Jurusan TI PNP Terima Kunjungan Desa Silungkang Tigo Bahas Implementasi Desa Digital
Padang, 13 Mei 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menerima kunjungan dari Desa Silungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, dalam rangka membahas rencana implementasi program Desa Digital, Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Silungkang Tigo bersama sekretaris desa dan beberapa perangkat desa lainnya. Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, di ruang rapat jurusan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah dosen yang tergabung dalam tim Nagari Digital Jurusan Teknologi Informasi PNP. Pertemuan berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam dengan suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat kolaborasi. Agenda utama pertemuan membahas kesiapan Desa Silungkang Tigo dalam mengembangkan konsep Desa Digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola administrasi desa, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemerintahan desa. Dalam sambutannya, Yuhefizar menegaskan bahwa program Desa Digital bukan sekadar membangun website atau sistem informasi, tetapi merupakan proses transformasi budaya kerja pemerintahan desa menuju pelayanan berbasis digital yang terintegrasi. “Program Desa Digital adalah upaya untuk mendigitalisasikan berbagai aktivitas di desa. Karena itu, seluruh perangkat desa harus terlibat langsung, bukan hanya dibebankan kepada satu atau dua operator saja. Setiap perangkat desa memiliki peran masing-masing dalam sistem informasi yang dibangun,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi desa digital sangat dipengaruhi oleh komitmen pimpinan desa, kesiapan sumber daya manusia, serta konsistensi dalam menjalankan sistem yang telah dibangun. Menurut Yuhefizar, desa yang berhasil menjalankan digitalisasi secara optimal umumnya memiliki budaya kerja kolaboratif dan kesadaran bersama bahwa teknologi merupakan alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Silungkang Tigo menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan program digitalisasi desa sebagai bagian dari kebutuhan pemerintahan desa saat ini yang semakin menuntut pelayanan cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. “Kami melihat digitalisasi desa merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Karena itu, kami sudah mulai menyiapkan berbagai kebutuhan awal, termasuk data-data yang nantinya diperlukan dalam pengembangan sistem desa digital,” ungkapnya. Pernyataan tersebut turut diamini oleh Sekretaris Desa yang menegaskan bahwa perangkat desa siap mendukung penuh proses transformasi digital agar implementasinya dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak juga membahas berbagai kemungkinan pengembangan sistem, mulai dari website desa, sistem administrasi surat menyurat, pengelolaan data kependudukan, publikasi informasi desa, hingga penguatan literasi digital perangkat desa. Turut hadir mahasiswa jurusan TI yang tahun kemarin menjadikan Desa Silungkang Tigo sebagai mitra dalam program innovilalage. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang dan memahami pentingnya implementasi Desa Digital di era saat ini, kedua pihak akhirnya sepakat untuk melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan berlangsung pada minggu depan. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem desa digital yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan desa sekaligus mendukung transparansi dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak Desa Silungkang Tigo dan tim Jurusan Teknologi Informasi PNP sebagai simbol awal sinergi dalam mewujudkan transformasi digital desa berbasis kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa.
PNP dan Dua Nagari di Sijunjung Teken MoU Tentang Nagari Digital
Padang, 12 Mei 2026 — Politeknik Negeri Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan Nagari Digital bersama Nagari Buluh Kasok dan Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan PNP tersebut dihadiri langsung oleh Wali Nagari Buluh Kasok, Asriwandi, dan Wali Nagari Lalan, Martonis. Rapat diawali dengan makan siang bersama, mulai jam 12. 15 – 14.30. Kedatangan rombongan disambut oleh pimpinan PNP, di antaranya Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Ikhsan Lumansa Rimra dan Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan sebagai langkah awal implementasi program Nagari Digital yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan nagari, serta literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dalam sambutannya, Ikhsan Lumansa Rimra menyampaikan apresiasi kepada kedua wali nagari yang telah mempercayakan PNP sebagai mitra strategis dalam pembangunan nagari digital. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat. “PNP sangat terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh pihak. Salah satu tujuan utama perguruan tinggi adalah memberi dampak bagi masyarakat. Kerja sama bidang Nagari Digital ini merupakan bukti nyata kontribusi PNP sesuai bidang keahlian yang dimiliki,” ujarnya . Hal senada disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi. Ia menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi vokasi, PNP tidak hanya berfokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga harus hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat. “Perguruan tinggi vokasi harus mampu menghadirkan manfaat konkret melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Program Nagari Digital menjadi salah satu bentuk implementasi nyata peran tersebut,” katanya. Sementara itu, Wali Nagari Buluh Kasok, Asriwandi, menyampaikan harapannya agar program Nagari Digital dapat segera diwujudkan di wilayahnya. Menurutnya, pengembangan nagari digital merupakan amanah Undang-Undang Desa yang harus segera direspons oleh emerintah nagari. “Kami berharap pembangunan Nagari Digital ini segera terealisasi di Nagari Buluh Kasok maupun Nagari Lalan. Kami menyadari bahwa digitalisasi pelayanan pemerintahan adalah kebutuhan yang harus segera diwujudkan,” ungkapnya. Asriwandi juga berharap kerja sama dengan PNP tidak hanya berhenti pada pengembangan sistem digital, tetapi juga mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat nagari. Harapan serupa disampaikan oleh Wali Nagari Lalan, Martonis. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi di nagari sangat penting untuk membantu percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat setempat. Martonis juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah wilayah di nagarinya yang belum tersentuh aliran listrik. Karena itu, pihaknya berharap PNP dapat ikut membantu memberikan solusi teknologi tepat guna. “Saat ini masih ada daerah di nagari kami yang belum mendapatkan akses listrik. Kami membutuhkan dukungan teknologi seperti PLTMH, solar panel, maupun solusi energi lainnya yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses listrik,” ujarnya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut perangkat Nagari Buluh Kasok, Jaliyus Yanto, serta tim pengembang Nagari Digital dari Jurusan Teknologi Informasi PNP. Tim tersebut terdiri dari Yuhefizar, Sumema, Yori Adi Atma, Raemon Syaljumaeri, dan Humaira. Ketua Tim Nagari Digital yang juga Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kedua nagari kepada Jurusan Teknologi Informasi dalam mendukung pembangunan Nagari Digital. Menurutnya, hingga saat ini program Nagari Digital PNP telah membina 73 nagari di berbagai daerah. Namun, tingkat keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh komitmen pemerintah nagari dalam menjalankan program secara konsisten. “Saat ini terdapat 73 nagari binaan dalam program Nagari Digital. Ada yang berkembang sangat baik, namun ada juga yang belum optimal. Implementasi Nagari Digital sangat dipengaruhi oleh komitmen wali nagari dan konsistensi dalam merealisasikannya,” jelas Yuhefizar. Ia menambahkan, setelah penandatanganan MoU ini, tim Nagari Digital PNP akan segera melakukan tindak lanjut berupa pemetaan kebutuhan, pendampingan teknis, serta implementasi sistem digital sesuai kebutuhan masing-masing nagari. Melalui kerja sama ini, PNP berharap program Nagari Digital tidak hanya menjadi simbol transformasi teknologi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pemerataan pembangunan berbasis teknologi di tingkat nagari.
LAUNCHING PROGRAM #RabuSapaTIJurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang
📢 PRESS RELEASELAUNCHING PROGRAM #RabuSapaTIJurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang secara resmi meluncurkan program komunikasi dan edukasi rutin bertajuk #RabuSapaTI pada Senin, 11 Mei 2026. Program ini hadir sebagai bagian dari komitmen Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang positif, komunikatif, disiplin, profesional, dan saling peduli di lingkungan civitas akademika. #RabuSapaTI merupakan media komunikasi aktif dari pimpinan jurusan kepada civitas akademika melalui pesan singkat rutin setiap hari Rabu dalam format Q&A yang ringan, reflektif, dan mudah dipahami. Tema yang disampaikan meliputi disiplin akademik, akademik dan pembelajaran, etika serta profesionalisme, motivasi, hingga pengembangan diri. Program ini juga menjadi pelengkap dari program SapaTI yang sebelumnya telah lebih dahulu diluncurkan oleh Jurusan TI. Jika SapaTI merupakan media komunikasi yang bersifat pasif, di mana pimpinan jurusan menerima berbagai aspirasi, evaluasi, masukan, kritik konstruktif, maupun persoalan internal dari civitas akademika secara sehat dan solutif, maka #RabuSapaTI hadir dengan pendekatan yang berbeda, yaitu pimpinan jurusan secara aktif menyampaikan berbagai pengingat, edukasi, dan pesan-pesan positif kepada civitas akademika. Dengan demikian, kedua program ini saling melengkapi dalam membangun budaya komunikasi dua arah di lingkungan Jurusan TI. ✨ SapaTI mendengar.✨ #RabuSapaTI mengingatkan.🤝 Keduanya hadir untuk saling menjaga hal-hal baik di Jurusan TI. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa lahirnya program #RabuSapaTI dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan komunikasi yang lebih dekat, konsisten, dan membangun bagi seluruh civitas akademika. “Banyak hal penting di lingkungan akademik yang sebenarnya perlu terus diingatkan bersama, baik terkait disiplin, budaya akademik, etika, maupun profesionalisme. Kami berharap #RabuSapaTI dapat menjadi media pengingat yang ringan namun bermakna, sehingga budaya akademik yang positif dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan Jurusan TI,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Jurusan TI dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) melalui penguatan budaya komunikasi, keterbukaan, kepedulian, disiplin, dan profesionalisme. “Zona integritas bukan hanya tentang sistem dan administrasi, tetapi juga tentang budaya, karakter, komunikasi, dan kebiasaan baik yang dibangun bersama. Kami berharap program ini dapat memberi nilai positif tidak hanya bagi Jurusan TI, tetapi juga bagi institusi secara keseluruhan,” tambahnya. Melalui #RabuSapaTI, Jurusan TI berharap dapat terus menghadirkan ruang komunikasi yang sehat, reflektif, dan membangun bagi seluruh civitas akademika. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Mari biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa. Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang
Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP Ikuti Grand Final Borneo HackWknd 2026 di Malaysia
Malaysia, 9 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang. Sebanyak empat mahasiswa terbaik berhasil melaju dan mengikuti ajang bergengsi Grand Final Borneo HackWknd 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 9–10 Mei 2026 di Universitas Malaysia Serawak, Malaysia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi informasi, pengembangan aplikasi, serta pemecahan masalah berbasis digital melalui konsep hackathon. Adapun mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang yang mengikuti grand final tersebut adalah: Dalam kompetisi internasional tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping Ronal Watrianthos yang turut memberikan arahan, motivasi, serta pendampingan selama proses kompetisi berlangsung. Keikutsertaan mahasiswa Jurusan TI PNP pada ajang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bersaing di tingkat internasional dan memiliki kompetensi yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi, pertukaran ide, serta memperluas jaringan akademik dan inovasi lintas negara. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian mahasiswa yang berhasil menembus grand final kompetisi internasional tersebut. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat internasional merupakan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan teknis, kerja tim, kreativitas, serta mental kompetitif mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin berkembang. Ia juga berharap keikutsertaan mahasiswa dalam Grand Final Borneo HackWknd 2026 dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional. Sementara itu, dosen pendamping Ronal Watrianthos menyampaikan bahwa kompetisi hackathon tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, dan kecepatan dalam menghasilkan solusi inovatif terhadap suatu permasalahan. “Ajang ini menjadi pengalaman luar biasa bagi mahasiswa untuk belajar langsung dalam atmosfer kompetisi internasional. Semoga pengalaman ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas mereka sebagai talenta digital masa depan,” ujarnya. Partisipasi mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang dalam Grand Final Borneo HackWknd 2026 diharapkan semakin memperkuat reputasi jurusan dalam melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Jurusan Teknologi Informasi PNP Terima Kunjungan Universitas Batam, Perkuat Kolaborasi Pengabdian dan Desa Digital
Padang, Jumat 8 Mei 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menerima kunjungan resmi dari delegasi Fakultas Teknik Universitas Batam dalam rangka memperkuat kerja sama antarlembaga serta membahas tindak lanjut program kolaborasi di bidang pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan desa digital. Pertemuan dilaksanakan di Jurusan Teknologi Informasi, mulai jam 09.30 s.d 11.30 WIB. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Delegasi Universitas Batam dipimpin oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik Dr. Jhon Friadi bersama Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Nurhatisyah. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi Dr. Ir. Yuhefizar, Sekretaris Jurusan Humaira, ST., MT, serta dosen Jurusan TI Ir. Ronal Hadi, S.Kom., M.Kom. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kedua institusi dalam memperkuat hubungan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membahas berbagai peluang kolaborasi strategis pada tahun 2026, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak membahas rencana pelaksanaan program pengabdian kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra masyarakat di berbagai daerah. Fokus utama kerja sama diarahkan pada pengembangan desa/nagari berbasis digital, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pemasaran digital bagi masyarakat. Ketua Jurusan Teknologi Informasi (TI), Dr. Ir. Yuhefizar, menyampaikan bahwa Jurusan TI PNP sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antar institusi pendidikan menjadi langkah penting dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Yuhefizar menawarkan konsep pengabdian berbasis desa/nagari digital yang selama ini telah dijalankan Jurusan TI di Sumatera Barat. Program tersebut dirancang untuk membantu pemerintahan desa atau nagari dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pelayanan publik, promosi potensi daerah, dan penguatan ekonomi masyarakat. Selain di wilayah Sumatera Barat, kerja sama juga direncanakan menyasar desa-desa di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Melalui program tersebut, kedua institusi berharap dapat menghadirkan transformasi digital yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing masyarakat desa. Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Batam, Dr. Jhon Friadi, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Jurusan Teknologi Informasi PNP. Ia menilai bahwa pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan Jurusan TI PNP dapat menjadi inspirasi penting dalam pengembangan program pengabdian di Universitas Batam. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga berharap hubungan baik antara kedua institusi dapat terus berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sementara itu, Kepala LPM Universitas Batam, Dr. Nurhatisyah, menyampaikan bahwa penguatan mutu perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari aspek akademik, tetapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh sebab itu, program kolaboratif seperti desa digital dan digital marketing dinilai sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Ia berharap sinergi antara Universitas Batam dan Jurusan TI PNP dapat menghasilkan model pengabdian yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya. Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, Humaira, ST., MT., juga menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi akan membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian yang berdampak sosial. Ia berharap kegiatan bersama yang direncanakan pada tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman berharga dalam membangun ekosistem digital di tengah masyarakat desa maupun nagari. Selain membahas program pengabdian, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai peluang kerja sama lain di masa mendatang, termasuk penguatan implementasi teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas tata kelola institusi pendidikan. Sebagai penutup kegiatan, Ketua Jurusan Teknologi Informasi menyerahkan buku “SIKAP” sebagai bentuk kenang-kenangan kepada delegasi Universitas Batam. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi yang bermanfaat serta berpotensi diadopsi dalam pengembangan budaya kerja dan upaya peningkatan softskill mahasiswa di lingkungan Universitas Batam. Kegiatan kunjungan ini berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kolaboratif. Kedua institusi berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai program inovatif yang memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Jurusan TI PNP Gelar Rapat Evaluasi Bulanan Bersama Dosen Homebase dan PSDKU, Perkuat Komitmen Akademik dan Budaya Keterbukaan
Padang, 7 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar rapat rutin bulanan bersama dosen homebase Program Studi Manajemen Informatika, Teknik Komputer, serta dosen homebase program studi di PSDKU, yaitu Program Studi Sistem Informasi Kampus Tanah Datar, Program Studi Manajemen Informatika Kampus Pelalawan, dan Program Studi Teknik Komputer Kampus Solok Selatan. Kegiatan rapat dilaksanakan secara daring dan dimulai pukul 19.10 WIB hingga 21.10 WIB. Rapat dipandu langsung oleh Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, Humaira, dengan agenda utama evaluasi kegiatan akademik dan non-akademik selama satu bulan terakhir. Sebanyak 41 dosen hadir dalam kegiatan tersebut, sementara beberapa dosen lainnya menyampaikan izin karena berhalangan hadir. Tingginya tingkat partisipasi dosen menunjukkan komitmen dan kepedulian yang kuat terhadap perkembangan Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, yang menyampaikan arah kepemimpinan jurusan dengan fokus utama membangun jurusan yang kuat dan berkelanjutan. Dalam arahannya, Yuhefizar menegaskan bahwa jurusan berkomitmen memastikan karier dosen berjalan dengan baik, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif, serta menjaga proses pembelajaran agar berlangsung lancar dan berkualitas. Kepemimpinan jurusan, menurutnya, dibangun di atas nilai kolaborasi, keterbukaan, dan kepercayaan. Beliau juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang sehat melalui sikap saling menghargai, saling menghormati, mengedepankan husnuzhon, serta menjaga komunikasi yang sehat dan profesional. Menurutnya, budaya kerja yang baik akan melahirkan kinerja yang baik pula. Selain itu, Ketua Jurusan mengingatkan bahwa dosen bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi juga role model yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, sesama dosen, maupun institusi. Ia mengajak seluruh dosen untuk menghindari pola kerja “datang–mengajar–pulang” semata, dan mulai membangun kontribusi yang lebih luas. Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai isu strategis yang berkembang selama proses pembelajaran, di antaranya kehadiran mahasiswa, penerapan surat peringatan, kedisiplinan dosen terhadap jadwal mengajar, tata krama mahasiswa, etika berpakaian, hingga pemahaman mahasiswa terhadap peraturan akademik. Masing-masing koordinator program studi kemudian menyampaikan laporan perkembangan dan kondisi akademik di lingkungan prodi masing-masing. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pelaksanaan PKL, proses tugas akhir mahasiswa, pelaksanaan sidang, hingga penguatan peran dosen penasihat akademik dalam pembinaan mahasiswa. Pada sesi diskusi, peserta rapat juga menyampaikan berbagai kendala dan masukan terkait pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan administrasi akademik, kegiatan penelitian dan pengabdian, serta penguatan tata tertib mahasiswa di lingkungan jurusan. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam komentarnya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh dosen homebase yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran Bapak/Ibu dosen malam ini. Ini menunjukkan bahwa kita semua memiliki kepedulian yang sama terhadap kemajuan Jurusan Teknologi Informasi. Jurusan ini tidak bisa dibangun sendiri, tetapi harus dibangun bersama-sama,” ujarnya. Beliau juga menegaskan bahwa rapat bulanan seperti ini merupakan wadah penting untuk menyampaikan berbagai persoalan, kendala, maupun ide pengembangan jurusan secara terbuka dan profesional. “Jika ada persoalan, mari kita sampaikan di forum yang tepat. Rapat ini adalah momentumnya. Jangan dibicarakan di luar tanpa solusi. Kita ingin membangun budaya keterbukaan dan komunikasi yang sehat,” tambahnya. Selain melalui forum rapat, Ketua Jurusan juga mengingatkan bahwa dosen dapat memanfaatkan layanan SapaTI sebagai media penyampaian aspirasi, kritik membangun, maupun kendala yang dihadapi di lingkungan jurusan. Dalam kesempatan tersebut, jurusan juga kembali mengingatkan pentingnya implementasi berbagai program penguatan akademik dan pembinaan mahasiswa, seperti penggunaan Buku SIKAP, Buku Penasihat Akademik (PA), dan Buku Kompensasi sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang lebih disiplin dan terarah. Rapat evaluasi bulanan ini menjadi bagian dari komitmen Jurusan Teknologi Informasi dalam menjaga kualitas tata kelola akademik, memperkuat koordinasi lintas program studi, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan profesional di lingkungan jurusan.
Jurusan TI PNP Percepat Penyusunan SOP, Targetkan Sistem Kerja Lebih Tertata dan Profesional Mulai Semester Depan
Padang, 6 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang terus memperkuat tata kelola internal melalui rapat lanjutan bersama Tim Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis jurusan dalam memastikan seluruh proses akademik dan non-akademik berjalan lebih sistematis, terarah, dan profesional. Rapat yang dilaksanakan hari ini menjadi agenda penting dalam memonitor progres penyusunan SOP yang sebelumnya telah melalui beberapa tahapan, mulai dari pembagian tugas, penyamaan persepsi, hingga penyusunan draft awal oleh masing-masing tim. Kegiatan rapat dilaksanakan secara hybrid, di mana sebagian tim mengikuti secara langsung (luring) di lingkungan jurusan, sementara peserta lainnya bergabung secara daring. Skema ini memungkinkan keterlibatan seluruh anggota tim secara optimal tanpa mengurangi efektivitas diskusi. Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi dan tindak lanjut (follow-up) terhadap progres yang telah dicapai oleh setiap tim penyusun SOP. Masing-masing penanggung jawab mempresentasikan perkembangan dokumen yang telah disusun untuk kemudian didiskusikan bersama. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan bahwa penyusunan SOP ini merupakan langkah fundamental dalam membangun sistem kerja yang lebih tertib dan berkelanjutan di lingkungan jurusan. Dalam rapat tersebut, sebanyak empat dokumen SOP utama dipresentasikan, yaitu SOP Laporan Kinerja Jurusan, SOP Proses Bimbingan dan Tugas Akhir Mahasiswa, SOP Proses Bisnis Jurusan, serta SOP Kerja Sama. Setiap SOP yang dipaparkan mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari anggota tim, baik dari sisi kelengkapan alur, kejelasan prosedur, maupun kesesuaian dengan kondisi riil di lapangan. Diskusi berlangsung aktif dan produktif, menunjukkan komitmen bersama dalam menghasilkan dokumen yang berkualitas. Melalui proses ini, diharapkan setiap SOP yang disusun tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar aplikatif dan mampu menjadi pedoman operasional yang efektif dalam mendukung aktivitas jurusan. Ketua Jurusan menegaskan bahwa target utama dari kegiatan ini adalah agar seluruh SOP yang telah dirancang dapat diselesaikan secara tuntas pada akhir semester ini. Dengan demikian, mulai semester depan, Jurusan Teknologi Informasi diharapkan telah memiliki sistem SOP yang lengkap, sehingga seluruh aktivitas yang berjalan memiliki arah, standar, dan aturan yang jelas. “Dengan adanya SOP yang lengkap, kita ingin memastikan bahwa setiap proses di jurusan berjalan lebih tertata, tertib, dan profesional. Ini bukan hanya soal dokumen, tetapi tentang bagaimana kita membangun budaya kerja yang lebih baik,” ujar Yuhefizar. Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi SOP sangat bergantung pada komitmen bersama dalam menjalankan dan mematuhi prosedur yang telah disepakati. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam menyusun dokumen SOP. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja luar biasa dari tim SOP. Proses ini tidak mudah, membutuhkan waktu, energi, dan pemikiran yang serius. Namun saya melihat semangat dan komitmen yang sangat kuat dari seluruh tim,” tambahnya. Ia juga berharap agar semangat kolaborasi ini terus dijaga hingga seluruh dokumen SOP dapat diselesaikan dengan baik dan siap diimplementasikan. Sebagai tindak lanjut, pertemuan berikutnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan agenda melanjutkan pembahasan serta penyempurnaan dokumen berdasarkan masukan yang telah diberikan. Melalui rangkaian kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan kinerja institusi secara keseluruhan.
SapaTI Buktikan Diri: Dari Kanal Aspirasi Menjadi Solusi Nyata bagi Civitas Akademika TI
Evaluasi Program SapaTI, setelah 2 minggu di luncurkan. Padang — Program inovasi komunikasi internal Jurusan Teknologi Informasi, SapaTI (Saluran Aspirasi dan Pendampingan Akademik), menunjukkan dampak nyata sejak pertama kali diluncurkan pada tanggal 20 April 2026. Tidak sekadar menjadi wadah penyampaian aspirasi, SapaTI terbukti mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi civitas akademika. Sejumlah aspirasi yang masuk melalui kanal ini mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Mulai dari permohonan bantuan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang betul-betul mengalami kendala finansial, penyampaian permasalahan akademik, hingga kebutuhan pemanfaatan fasilitas jurusan. Seluruh masukan tersebut tidak hanya dicatat, tetapi langsung ditindaklanjuti oleh pimpinan jurusan secara responsif. Menariknya, SapaTI tidak hanya menjadi ruang pengaduan. Salah satu pesan yang masuk justru berisi usulan pemberian apresiasi kepada mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi yang aktif menjadi relawan saat bencana banjir pada November lalu. Hal ini menunjukkan bahwa SapaTI juga berfungsi sebagai ruang untuk menyalurkan nilai-nilai positif dan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa. Respons positif pun datang dari para pengguna. Seorang mahasiswa menyampaikan rasa syukur atas bantuan keringanan UKT yang diterimanya, sementara mahasiswa lainnya mengapresiasi kecepatan respons pimpinan jurusan dalam menangani kendala yang dihadapi. “Saya sangat senang program ini benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya. Semoga ke depannya terus berjalan dan membawa perubahan yang bisa kita rasakan bersama sebagai warga TI,” ungkap salah seorang mahasiswa melalui pesan WhatsApp SapaTI. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom, menegaskan bahwa SapaTI tidak dirancang sebagai media pengaduan semata, melainkan sebagai ruang komunikasi yang sehat untuk saling menguatkan serta mencari solusi secara bijak dan proporsional. Kehadiran SapaTI menjadi angin segar dalam ekosistem komunikasi internal jurusan. Dengan memanfaatkan hotline WhatsApp yang dikelola langsung oleh pimpinan jurusan dan menjamin kerahasiaan pengguna, civitas akademika kini memiliki akses komunikasi yang lebih terbuka, personal, dan responsif, tanpa harus menunggu forum formal yang kerap membatasi interaksi. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berkelanjutan di Jurusan Teknologi Informasi, tetapi juga dapat menjadi model komunikasi akademik yang inspiratif bagi jurusan lain dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif, adaptif, dan produktif. Bagi civitas akademika yang ingin menyampaikan aspirasi, SapaTI dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor +62 821 770 7494 (chat only). Seluruh komunikasi dijaga kerahasiaannya dan ditangani langsung oleh pimpinan jurusan.
PNP dan Inatechno Teken MoU Strategis, Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM
Padang, 4 Mei 2026 – Politeknik Negeri Padang resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT. Inatechno Berkah Khalifa melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Gedung C lantai 2 PNP, bertepatan dengan kegiatan Workshop GitHub di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur PNP, Revalin Hardianto, bersama Direktur PT. Inatechno Berkah Khalifa, Iswandi Saputra, yang juga merupakan alumni Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Ikhsan Lumansa Rimra, serta didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kemitraan antara dunia pendidikan dan industri. Ruang lingkup kerja sama dalam MoU ini mencakup berbagai aspek strategis, di antaranya pengembangan kualitas sumber daya manusia, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk pemberdayaan masyarakat, program magang mahasiswa, penyaluran alumni, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang disepakati oleh kedua belah pihak. Tidak hanya berhenti pada MoU, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) antara Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dengan Direktur PT. Inatechno Berkah Khalifa, yang secara khusus menitikberatkan pada kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta rekrutmen alumni dan program magang mahasiswa. Momentum penandatanganan ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan workshop yang menghadirkan alumni sebagai narasumber, sehingga memperkuat keterkaitan antara proses pendidikan di kampus dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Direktur PNP, Revalin Hardianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Ia menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi harus menjadi jembatan nyata dalam peningkatan kualitas SDM, penguatan riset terapan, serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan alumni untuk berkiprah di dunia industri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan jurusan dalam membangun ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa keterlibatan alumni dalam kerja sama ini menjadi nilai tambah tersendiri. “Ini adalah bukti bahwa lulusan kita tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga kembali memberikan kontribusi nyata bagi almamater. Kerja sama ini akan memperkuat link and match antara kampus dan industri,” ungkapnya. Direktur PT. Inatechno Berkah Khalifa, Iswandi Saputra, juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas lulusan di Jurusan Teknologi Informasi PNP. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar untuk membangun sinergi yang saling menguntungkan, khususnya dalam hal pengembangan talenta digital, penelitian terapan, serta penyerapan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kami melihat potensi besar dari mahasiswa dan lulusan PNP. Melalui kerja sama ini, kami ingin berkontribusi dalam mempersiapkan talenta yang siap terjun ke dunia kerja dan mampu memberikan solusi berbasis teknologi,” ujarnya. Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, Politeknik Negeri Padang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan strategis dengan industri sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas.
Alumni Jadi Narasumber, Jurusan TI PNP Gelar Workshop GitHub untuk Penguatan Kolaborasi Digital
Padang, 4 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar kegiatan Workshop GitHub yang menghadirkan narasumber alumni, Riswandi Saputra, yang saat ini menjabat sebagai CEO Inatechno. Workshop ini dilaksanakan pada awal pekan, bertepatan dengan pelaksanaan minggu PKTOS (Pekan Kreativitas Teknologi, Olahraga, dan Seni), di mana suasana kampus sedang penuh dengan aktivitas mahasiswa di berbagai bidang. Sambil mahasiswa berlomba menampilkan kreativitas di bidang teknologi, olahraga, dan seni, para dosen turut memanfaatkan momen ini untuk memperbarui kompetensi teknis mereka, khususnya dalam pengelolaan kode dan alur kerja pengembangan perangkat lunak modern. Workshop yang dilaksanakan mulai pukul 09.30 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh seluruh dosen Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid, di mana dosen di kampus utama mengikuti secara luring di Gedung C lantai 2 Politeknik Negeri Padang, sementara dosen di PSDKU mengikuti secara daring. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan platform kolaborasi seperti GitHub dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan perangkat lunak berbasis tim. Workshop GitHub ini tidak hanya menjadi kegiatan teknis semata, tetapi juga memiliki makna strategis karena menghadirkan alumni sebagai narasumber utama. Kehadiran alumni di ruang akademik menunjukkan hubungan yang berkelanjutan antara kampus dan lulusannya. Dalam penyampaian pembukaan, Yuhefizar menegaskan bahwa kehadiran alumni sebagai narasumber memberikan tiga makna penting bagi jurusan. Pertama, ini merupakan bukti nyata bahwa proses pendidikan di Jurusan Teknologi Informasi mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri. Kedua, alumni berperan sebagai jembatan antara dunia kampus dan dunia industri, membawa pengalaman nyata yang dapat memperkaya wawasan dosen dan mahasiswa terkait kebutuhan dan dinamika di lapangan. Ketiga, kehadiran alumni menjadi sumber motivasi, bahwa dari ruang-ruang kelas yang ada hari ini akan lahir individu-individu yang suatu saat dapat kembali, berbagi ilmu, bahkan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Riswandi Saputra sendiri merupakan alumni Jurusan Teknologi Informasi yang lulus pada tahun 2016. Selama masa kuliah, beliau dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di bidang software development. Setelah menyelesaikan studi, ia terus mengembangkan diri di industri teknologi hingga akhirnya mendirikan dan memimpin perusahaan Inatechno, yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pemahaman praktis mengenai penggunaan GitHub sebagai platform kolaborasi dalam pengembangan perangkat lunak, mulai dari manajemen repository, version control, hingga kerja tim berbasis proyek. Topik GitHub yang diangkat dalam kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan arah kepemimpinan dan pengembangan saat ini, yang menekankan bahwa “The Future Building Happens Together” masa depan dibangun melalui kolaborasi, bukan kerja individu semata. Ketua Panitia kegiatan, Deni Satria, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Programming sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang pengembangan perangkat lunak. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya kolaborasi, meningkatkan kapasitas dosen, serta mempererat keterlibatan antar anggota KBK dalam mengembangkan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperkuat ekosistem kolaboratif yang melibatkan alumni sebagai bagian penting dalam pengembangan institusi. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan workshop masih berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan.