Evaluasi Program SapaTI, setelah 2 minggu di luncurkan.
Padang — Program inovasi komunikasi internal Jurusan Teknologi Informasi, SapaTI (Saluran Aspirasi dan Pendampingan Akademik), menunjukkan dampak nyata sejak pertama kali diluncurkan pada tanggal 20 April 2026. Tidak sekadar menjadi wadah penyampaian aspirasi, SapaTI terbukti mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi civitas akademika.
Sejumlah aspirasi yang masuk melalui kanal ini mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Mulai dari permohonan bantuan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang betul-betul mengalami kendala finansial, penyampaian permasalahan akademik, hingga kebutuhan pemanfaatan fasilitas jurusan. Seluruh masukan tersebut tidak hanya dicatat, tetapi langsung ditindaklanjuti oleh pimpinan jurusan secara responsif.
Menariknya, SapaTI tidak hanya menjadi ruang pengaduan. Salah satu pesan yang masuk justru berisi usulan pemberian apresiasi kepada mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi yang aktif menjadi relawan saat bencana banjir pada November lalu. Hal ini menunjukkan bahwa SapaTI juga berfungsi sebagai ruang untuk menyalurkan nilai-nilai positif dan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa.
Respons positif pun datang dari para pengguna. Seorang mahasiswa menyampaikan rasa syukur atas bantuan keringanan UKT yang diterimanya, sementara mahasiswa lainnya mengapresiasi kecepatan respons pimpinan jurusan dalam menangani kendala yang dihadapi.
“Saya sangat senang program ini benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya. Semoga ke depannya terus berjalan dan membawa perubahan yang bisa kita rasakan bersama sebagai warga TI,” ungkap salah seorang mahasiswa melalui pesan WhatsApp SapaTI.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom, menegaskan bahwa SapaTI tidak dirancang sebagai media pengaduan semata, melainkan sebagai ruang komunikasi yang sehat untuk saling menguatkan serta mencari solusi secara bijak dan proporsional.
Kehadiran SapaTI menjadi angin segar dalam ekosistem komunikasi internal jurusan. Dengan memanfaatkan hotline WhatsApp yang dikelola langsung oleh pimpinan jurusan dan menjamin kerahasiaan pengguna, civitas akademika kini memiliki akses komunikasi yang lebih terbuka, personal, dan responsif, tanpa harus menunggu forum formal yang kerap membatasi interaksi.
Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berkelanjutan di Jurusan Teknologi Informasi, tetapi juga dapat menjadi model komunikasi akademik yang inspiratif bagi jurusan lain dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif, adaptif, dan produktif.
Bagi civitas akademika yang ingin menyampaikan aspirasi, SapaTI dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor +62 821 770 7494 (chat only). Seluruh komunikasi dijaga kerahasiaannya dan ditangani langsung oleh pimpinan jurusan.

