangkauan kegiatan serta memperkuat branding Jurusan Teknologi Informasi di tingkat regional maupun nasional. Melalui Techno Center, Jurusan Teknologi Informasi berharap dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja institusi dalam kerangka BLU. Dukungan dari pimpinan PNP serta seluruh civitas akademika sangat diharapkan agar inisiatif ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas.
Penguatan Budaya Akademik, Jurusan TI Politeknik Negeri Padang Serahkan Buku SIKAP ke Perpustakaan dan Pimpinan Institusi
Padang, 9 April 2026 — Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Yuhefizar, secara resmi menyerahkan Buku SIKAP kepada Perpustakaan serta Wakil Direktur bidang akademik dan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik dan karakter mahasiswa di lingkungan kampus. SIKAP adalah singkatan dari Softskill bagian Integral dari Kegiatan Akademik dan Profesional. Buku SIKAP merupakan instrumen pembinaan karakter yang dirancang untuk membentuk kedisiplinan, etika, dan tanggung jawab mahasiswa dalam proses pembelajaran, khususnya di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan, tetapi juga sebagai alat monitoring dan evaluasi terhadap perilaku akademik mahasiswa secara berkelanjutan. Di Jurusan Teknologi Informasi, implementasi Buku SIKAP telah berjalan secara konsisten dan saat ini telah memasuki minggu ke-6 pelaksanaan. Dalam periode tersebut, buku ini menjadi bagian integral dalam membangun suasana akademik yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pembentukan karakter unggul. Secara substansi, Buku SIKAP memuat empat belas (14) karakter soft skill utama yang dirancang secara sistematis dan bertahap selama satu semester. Keempat belas karakter tersebut dikelompokkan ke dalam empat domain utama, yaitu karakter dan moral, kemampuan interpersonal, kemampuan kognitif dan inovatif, serta kemampuan profesional. Pada domain karakter dan moral, mahasiswa dibekali nilai-nilai fundamental seperti kejujuran, integritas, disiplin, manajemen waktu, serta pemahaman etika di dunia digital. Nilai-nilai ini menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan beretika. Selanjutnya, pada domain kemampuan interpersonal, mahasiswa dilatih dalam komunikasi efektif, kolaborasi dan kerja tim, kepemimpinan, serta kecerdasan emosional. Kompetensi ini penting untuk mendukung keberhasilan mahasiswa dalam lingkungan kerja yang kolaboratif. Pada aspek kemampuan kognitif dan inovatif, Buku SIKAP menekankan pentingnya berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dan memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset). Adapun pada domain kemampuan profesional, mahasiswa diarahkan untuk menguasai keterampilan presentasi, public speaking, serta membangun ketangguhan mental sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja. Penyerahan Buku SIKAP kepada pimpinan institusi menjadi langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan serta memperkuat dukungan kelembagaan terhadap program pembinaan karakter mahasiswa. Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Jurusan Teknologi Informasi dalam menghadirkan inovasi pembinaan karakter yang terstruktur. “Buku SIKAP ini merupakan langkah konkret dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa. Ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi saat ini,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa implementasi yang telah berjalan hingga minggu ke-6 menunjukkan komitmen kuat jurusan dalam memastikan program ini tidak sekadar konsep, tetapi benar-benar dijalankan secara nyata. Sementara itu, Kepala Perpustakaan Perpustakaan Politeknik Negeri Padang, Ronal Hadi, menyampaikan ucapan terima kasih atas penyerahan Buku SIKAP sebagai bagian dari koleksi institusi. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Buku SIKAP ini akan menjadi referensi penting, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dan pihak lain yang ingin memahami penguatan karakter dalam konteks pendidikan vokasi,” ungkapnya. Menurutnya, kehadiran buku ini di perpustakaan akan memperluas akses serta memberikan manfaat lebih luas bagi sivitas akademika. Ketua Jurusan TI, Yuhefizar, menegaskan bahwa Buku SIKAP merupakan bagian dari komitmen jurusan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pada integritas dan etika mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang kuat. Buku SIKAP menjadi salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut,” jelasnya. Melalui langkah ini, Jurusan Teknologi Informasi berharap Buku SIKAP dapat diadopsi secara lebih luas serta menjadi bagian dari sistem pembinaan karakter di tingkat institusi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa penguatan budaya akademik memerlukan sinergi antara jurusan, pimpinan institusi, dan unit pendukung seperti perpustakaan, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan di Politeknik Negeri Padang.
Rapat Maraton Hybrid sebagai Upaya Konsolidasi Tata Kelola Akademik Jurusan TI Politeknik Negeri Padang
Padang — Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Yuhefizar, menggelar rangkaian rapat maraton pada Kamis (9/4/2026) untuk membahas berbagai isu strategis sekaligus memastikan kesiapan jurusan menghadapi agenda penting dalam waktu dekat. Rapat yang berlangsung sepanjang hari tersebut melibatkan pimpinan jurusan serta dosen-dosen terkait, dengan fokus pada penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kualitas pembelajaran. Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yang tidak hanya diikuti secara langsung di kampus utama, tetapi juga dihadiri secara daring oleh para Koordinator Program Studi dari lokasi kampus di Pelalawan, Tanah Datar, dan Solok Selatan. Keterlibatan lintas lokasi ini memperkuat koordinasi dan keseragaman kebijakan di seluruh lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Agenda diawali dengan rapat rutin mingguan struktural pimpinan jurusan yang secara khusus mengulas dinamika yang terjadi dalam satu pekan terakhir. Berbagai persoalan yang muncul dibahas secara terbuka untuk segera dicarikan solusi yang tepat dan terukur. Tak hanya itu, rapat juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran PIC kerja sama di lingkungan jurusan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan setiap program kolaborasi memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi. Isu kedisiplinan dosen dalam perkuliahan turut menjadi perhatian serius. Evaluasi tingkat kehadiran dosen dilakukan sebagai bentuk komitmen jurusan dalam menjaga mutu proses pembelajaran. Selain itu, koordinasi dengan koordinator Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) jurusan juga diperkuat guna mendorong peningkatan partisipasi dan prestasi mahasiswa di tingkat PNP, nasional maupun internasional. Penguatan peran Penasihat Akademik (PA) menjadi salah satu poin strategis yang dibahas. Jurusan menilai bahwa PA memiliki peran vital dalam mendampingi mahasiswa, khususnya dalam mengatasi berbagai tantangan akademik ataupun non akademik. Rapat juga melibatkan tim pelaksana berbagai kegiatan jurusan tahun 2026. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan setiap program memiliki arah yang jelas, terencana dengan baik, dan dapat dieksekusi secara maksimal. “Rapat ini bukan sekadar rutinitas, tetapi forum strategis untuk memastikan seluruh program berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata,” tegas Yuhefizar. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula evaluasi pelaksanaan Buku SIKAP (Softskill bagian Integral dan Kegiatan Akademik da Profesional), yang telah memasuki minggu ke-6. Evaluasi ini difokuskan pada konsistensi penerapan nilai-nilai karakter dan kedisiplinan mahasiswa. “Buku SIKAP adalah instrumen pembinaan karakter. Keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi seluruh pihak,” lanjutnya. Rangkaian rapat ini menjadi langkah konkret Jurusan Teknologi Informasi dalam memperkuat sistem tata kelola akademik yang adaptif, terintegrasi, dan responsif terhadap dinamika yang berkembang, termasuk koordinasi lintas lokasi kampus. Dengan berbagai langkah strategis tersebut, jurusan optimistis dapat menjaga kualitas pembelajaran sekaligus membangun budaya akademik yang lebih disiplin, profesional, dan berdaya saing.
Pengukuhan, Pelantikan, dan Serah Terima Jabatan di Lingkungan Politeknik Negeri Padang
Padang, 13 Maret 2026 – Telah dilaksanakan kegiatan Pengukuhan Sekretaris Senat, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan, Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural, serta Penyerahan SK Pelaksana Tugas (PLT) di lingkungan Politeknik Negeri Padang. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung C ini dihadiri oleh pimpinan institusi dan para pejabat struktural. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi serta memastikan keberlanjutan kepemimpinan di berbagai unit kerja di lingkungan Politeknik Negeri Padang. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang juga melaksanakan serah terima jabatan Ketua Program Studi sekaligus pelantikan Ketua Program Studi baru untuk beberapa program studi, yaitu Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Manajemen Informatika (MI), Teknik Komputer (TEKOM), dan Animasi. Selain itu, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelantikan Ir. Ronal Hadi, S.T., M.Kom sebagai Kepala UPA Pustaka Politeknik Negeri Padang. Jurusan Teknologi Informasi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Ketua Program Studi sebelumnya, yaitu Meri Azmi, S.T., M.Cs, Roni Putra, S.Kom., M.T., dan Andre Febrian Kasmar, S.T., M.T., atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah dalam memimpin dan mengembangkan program studi masing-masing. Berbagai upaya dalam peningkatan kualitas akademik, penguatan tata kelola program studi, serta pengembangan layanan pendidikan menjadi bagian dari kontribusi penting yang telah diberikan selama masa jabatan. Ucapan selamat dan sukses juga disampaikan kepada para Ketua Program Studi yang baru dilantik, yaitu Indri Rahmayuni, S.T., M.T. sebagai Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Yori Adi Atma, S.Pd., M.Kom sebagai Ketua Program Studi Manajemen Informatika, Fitri Nova, S.ST., M.T. sebagai Ketua Program Studi Teknik Komputer, serta Taufik Gusman, S.ST., M.Ds. yang kembali dipercaya untuk melanjutkan amanah sebagai Ketua Program Studi Animasi. Diharapkan kepemimpinan yang baru ini dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum, serta memperkuat kolaborasi akademik di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Selain di Jurusan Teknologi Informasi, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan serah terima jabatan dan pelantikan pejabat di berbagai jurusan dan unit kerja lainnya di lingkungan Politeknik Negeri Padang. Sehubungan dengan hal tersebut, Jurusan Teknologi Informasi turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pejabat yang dilantik pada hari tersebut, serta kepada para pimpinan jurusan dan unit kerja lainnya yang juga melaksanakan serah terima jabatan. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi dalam mendukung kemajuan institusi. Melalui kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan ini, diharapkan seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus memperkuat sinergi antarunit kerja. Kolaborasi antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Politeknik Negeri Padang diharapkan semakin solid dalam mendukung terwujudnya pendidikan vokasi yang berkualitas dan berdaya saing.
BBLSDM Komdigi Medan Sosialisasikan Program Pelatihan Mikroskill di Jurusan Teknologi Informasi PNP
Padang – Dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang komunikasi dan teknologi digital, Balai Besar Pelatihan SDM (BBLSDM) Komdigi Medan melaksanakan kegiatan koordinasi dan sosialisasi program pelatihan mikroskill di Politeknik Negeri Padang (PNP), Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Jurusan Teknologi Informasi pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program pelatihan mikroskill kepada mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi digital dasar hingga menengah yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja saat ini. Tim BBLSDM Komdigi Medan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Bapak Yusrizal, Bapak Arif, Bapak Fikri, dan Ibu Gusmila. Kedatangan tim disambut secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Hardianto, yang didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi. Dari pihak Jurusan Teknologi Informasi, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Jurusan Yuhefizar, Sekretaris Jurusan Humaira, serta para dosen Jurusan Teknologi Informasi yang selama ini aktif terlibat dalam berbagai program pelatihan yang diselenggarakan oleh BBLSDM Komdigi. Rangkaian kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Ketua Jurusan Teknologi Informasi. Rapat ini membahas teknis pelaksanaan program, mekanisme keterlibatan mahasiswa, serta sinkronisasi kegiatan pelatihan mikroskill dengan proses akademik di lingkungan jurusan. Dalam sesi pertemuan tersebut, juga dilakukan penukaran cinderamata antara pihak BBLSDM Komdigi Medan dan Politeknik Negeri Padang sebagai simbol kerja sama, apresiasi, dan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan kompetensi digital mahasiswa. Setelah rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi langsung kepada mahasiswa. Tim BBLSDM Komdigi Medan mengunjungi kelas-kelas di Jurusan Teknologi Informasi untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai program pelatihan mikroskill yang dapat diikuti oleh mahasiswa. Dalam pemaparannya, tim BBLSDM menjelaskan bahwa program mikroskill merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship (DTS) yang berfokus pada pelatihan kemampuan digital secara mandiri, fleksibel, dan berbasis video on-demand. Program ini dirancang dengan learning path yang terstruktur, mencakup berbagai bidang strategis seperti keamanan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), komputasi digital, komunikasi krisis, serta kompetensi digital lain yang dibutuhkan di era transformasi teknologi. Khusus bagi Jurusan Teknologi Informasi, sebanyak 100 mahasiswa difasilitasi untuk mengikuti program ini. Selain kompetensi teknis, mahasiswa juga diwajibkan menyelesaikan tujuh materi soft skill di bidang TIK sebagai bagian dari pembentukan karakter dan profesionalisme digital. Di akhir program, mahasiswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat resmi yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Mewakili BBLSDM Komdigi Medan, Yusrizal menyampaikan harapannya agar program ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi digital dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri digital. Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Hardianto, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan kerja sama yang terjalin. Menurutnya, program pelatihan mikroskill ini sejalan dengan visi Politeknik Negeri Padang dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di era digital. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan pemerintah merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Di akhir kegiatan, Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BBLSDM Komdigi Medan kepada Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang sebagai mitra dalam pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan mikroskill. Ia berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi kemampuan teknis, soft skill, maupun kesiapan memasuki dunia kerja digital.