Mahasiswa TRPL PNP Lolos Pekan Ilmiah Nusantara dan Kompetisi Internasional di Thailand
Padang, 3 Juni 2026 – Semangat berprestasi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP). Pada Rabu, 3 Juni 2026, sejumlah mahasiswa bersama dosen pembimbing, Dwiny Meidelfi berkunjung ke Jurusan Teknologi Informasi untuk menyampaikan kabar membanggakan terkait keberhasilan mereka menembus ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional dan internasional. Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa melaporkan bahwa karya esai mereka yang berjudul “Smart Circular Campus: Transformasi Limbah Plastik Menjadi Produk Modular Bernilai Ekonomi” berhasil lolos dalam seleksi Pekan Ilmiah Nusantara 2026 yang akan diselenggarakan di Lombok pada tanggal 4–6 Juli 2026. Melalui karya tersebut, mahasiswa menawarkan gagasan inovatif mengenai pemanfaatan limbah plastik menjadi produk modular yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung implementasi konsep ekonomi sirkular di lingkungan kampus. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan ketua tim, Aqmal Bahri, yang juga dinyatakan lolos pada International Student Competition (ISC) ke-3 yang akan berlangsung di Thailand pada tanggal 8–9 Agustus 2026. Pada kompetisi internasional tersebut, Aqmal mengangkat karya berjudul “Transforming Plastic Bottle Cap Waste into Modular Furniture: A Community-Based Circular Economy Solution”. Karya ini mengusung solusi kreatif dalam mengolah limbah tutup botol plastik menjadi furnitur modular yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, sangat mengapresiasi dan menyambut baik capaian yang diraih mahasiswa tersebut dengan segenap tim. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang ada di sekitar mereka. “Kami sangat bangga atas capaian yang diraih mahasiswa. Keikutsertaan dalam kompetisi ilmiah seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Jurusan akan terus mendukung mahasiswa untuk berani tampil dan berkompetisi di berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing yang selama ini telah memberikan pendampingan, motivasi, dan arahan kepada mahasiswa sehingga mampu menghasilkan karya yang kompetitif dan layak bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Apresiasi juga disampaikan oleh Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Indri Rahmayuni, Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menembus ajang ilmiah nasional dan internasional merupakan hasil dari proses pembelajaran, pembinaan, dan semangat mahasiswa untuk terus berkembang di luar ruang kelas. “Kami sangat bangga dengan capaian yang diraih Aqmal Bahri dan tim. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa TRPL memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang inovatif sekaligus relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya terkait isu lingkungan dan keberlanjutan. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani berkarya, melakukan riset, dan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah sebagai sarana pengembangan diri,” ujarnya. Indri juga menegaskan bahwa Program Studi TRPL akan terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang mendukung lahirnya berbagai inovasi mahasiswa melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, industri, dan masyarakat. Menurutnya, partisipasi dalam kompetisi ilmiah tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP terus menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Jurusan Teknologi Informasi PNP dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi melalui inovasi yang berdampak bagi masyarakat, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. Seluruh sivitas akademika Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang memberikan dukungan dan doa terbaik kepada Aqmal Bahri dan tim agar dapat memberikan penampilan terbaik serta mengukir prestasi yang membanggakan bagi institusi dan Indonesia.
RabuSapaTI Edisi 03: Jurusan TI Ingatkan Pentingnya Integritas Melalui Pemahaman Pelanggaran Akademik
📢 #RabuSapaTI Edisi 03: Jurusan TI Ingatkan Pentingnya Integritas Melalui Pemahaman Pelanggaran Akademik Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menghadirkan program #RabuSapaTI sebagai media pengingat akademik yang bertujuan membangun budaya akademik yang disiplin, profesional, dan berintegritas di lingkungan kampus. Pada edisi ketiga ini, #RabuSapaTI mengangkat tema “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik PNP Nomor 4597/PL.9/DL/2018 Pasal 24 tentang Pelanggaran Akademik.” Tema ini dipilih sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kejujuran dan integritas dalam setiap kegiatan akademik. Melalui format tanya jawab yang sederhana dan mudah dipahami, mahasiswa diajak memahami bahwa pelanggaran akademik bukan hanya sekadar pelanggaran terhadap aturan kampus, tetapi juga merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan etika akademik. Dalam edisi ini dijelaskan bahwa pelanggaran akademik dapat berupa berbagai tindakan, antara lain: Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelanggaran akademik, mahasiswa juga diingatkan bahwa pelanggaran tersebut dapat dikenakan sanksi secara bertingkat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari peringatan lisan atau tertulis, pencabutan hak mengikuti kegiatan akademik untuk sementara, hingga pencabutan status sebagai mahasiswa berdasarkan keputusan yang ditetapkan oleh institusi. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa tujuan utama penyampaian materi ini bukan untuk menakut-nakuti mahasiswa, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan dan dunia profesional. “Mahasiswa tidak hanya dinilai dari hasil yang diperoleh, tetapi juga dari bagaimana proses memperoleh hasil tersebut. Prestasi yang baik akan jauh lebih bermakna apabila diraih dengan cara yang jujur, bermartabat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. Beliau menambahkan bahwa karakter profesional tidak hanya dibangun melalui kecerdasan dan kemampuan teknis, tetapi juga melalui sikap jujur, disiplin, dan konsisten dalam menjaga etika akademik. Program #RabuSapaTI sendiri merupakan bagian dari komitmen Jurusan Teknologi Informasi dalam membangun budaya akademik yang sehat, mendukung penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK), serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi seluruh civitas akademika. Melalui tema ini, Jurusan TI berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya menjaga integritas akademik dan menjadikan kejujuran sebagai bagian dari karakter yang akan dibawa hingga ke dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang
Mahasiswa TI PNP Peserta Grand Final Borneo HackWknd 2026 Laporkan Hasil Kegiatan kepada Ketua Jurusan
Padang, 21 Mei 2026 — Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Yuhefizar, menerima kunjungan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi yang sebelumnya mengikuti ajang internasional Grand Final Borneo HackWknd 2026 di Malaysia. Pertemuan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus pelaporan hasil kegiatan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti kompetisi internasional tersebut. Adapun mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP yang mengikuti grand final tersebut adalah: Keikutsertaan mahasiswa tersebut berada di bawah bimbingan Ronal Watrianthos, dosen program studi manajemen informatika di Jurusan Teknologi Informasi. Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan laporan kegiatan sekaligus berbagi pengalaman selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa ajang Borneo HackWknd 2026 memberikan banyak pengalaman berharga, mulai dari peningkatan kemampuan teknis, pengembangan kerja tim, hingga memperluas wawasan dan jejaring internasional. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan keberanian mahasiswa dalam membawa nama Jurusan Teknologi Informasi PNP ke ajang internasional. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam mengikuti kompetisi internasional seperti Borneo HackWknd 2026 ini. Keikutsertaan mereka menunjukkan semangat belajar, keberanian bersaing, serta komitmen untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi jurusan,” ujar Yuhefizar. Lebih lanjut, beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. “Kami berharap ke depan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi dapat kembali mengikuti kompetisi internasional serupa dengan persiapan yang lebih maksimal, baik dari sisi teknis, inovasi, maupun presentasi. Pengalaman yang diperoleh hari ini menjadi modal penting untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” tambahnya. Kegiatan pelaporan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Jurusan Teknologi Informasi PNP terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kompetitif dan kolaboratif di tingkat global. Untuk informasi kegiatan sebelumnya terkait keikutsertaan mahasiswa pada ajang tersebut dapat dilihat melalui: Berita Grand Final Borneo HackWknd 2026 di Malaysia
SMKN 2 Batusangkar Jajaki Kerja Sama dengan Jurusan Teknologi Informasi PNP
Padang — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala SMKN 2 Batusangkar, Veri Kurtis, beserta jajaran wakil kepala sekolah pada Selasa, 19 Mei 2026. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar. Dalam suasana penuh keakraban, Kepala SMKN 2 Batusangkar menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara SMKN 2 Batusangkar dengan Politeknik Negeri Padang, khususnya Jurusan Teknologi Informasi. “Kami berharap dapat membangun kerja sama yang baik dengan Politeknik Negeri Padang melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di berbagai bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi siswa. Dalam waktu dekat, kami juga berencana membawa siswa-siswa kami untuk melaksanakan studi industri ke kampus PNP agar mereka mendapatkan pengalaman dan wawasan langsung mengenai dunia pendidikan vokasi dan teknologi informasi,” ungkap Veri Kurtis. Dalam kunjungan tersebut, Veri Kurtis beserta rombongan juga berkesempatan bersilaturahmi dengan Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Negeri Padang. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komunikasi dalam membangun kolaborasi pendidikan vokasi yang lebih luas di masa mendatang. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sebelum menjabat sebagai Kepala Sekolah, Veri Kurtis pernah menjadi salah satu dosen pada program Rintisan Akademi Komunitas Tanah Datar yang kini berkembang menjadi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Padang. Hal tersebut semakin mempererat hubungan emosional dan kedekatan beliau dengan PNP. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah menengah kejuruan sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun industri digital. “Kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan SMK, khususnya dalam penguatan kompetensi siswa, pelaksanaan studi industri, pengembangan literasi digital, hingga peluang pembinaan bersama. Semoga langkah awal ini dapat menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Yuhefizar. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Ketua Jurusan Teknologi Informasi juga langsung berdiskusi bersama Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP, Ikhsan L Rimra, guna membahas langkah-langkah strategis dalam merealisasikan kerja sama antara kedua institusi. Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP, Ikhsan L Rimra, memberikan tanggapan positif terhadap rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa PNP sangat mendukung kolaborasi dengan sekolah-sekolah vokasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. “PNP sangat terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai sekolah, terutama SMK yang memiliki visi penguatan kompetensi vokasi. Kami berharap kerja sama ini nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung bagi siswa, guru, maupun pengembangan institusi,” tutur Ikhsan. Dalam sesi kunjungan tersebut, Ketua Jurusan TI, Yuhefizar menyerahkan kenang-kenangan berupa Buku SIKAP yang sedang diimplementasikan di Jurusan TI dalam upaya memperkuat nilai-nilai softskill mahasiswa. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam membangun sinergi antara SMKN 2 Batusangkar dan Politeknik Negeri Padang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Sumatera Barat.
Prodi Animasi Jurusan TI PNP Gelar Seminar Manajemen Pameran untuk Persiapan Eksplorasi Karya Mahasiswa
Padang — Program Studi Animasi Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar seminar bertema Manajemen Pameran pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 13.30–15.30 WIB di Ruang Teater Gedung SBSN PNP. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang seni dan pengelolaan pameran, Nessya Fitryona, S.Pd., M.Sn., yang merupakan dosen dan praktisi seni dari Departemen Seni Rupa FBS UNP. Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Padang dan dihadiri oleh seluruh dosen tetap Program Studi Animasi serta mahasiswa yang nantinya akan terlibat aktif dalam kegiatan pameran karya kreatif mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa dalam memahami tata kelola dan strategi penyelenggaraan pameran secara profesional, mulai dari konsep, pengelolaan event, publikasi, hingga penguatan identitas karya dan pengalaman pengunjung. Materi seminar juga membahas prinsip manajemen event berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) serta pembentukan kepanitiaan yang efektif dalam penyelenggaraan pameran. Dalam pemaparannya, Nessya Fitryona, S.Pd., M.Sn. menjelaskan bahwa pameran bukan sekadar ruang memajang karya, tetapi menjadi media komunikasi, apresiasi, sekaligus ruang eksplorasi ide kreatif. “Pameran adalah wadah yang sangat penting bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan gagasan, membangun pengalaman berkarya, serta memahami bagaimana sebuah karya dapat diapresiasi oleh publik. Manajemen pameran yang baik akan membuat karya lebih hidup dan memiliki nilai pengalaman yang kuat bagi pengunjung,” ujarnya. Ia juga membagikan pengalaman profesionalnya sebagai kurator dan praktisi seni dalam berbagai kegiatan pameran seni dan festival budaya sejak tahun 2016 hingga 2026. Direktur PNP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Prodi Animasi yang menghadirkan seminar berbasis praktik industri dan pengalaman nyata dari narasumber profesional. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang industri kreatif dan animasi. Mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga memahami bagaimana karya tersebut dipresentasikan secara profesional kepada masyarakat,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa lebih percaya diri dalam menampilkan kreativitas serta mampu membangun budaya berkarya yang inovatif dan kolaboratif di lingkungan kampus. Sementara itu, Koordinator Program Studi Animasi, Taufik gusman., S.ST., M.Ds, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian penting dalam persiapan mahasiswa menghadapi agenda pameran karya yang akan datang. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa sebuah pameran membutuhkan konsep, pengelolaan, kerja tim, dan komunikasi yang baik. Seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu mengelola pameran secara profesional dan mampu menampilkan karya terbaik mereka kepada publik,” jelasnya. Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat mahasiswa dalam mengeksplorasi ide-ide kreatif serta memperkuat budaya apresiasi karya di lingkungan akademik. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai konsep pameran, strategi publikasi media sosial, pengelolaan display karya, hingga pembentukan tim kepanitiaan yang efektif dalam mendukung kesuksesan sebuah event pameran.
Politeknik Negeri Padang dan Desa Siungkang Tigo Jalin Kerja Sama Pengembangan Desa Digital
Padang — Politeknik Negeri Padang resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Siungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, di Kampus Politeknik Negeri Padang. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Siungkang Tigo, Nelly Effita, S.Pd bersama sekretaris dan perangkat desa. Dari pihak PNP hadir Direktur PNP, Revalin Herdianto, Ph.D, didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik serta Wakil Direktur Bidang Kerja Sama. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, khususnya dalam mendukung implementasi program Desa Digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, literasi digital, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk pembangunan desa. Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto, Ph.D menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi vokasi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. “PNP tidak hanya fokus pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui inovasi dan penerapan teknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis digital yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP menyampaikan harapannya agar kolaborasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat Desa Siungkang Tigo. Sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintahan desa menjadi sangat penting dalam menghadapi era transformasi digital,” ungkapnya. Kepala Desa Siungkang Tigo, Nelly Effita, S.Pd juga menyampaikan apresiasi dan optimismenya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran PNP menjadi peluang besar bagi desa untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi informasi. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari Politeknik Negeri Padang. Program Desa Digital ini diharapkan mampu membantu pelayanan masyarakat menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih transparan. Kami juga berharap masyarakat desa dapat semakin melek teknologi dan siap menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya. Dalam implementasi program tersebut, Jurusan Teknologi Informasi PNP menjadi salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan dan pendampingan Desa Digital. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Siungkang Tigo kepada Jurusan TI PNP. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Jurusan Teknologi Informasi PNP untuk terlibat langsung dalam implementasi Desa Digital. Ini menjadi bukti bahwa Jurusan TI tidak hanya berfokus pada pendidikan dan teknologi di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pengabdian,” ujarnya. Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi digital lainnya yang mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
RabuSapaTI Edisi 02 Bahas Ketidakhadiran Mahasiswa dan Surat Peringatan Akademik
📢 #RabuSapaTI Edisi 02 Bahas Ketidakhadiran Mahasiswa dan Surat Peringatan Akademik Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menghadirkan program #RabuSapaTI sebagai media pengingat akademik yang ringan, edukatif, dan reflektif bagi mahasiswa. Pada edisi kedua ini, tema yang diangkat adalah “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik Pasal 26” yang membahas tentang ketidakhadiran mahasiswa serta konsekuensi akademik yang dapat ditimbulkan, sesuai buku peraturan akademik PNP, No. 4597/PL.9/DL/2018. Melalui format singkat berbentuk Q&A, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa ketidakhadiran dalam perkuliahan bukan sekadar persoalan absensi, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab akademik dan komitmen terhadap proses pembelajaran. Dalam pesan #RabuSapaTI edisi kedua dijelaskan bahwa ketidakhadiran adalah mahasiswa tidak hadir tanpa keterangan di ruangan pembelajaran sesuai ketentuan Peraturan Akademik PNP Pasal 26. Selain itu, mahasiswa juga diingatkan mengenai akumulasi ketidakhadiran yang dapat berhubungan dengan Surat Peringatan (SP), yaitu:• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 15 jam → Surat Peringatan (SP) 1• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 30 jam → Surat Peringatan (SP) 2• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 45 jam → Surat Peringatan (SP) 3 dan pemanggilan orang tua/wali• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 76 jam atau lebih → mahasiswa dinyatakan tidak lulus pada semester yang bersangkutan Dalam edisi tersebut juga dijelaskan bahwa SP 1 dan SP 2 wajib dikonsultasikan dengan Penasehat Akademis (PA), sedangkan SP 3 akan disertai pemanggilan orang tua/wali serta perjanjian akademik dengan jurusan. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa program #RabuSapaTI dihadirkan sebagai media pengingat bersama agar mahasiswa lebih memahami budaya akademik dan pentingnya disiplin selama menjalani perkuliahan. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa kehadiran bukan hanya soal absensi, tetapi tentang komitmen, tanggung jawab, dan menghargai kesempatan belajar yang dimiliki,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa karakter profesional tidak terbentuk secara instan, tetapi dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, termasuk disiplin hadir dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Program #RabuSapaTI sendiri merupakan bagian dari upaya Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang positif, komunikatif, dan penuh tanggung jawab di lingkungan kampus. Melalui program ini, Jurusan TI berharap mahasiswa semakin memahami aturan akademik, membangun kedisiplinan, serta memiliki kesadaran bahwa setiap proses pembelajaran merupakan bagian penting dalam membentuk masa depan mereka. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang
Jurusan TI PNP Perkuat Sistem Penjaminan Mutu melalui Workshop Monitoring dan Evaluasi PBM
Padang, 19 Mei 2026- Sebagai bagian dari komitmen memperkuat budaya mutu akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar Workshop Monitoring dan Evaluasi Proses Belajar Mengajar (PBM) pada hari ini mulai pukul 09.00 WIB hingga jam 12.00 WIB bertempat di Aula PNP Gedung C Lt. 2, kemudian dilanjutkan dengan diskusi internal Program Studi untuk implementasi di Jurusan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis jurusan dalam membangun sistem penjaminan mutu pembelajaran yang lebih terukur, sistematis, dan berkelanjutan. Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Nurul Fauzi setelah sambutan pengantar dari Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar. Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd dari Universitas Negeri Padang yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dalam sambutannya, Dr. Ir. Yuhefizar menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi salah satu fokus utama Jurusan Teknologi Informasi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan kompetitif. Beliau menyampaikan bahwa selama ini Jurusan TI terus melakukan berbagai pembenahan dan evaluasi terhadap kegiatan akademik maupun tata kelola jurusan. Namun demikian, evaluasi terhadap proses pembelajaran dinilai masih perlu diperkuat agar mampu menghasilkan sistem monitoring yang benar-benar efektif dalam mengukur kualitas PBM. “Kita terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang ada di jurusan. Namun untuk proses belajar mengajar, kita merasa masih perlu menemukan model evaluasi yang tepat, objektif, dan terukur. Karena itu, workshop ini menjadi sangat penting sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penjaminan mutu di Jurusan TI,” ujar Dr. Ir. Yuhefizar. Beliau juga menekankan bahwa monitoring dan evaluasi PBM tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, pengalaman belajar mahasiswa, hingga mutu lulusan. Menurutnya, keberhasilan sistem penjaminan mutu sangat ditentukan oleh konsistensi evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi tersebut. Oleh karena itu, Jurusan TI ingin membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses akademik sehari-hari. Saat ini, Jurusan Teknologi Informasi terus memperkuat berbagai aspek mutu akademik, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis OBE, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penyempurnaan sistem evaluasi dan monitoring PBM sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Nurul Fauzi, wakil memberikan apresiasi terhadap langkah aktif Jurusan TI dalam membangun sistem penjaminan mutu akademik yang lebih baik. Beliau menyampaikan bahwa evaluasi terhadap PBM merupakan kebutuhan penting dalam pendidikan tinggi, terutama untuk memastikan kualitas proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. “Kita memang membutuhkan sistem monitoring dan evaluasi PBM yang kuat demi peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Saya mengapresiasi Jurusan TI yang terus bergerak melakukan pembenahan dan membangun budaya mutu akademik secara berkelanjutan,” ungkap Dr. Nurul Fauzi. Dalam sesi utama workshop, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd memaparkan berbagai konsep dan strategi implementasi monitoring serta evaluasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Beliau menjelaskan bahwa monitoring PBM harus mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap kualitas proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga ketercapaian capaian pembelajaran lulusan. Selain itu, peserta workshop juga mendapatkan penguatan terkait penyusunan instrumen evaluasi, indikator mutu pembelajaran, mekanisme tindak lanjut hasil evaluasi, serta strategi membangun sistem monitoring yang berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Kegiatan workshop diikuti oleh seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi yang terdiri atas Koordinator Program Studi, Gugus Kendali Mutu (GKM), dan tenaga kependidikan program studi. Turut hadir Ketua PPMPP Politeknik Negeri Padang, Sukartini, S.E., M.Kom, yang selama ini juga aktif melaksanakan penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan PNP. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pembahasan terkait tantangan implementasi monitoring PBM, integrasi evaluasi dengan sistem penjaminan mutu internal, serta strategi membangun budaya evaluasi yang konstruktif di lingkungan program studi. Menutup kegiatan, Dr. Ir. Yuhefizar berharap outcome workshop ini dapat segera direalisasikan dan diterapkan di seluruh program studi di lingkungan Jurusan TI. Beliau menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika, karena kualitas pembelajaran yang baik akan menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun industri masa depan.
Jurusan Teknologi Informasi PNP Gelar Workshop Evaluasi Kurikulum Berbasis OBE Secara Hybrid
Padang, 18 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi di Politeknik Negeri Padang menggelar kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) secara hybrid pada hari ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh dosen dari kampus utama maupun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu kurikulum dan kualitas pembelajaran di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Workshop dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan dosen kampus utama secara langsung di Gedung C Lantai 2 PNP, sementara dosen dari kampus PSDKU mengikuti kegiatan secara daring melalui platform konferensi online. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyamakan persepsi serta mengevaluasi implementasi kurikulum yang telah berjalan pada masing-masing program studi. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, pimpinan Jurusan Teknologi Informasi menegaskan bahwa evaluasi kurikulum merupakan bagian penting dalam menjaga relevansi pendidikan vokasi terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta tuntutan akreditasi nasional dan internasional. Seluruh Koordinator Program Studi diwajibkan hadir secara langsung di kampus utama. Kehadiran para koordinator prodi secara offline diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan implementasi hasil evaluasi kurikulum di masing-masing program studi. Saat ini, Jurusan Teknologi Informasi memiliki tujuh program studi, terdiri dari empat program studi di kampus utama dan tiga program studi di PSDKU. Salah satu program studi, yakni Program Studi Manajemen Informatika, telah berhasil meraih Akreditasi Unggul. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Workshop evaluasi kurikulum ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan menghadirkan narasumber nasional, Dr. Tien Fabrianti Kusumasari dari Telkom University. Dalam pemaparannya, Dr. Tien Fabrianti Kusumasari membahas strategi membangun dan mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Selain memberikan penguatan konsep OBE, beliau juga melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang sedang berjalan di Jurusan Teknologi Informasi. Sebagai akademisi yang berpengalaman dalam melahirkan program studi unggul dan terakreditasi internasional di bidang informatika, Dr. Tien memberikan berbagai masukan strategis terkait penyusunan capaian pembelajaran lulusan, pemetaan mata kuliah, metode asesmen, hingga kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia industri. Beliau juga merupakan bagian dari tim instrumen dan evaluasi PIKOBE, yaitu sistem yang digunakan untuk mengevaluasi implementasi kurikulum berbasis OBE. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mendalam kepada peserta workshop mengenai standar dan indikator keberhasilan implementasi OBE di perguruan tinggi. Peserta workshop terlihat aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi kurikulum, terutama dalam memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital saat ini. Dalam arahannya, pimpinan Jurusan Teknologi Informasi berharap workshop evaluasi kurikulum ini mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat segera diterapkan di seluruh program studi, baik di kampus utama maupun di PSDKU. Beliau menekankan bahwa hasil evaluasi tidak boleh berhenti pada dokumen administrasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam perbaikan proses pembelajaran, penyempurnaan struktur kurikulum, dan peningkatan kualitas lulusan. Selain itu, outcome workshop diharapkan mampu memperkuat kesiapan program studi dalam menghadapi akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat budaya mutu akademik yang berkelanjutan di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Sementara itu, sesi kedua workshop dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dengan menghadirkan narasumber Irda Rosita, SE., M.Ec.St., Ak dari PPMPP Politeknik Negeri Padang. Pada sesi kedua tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait penjaminan mutu pembelajaran, sinkronisasi implementasi kurikulum dengan standar mutu internal perguruan tinggi, serta strategi peningkatan kualitas akademik berbasis evaluasi berkelanjutan. Melalui kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum ini, Jurusan Teknologi Informasi PNP menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berbasis OBE agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.
RabuSapaTI Edisi Perdana Bahas Kompensasi Akademik dan Disiplin Kehadiran Mahasiswa
📢 #RabuSapaTI Edisi Perdana Bahas Kompensasi Akademik dan Disiplin Kehadiran Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang resmi memulai program #RabuSapaTI sebagai media komunikasi rutin dan reflektif yang ditujukan bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa. Program yang hadir setiap hari Rabu ini menjadi bagian dari upaya Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang disiplin, profesional, komunikatif, dan penuh tanggung jawab melalui penyampaian pesan-pesan singkat dalam format Q&A yang ringan dan mudah dipahami. Pada edisi perdana, #RabuSapaTI mengangkat tema “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik Pasal 25” yang membahas tentang kompensasi akademik bagi mahasiswa. Dalam edisi tersebut dijelaskan bahwa kompensasi merupakan bentuk tanggung jawab akademik yang diberikan kepada mahasiswa akibat ketidakhadiran atau keterlambatan lebih dari 15 menit dalam mengikuti perkuliahan sesuai ketentuan Peraturan Akademik PNP Pasal 25. Mahasiswa juga diberikan penjelasan terkait ketentuan kompensasi, di antaranya:• Tidak hadir atau terlambat tanpa keterangan dikenakan kompensasi sebesar 2 kali waktu ketidakhadiran.• Tidak hadir dengan izin atau sakit tanpa surat dokter dikenakan kompensasi sebesar 1 kali waktu ketidakhadiran.• Mahasiswa yang sakit dengan surat keterangan dokter atau mengikuti kegiatan resmi kampus dengan surat tugas tidak dikenakan kompensasi. Selain itu, mahasiswa juga diberikan contoh sederhana perhitungan kompensasi. Misalnya, apabila suatu mata kuliah berlangsung selama 2 jam perkuliahan dan mahasiswa tidak hadir tanpa keterangan, maka kompensasi yang harus dijalankan menjadi 4 jam. Dalam pesan tersebut juga dijelaskan bahwa bentuk kompensasi ditentukan oleh Ketua Jurusan dan tidak dapat diganti dengan uang atau barang. Akumulasi ketidakhadiran mahasiswa juga dapat berhubungan dengan Surat Peringatan akademik. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa #RabuSapaTI hadir bukan sekadar untuk menyampaikan aturan, tetapi sebagai media pengingat dan pembinaan budaya akademik secara berkelanjutan. “Banyak hal penting di lingkungan akademik yang sebenarnya perlu terus diingatkan bersama. Kami ingin menghadirkan media komunikasi yang ringan, mudah dipahami, tetapi tetap memiliki makna dan nilai pembinaan bagi mahasiswa,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa disiplin akademik bukan hanya berkaitan dengan absensi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, komitmen, dan profesionalisme mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan. Menurutnya, kebiasaan kecil seperti hadir tepat waktu dan menghargai proses belajar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter profesional di masa depan. Program #RabuSapaTI sendiri merupakan pelengkap dari program SapaTI yang sebelumnya telah lebih dahulu hadir sebagai media komunikasi dua arah bagi civitas akademika Jurusan TI. Jika SapaTI menjadi ruang bagi civitas akademika untuk menyampaikan aspirasi, evaluasi, dan masukan kepada jurusan, maka #RabuSapaTI hadir sebagai media komunikasi aktif dari pimpinan jurusan kepada civitas akademika melalui pesan-pesan pengingat akademik dan pengembangan karakter. ✨ SapaTI mendengar.✨ #RabuSapaTI mengingatkan.🤝 Keduanya hadir untuk menjaga hal-hal baik di Jurusan TI. Melalui program ini, Jurusan TI berharap budaya saling mengingatkan, disiplin, dan komunikasi positif dapat terus tumbuh di lingkungan akademik. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang