
RabuSapaTI Edisi Perdana Bahas Kompensasi Akademik dan Disiplin Kehadiran Mahasiswa
📢 #RabuSapaTI Edisi Perdana Bahas Kompensasi Akademik dan Disiplin Kehadiran Mahasiswa
Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang resmi memulai program #RabuSapaTI sebagai media komunikasi rutin dan reflektif yang ditujukan bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa.
Program yang hadir setiap hari Rabu ini menjadi bagian dari upaya Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang disiplin, profesional, komunikatif, dan penuh tanggung jawab melalui penyampaian pesan-pesan singkat dalam format Q&A yang ringan dan mudah dipahami.
Pada edisi perdana, #RabuSapaTI mengangkat tema “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik Pasal 25” yang membahas tentang kompensasi akademik bagi mahasiswa.
Dalam edisi tersebut dijelaskan bahwa kompensasi merupakan bentuk tanggung jawab akademik yang diberikan kepada mahasiswa akibat ketidakhadiran atau keterlambatan lebih dari 15 menit dalam mengikuti perkuliahan sesuai ketentuan Peraturan Akademik PNP Pasal 25.
Mahasiswa juga diberikan penjelasan terkait ketentuan kompensasi, di antaranya:
• Tidak hadir atau terlambat tanpa keterangan dikenakan kompensasi sebesar 2 kali waktu ketidakhadiran.
• Tidak hadir dengan izin atau sakit tanpa surat dokter dikenakan kompensasi sebesar 1 kali waktu ketidakhadiran.
• Mahasiswa yang sakit dengan surat keterangan dokter atau mengikuti kegiatan resmi kampus dengan surat tugas tidak dikenakan kompensasi.
Selain itu, mahasiswa juga diberikan contoh sederhana perhitungan kompensasi. Misalnya, apabila suatu mata kuliah berlangsung selama 2 jam perkuliahan dan mahasiswa tidak hadir tanpa keterangan, maka kompensasi yang harus dijalankan menjadi 4 jam.
Dalam pesan tersebut juga dijelaskan bahwa bentuk kompensasi ditentukan oleh Ketua Jurusan dan tidak dapat diganti dengan uang atau barang. Akumulasi ketidakhadiran mahasiswa juga dapat berhubungan dengan Surat Peringatan akademik.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa #RabuSapaTI hadir bukan sekadar untuk menyampaikan aturan, tetapi sebagai media pengingat dan pembinaan budaya akademik secara berkelanjutan.
“Banyak hal penting di lingkungan akademik yang sebenarnya perlu terus diingatkan bersama. Kami ingin menghadirkan media komunikasi yang ringan, mudah dipahami, tetapi tetap memiliki makna dan nilai pembinaan bagi mahasiswa,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa disiplin akademik bukan hanya berkaitan dengan absensi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, komitmen, dan profesionalisme mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.
Menurutnya, kebiasaan kecil seperti hadir tepat waktu dan menghargai proses belajar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter profesional di masa depan.
Program #RabuSapaTI sendiri merupakan pelengkap dari program SapaTI yang sebelumnya telah lebih dahulu hadir sebagai media komunikasi dua arah bagi civitas akademika Jurusan TI.
Jika SapaTI menjadi ruang bagi civitas akademika untuk menyampaikan aspirasi, evaluasi, dan masukan kepada jurusan, maka #RabuSapaTI hadir sebagai media komunikasi aktif dari pimpinan jurusan kepada civitas akademika melalui pesan-pesan pengingat akademik dan pengembangan karakter.
✨ SapaTI mendengar.
✨ #RabuSapaTI mengingatkan.
🤝 Keduanya hadir untuk menjaga hal-hal baik di Jurusan TI.
Melalui program ini, Jurusan TI berharap budaya saling mengingatkan, disiplin, dan komunikasi positif dapat terus tumbuh di lingkungan akademik.
#RabuSapaTI
“Mengingatkan untuk Bertumbuh.”
Jurusan Teknologi Informasi
Politeknik Negeri Padang
Rapat Evaluasi Proses Belajar Mengajar Program Alih Jenjang D-4 TRPL Berlangsung Kondusif dan Konstruktif
Rabu, 22 Oktober 2025, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang…