Bukittinggi, 8 Agustus 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (TI PNP) menyusun lima rencana aksi strategis sebagai arah pengembangan Jurusan TI untuk satu tahun ke depan. Lima rencana aksi tersebut disampaikan dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan dan Manajerial Politeknik Negeri Padang yang dilaksanakan di Hotel Grand Royal Denai, Sabtu, 8 Agustus 2026, dan dihadiri oleh seluruh pimpinan PNP.
Forum tersebut menjadi momentum bagi Jurusan TI untuk menyampaikan arah pengembangan dan prioritas kerja satu tahun ke depan sekaligus menyamakan persepsi mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memperkuat mutu akademik, tata kelola, tridharma perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta layanan kepada mahasiswa.
Lima rencana aksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan berbagai program yang telah berjalan di Jurusan TI, di antaranya Buku SIKAP, SapaTI, #RabuSapaTI, penguatan peran Penasehat Akademik (PA), Team Teaching, Technocenter, dan Jurnal Jurusan. Program-program tersebut akan diperkuat dan diintegrasikan dalam sebuah sistem pengembangan Jurusan TI yang lebih terarah dan terukur.

Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa rencana aksi tersebut dirancang bukan sekadar untuk menambah jumlah program kerja, tetapi untuk memastikan program yang telah dibangun dapat berkembang menjadi sistem dan budaya kerja yang menghasilkan dampak.
“Kita tidak ingin sekadar memiliki banyak program. Program yang sudah baik harus kita lanjutkan, kita integrasikan, kita ukur hasilnya, kemudian kita perbaiki secara berkelanjutan. Arah kita adalah dari program menjadi sistem, dari sistem menjadi budaya, dan akhirnya menghasilkan dampak,” ujar Yuhefizar.
Lima Rencana Aksi Strategis
Dalam forum Pelatihan Kepemimpinan dan Manajerial tersebut, Jurusan TI menyampaikan lima rencana aksi strategis yang akan menjadi payung pengembangan selama satu tahun ke depan.
1. Student Success & Character
Rencana aksi pertama berfokus pada penguatan pembinaan mahasiswa, karakter, prestasi, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Buku SIKAP akan terus diperkuat sebagai instrumen pembentukan karakter dan soft skill mahasiswa. Sementara itu, peran Penasehat Akademik (PA) akan diperkuat sebagai ujung tombak pembinaan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan pribadi.
SapaTI tetap dikembangkan sebagai kanal aspirasi dan penyampaian permasalahan sivitas akademika, sementara #RabuSapaTI terus menjadi media komunikasi rutin untuk menyampaikan informasi, arahan, dan pesan-pesan penting kepada sivitas akademika.
Ke depan, berbagai instrumen tersebut diarahkan menjadi satu Student Success System, yang mengintegrasikan identifikasi masalah mahasiswa, pembinaan, intervensi, monitoring, dan evaluasi.
Jurusan juga akan memperkuat pembinaan prestasi, sertifikasi, kompetensi, portfolio, serta keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, inovasi, dan berbagai kegiatan yang mendukung kesiapan karier.
2. Teaching Excellence & Learning Infrastructure
Rencana aksi kedua diarahkan pada penguatan kualitas dosen, pembelajaran, Team Teaching, pengembangan kompetensi, serta sarana dan prasarana pembelajaran.
Team Teaching akan terus diperkuat agar tidak hanya menjadi pembagian dosen dalam satu mata kuliah, tetapi menjadi praktik kolaborasi untuk memastikan kesamaan persepsi mengenai capaian pembelajaran, materi, metode, asesmen, dan evaluasi.
Pengembangan dosen juga diarahkan pada peningkatan kompetensi pedagogik dan teknologi, pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, sertifikasi, pengalaman industri, penelitian, publikasi, dan pengembangan profesional.
Aspek sarana dan prasarana juga menjadi perhatian penting, terutama karena Jurusan TI memiliki tiga PSDKU. Saat ini terdapat beberapa fasilitas laboratorium di PSDKU yang perlu diperkuat agar mampu mendukung kebutuhan pembelajaran.
Karena itu, penguatan sarana akan dilakukan melalui pemetaan kondisi laboratorium, penetapan standar minimum, serta penentuan prioritas pengadaan dan perbaikan berdasarkan kebutuhan pembelajaran.
Prinsip yang menjadi perhatian adalah:
“Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak kualitas.”
Dengan prinsip tersebut, mahasiswa di kampus utama maupun PSDKU diharapkan mendapatkan pengalaman pembelajaran yang bermutu dengan standar yang sama.
3. Research, Publication & Innovation
Rencana aksi ketiga berfokus pada penguatan penelitian, publikasi, HKI, inovasi, dan hilirisasi hasil riset.
Jurusan TI akan mendorong perubahan paradigma dari penelitian yang berhenti pada laporan menjadi sebuah ekosistem:
Research → Publication → HKI → Innovation → Product → Impact.
Penguatan roadmap penelitian, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, research clinic, publication clinic, serta pengembangan budaya publikasi menjadi bagian dari prioritas.
Jurnal Jurusan akan terus diperkuat sebagai wadah pengembangan budaya publikasi dan salah satu representasi akademik Jurusan TI.
Sementara itu, Technocenter diarahkan semakin kuat dalam mengembangkan dan menghilirkan hasil penelitian dan inovasi sehingga dapat berkembang menjadi prototype, HKI, produk, maupun kerja sama dengan mitra.
Dengan demikian, penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri.
4. Community & Industry Impact
Rencana aksi keempat diarahkan pada penguatan pengabdian kepada masyarakat, hubungan industri, dan dampak tridharma perguruan tinggi.
Jurusan TI akan mengembangkan PkM yang lebih berorientasi pada kebutuhan dan dampak. Program yang telah berjalan, termasuk Nagari Digital, akan terus diperkuat dan dikembangkan menjadi program yang berkelanjutan.
Pendekatan yang digunakan diarahkan pada:
Baseline → Intervention → Output → Outcome → Impact.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan PkM tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan, tetapi dari perubahan dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
Keberadaan tiga PSDKU juga menjadi peluang untuk menjadikan masing-masing wilayah sebagai living laboratory, yaitu lingkungan nyata untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, mengembangkan solusi teknologi, melibatkan mahasiswa, dan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, serta pengabdian.
Di sisi industri, kerja sama akan diperkuat melalui guest lecturer, project industri, PKL/magang, penelitian bersama, PkM, sertifikasi, serta berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan mitra.
5. Smart Governance & Quality Culture
Rencana aksi kelima menjadi fondasi yang menopang empat rencana aksi lainnya, yaitu penguatan tata kelola, profesionalisme tenaga kependidikan, monitoring, evaluasi, dan budaya mutu.
Semakin kompleksnya pengelolaan Jurusan TI, termasuk dengan keberadaan tiga PSDKU, membutuhkan sistem koordinasi dan pengendalian yang lebih terstruktur.
Untuk itu, Jurusan TI memperkuat ritme manajemen melalui:
- Rapat mingguan pimpinan jurusan, untuk pengendalian dan penyelesaian persoalan aktual;
- Rapat dwi mingguan dengan tendik, untuk penguatan layanan dan administrasi;
- Rapat bulanan dosen program studi, untuk evaluasi kualitas akademik;
- Rapat bulanan seluruh dosen, untuk membahas arah strategis, kolaborasi, pengembangan tridharma, dan isu-isu penting jurusan.
Rangkaian rapat tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai forum komunikasi, tetapi menjadi bagian dari siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Prinsip yang akan diperkuat adalah:
Setiap rapat menghasilkan keputusan. Setiap keputusan menghasilkan aksi. Setiap aksi menghasilkan bukti. Setiap bukti dievaluasi. Setiap evaluasi menghasilkan perbaikan.
Pada sisi tenaga kependidikan, pengembangan diarahkan agar tendik semakin kuat sebagai academic service partner, dengan peningkatan kompetensi pelayanan, administrasi digital, pengelolaan data, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan dokumen mutu.
Tiga PSDKU Menjadi Bagian Penting Arah Pengembangan
Keberadaan tiga PSDKU menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan rencana aksi Jurusan TI. Dengan lokasi, karakteristik mahasiswa, kebutuhan sarana, dan konteks wilayah yang berbeda, pengelolaan tiga PSDKU membutuhkan koordinasi dan perhatian yang lebih besar.
Karena itu, Jurusan TI mengusung prinsip:
“Satu Jurusan, Satu Standar.”
Artinya, standar akademik, layanan, monitoring, pelaporan, dan indikator mutu harus dijaga agar konsisten di kampus utama maupun tiga PSDKU. Sementara itu, implementasinya dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Penguatan fasilitas laboratorium PSDKU menjadi salah satu prioritas nyata dalam kerangka tersebut.
“PSDKU bukan sekadar lokasi tambahan. PSDKU adalah bagian integral dari keluarga besar Jurusan TI. Karena itu, kualitas pendidikan dan layanan yang kita bangun harus dirasakan oleh seluruh mahasiswa, di mana pun mereka belajar,” ungkap Yuhefizar.
Dari Program Menjadi Sistem
Lima rencana aksi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membangun ekosistem Jurusan TI yang saling terhubung.
Mahasiswa dibina agar berkembang dan berprestasi. Dosen didorong untuk terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Tendik diperkuat sebagai mitra layanan akademik. Penelitian diarahkan menghasilkan publikasi dan inovasi. Pengabdian dan kerja sama industri diperkuat agar menghasilkan dampak. Seluruh proses tersebut dikendalikan melalui tata kelola dan budaya mutu.
Dengan pendekatan tersebut, satu kegiatan diharapkan dapat menghasilkan berbagai luaran. Penelitian, misalnya, dapat melibatkan mahasiswa, menghasilkan publikasi dan HKI, dikembangkan melalui Technocenter, serta diterapkan kepada masyarakat atau industri.
Demikian pula kegiatan PkM dapat menjadi sumber pembelajaran, penelitian, inovasi, publikasi, dan penguatan kerja sama.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Jurusan TI untuk membangun budaya continuous improvement.
“Kita tidak ingin hanya menjadi jurusan yang memiliki banyak kegiatan. Kita ingin menjadi jurusan yang memiliki sistem, budaya kerja, dan mutu yang terus meningkat,” tegas Yuhefizar.
Lima rencana aksi tersebut selanjutnya akan diturunkan ke dalam target dan indikator yang lebih operasional, termasuk pembagian peran, timeline pelaksanaan, kebutuhan sumber daya, serta evidence yang harus disiapkan. Dengan demikian, rencana aksi satu tahun ke depan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi instrumen bersama untuk mengawal peningkatan mutu Jurusan Teknologi Informasi PNP.
Menguatkan yang Telah Dirintis, Mengintegrasikan Sistem, dan Menghasilkan Dampak.









