
PNP dan Dua Nagari di Sijunjung Teken MoU Tentang Nagari Digital
Padang, 12 Mei 2026 — Politeknik Negeri Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan Nagari Digital bersama Nagari Buluh Kasok dan Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan PNP tersebut dihadiri langsung oleh Wali Nagari Buluh Kasok, Asriwandi, dan Wali Nagari Lalan, Martonis. Rapat diawali dengan makan siang bersama, mulai jam 12. 15 – 14.30. Kedatangan rombongan disambut oleh pimpinan PNP, di antaranya Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Ikhsan Lumansa Rimra dan Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan sebagai langkah awal implementasi program Nagari Digital yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan nagari, serta literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Ikhsan Lumansa Rimra menyampaikan apresiasi kepada kedua wali nagari yang telah mempercayakan PNP sebagai mitra strategis dalam pembangunan nagari digital. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
“PNP sangat terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh pihak. Salah satu tujuan utama perguruan tinggi adalah memberi dampak bagi masyarakat. Kerja sama bidang Nagari Digital ini merupakan bukti nyata kontribusi PNP sesuai bidang keahlian yang dimiliki,” ujarnya
.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi. Ia menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi vokasi, PNP tidak hanya berfokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga harus hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi vokasi harus mampu menghadirkan manfaat konkret melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Program Nagari Digital menjadi salah satu bentuk implementasi nyata peran tersebut,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Buluh Kasok, Asriwandi, menyampaikan harapannya agar program Nagari Digital dapat segera diwujudkan di wilayahnya. Menurutnya, pengembangan nagari digital merupakan amanah Undang-Undang Desa yang harus segera direspons oleh 
emerintah nagari.
“Kami berharap pembangunan Nagari Digital ini segera terealisasi di Nagari Buluh Kasok maupun Nagari Lalan. Kami menyadari bahwa digitalisasi pelayanan pemerintahan adalah kebutuhan yang harus segera diwujudkan,” ungkapnya.
Asriwandi juga berharap kerja sama dengan PNP tidak hanya berhenti pada pengembangan sistem digital, tetapi juga mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat nagari.
Harapan serupa disampaikan oleh Wali Nagari Lalan, Martonis. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi di nagari sangat penting untuk membantu percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat setempat.
Martonis juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah wilayah di nagarinya yang belum tersentuh aliran listrik. Karena itu, pihaknya berharap PNP dapat ikut membantu memberikan solusi teknologi tepat guna.
“Saat ini masih ada daerah di nagari kami yang belum mendapatkan akses listrik. Kami membutuhkan dukungan teknologi seperti PLTMH, solar panel, maupun solusi energi lainnya yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses listrik,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut perangkat Nagari Buluh Kasok, Jaliyus Yanto, serta tim pengembang Nagari Digital dari Jurusan Teknologi Informasi PNP. Tim tersebut terdiri dari Yuhefizar, Sumema, Yori Adi Atma, Raemon Syaljumaeri, dan Humaira.
Ketua Tim Nagari Digital yang juga Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kedua nagari kepada Jurusan Teknologi Informasi dalam mendukung pembangunan Nagari Digital.
Menurutnya, hingga saat ini program Nagari Digital PNP telah membina 73 nagari di berbagai daerah. Namun, tingkat keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh komitmen pemerintah nagari dalam menjalankan program secara konsisten.
“Saat ini terdapat 73 nagari binaan dalam program Nagari Digital. Ada yang berkembang sangat baik, namun ada juga yang belum optimal. Implementasi Nagari Digital sangat dipengaruhi oleh komitmen wali nagari dan konsistensi dalam merealisasikannya,” jelas Yuhefizar.
Ia menambahkan, setelah penandatanganan MoU ini, tim Nagari Digital PNP akan segera melakukan tindak lanjut berupa pemetaan kebutuhan, pendampingan teknis, serta implementasi sistem digital sesuai kebutuhan masing-masing nagari.
Melalui kerja sama ini, PNP berharap program Nagari Digital tidak hanya menjadi simbol transformasi teknologi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pemerataan pembangunan berbasis teknologi di tingkat nagari.
Rapat Evaluasi Proses Belajar Mengajar Program Alih Jenjang D-4 TRPL Berlangsung Kondusif dan Konstruktif
Rabu, 22 Oktober 2025, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang…