Padang, 6 Agustus 2026 — Komitmen dan konsistensi dalam mengintegrasikan Buku SIKAP ke dalam proses pembelajaran mendapat apresiasi dari Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang. Apresiasi tersebut diberikan kepada Rayendra, S.T., M.Kom., atas komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai soft skill Buku SIKAP pada setiap kelas yang diampunya selama Semester Genap 2025/2026. Rayendra adalah dosen Jurusan Teknologi Informasi dari Prodi Manajemen Informatika.
Apresiasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua Jurusan TI dalam rangkaian rapat persiapan Semester Ganjil 2026/2027 Jurusan Teknologi Informasi, sebagai bentuk penghargaan terhadap dosen yang menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam mendukung salah satu program penguatan karakter mahasiswa di Jurusan TI.
Buku SIKAP merupakan salah satu ikhtiar Jurusan TI untuk mengintegrasikan penguatan soft skill, karakter, etika, komunikasi, kedisiplinan, kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas, critical thinking, problem solving, serta berbagai nilai penting lainnya ke dalam pengalaman belajar mahasiswa.
Konsisten Mengimplementasikan di Setiap Kelas
Rayendra tidak hanya menyampaikan materi dan nilai-nilai Buku SIKAP kepada mahasiswa di setiap kelas yang diampunya, tetapi juga secara aktif mendokumentasikan proses implementasinya dan membagikannya melalui media sosial.
Praktik tersebut membuat pesan-pesan dan nilai yang terdapat dalam Buku SIKAP tidak berhenti di ruang kelas. Dokumentasi yang dibagikan melalui media sosial turut memperluas penyebaran nilai-nilai positif tersebut sekaligus menjadi contoh bagi sivitas akademika lainnya mengenai bagaimana Buku SIKAP dapat dihidupkan dalam proses pembelajaran.
Konsistensi tersebut dinilai menjadi salah satu praktik baik yang patut diapresiasi dan dikembangkan di lingkungan Jurusan TI.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas komitmen Rayendra dalam menjalankan program tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Pak Rayendra atas komitmen dan konsistensinya mengimplementasikan Buku SIKAP di setiap kelas yang beliau ampu. Yang lebih membanggakan, praktik baik tersebut juga didokumentasikan dan dibagikan melalui media sosial, sehingga nilai-nilai yang kita bangun melalui Buku SIKAP dapat menyebar lebih luas, mohon jangan dilihat dari nilainya, namun inilah sedikit apresiasi dari Jurusan” ujar Yuhefizar.
Menurutnya, konsistensi seperti ini sangat penting dalam membangun budaya akademik. Program yang baik tidak akan memberikan dampak maksimal apabila hanya berhenti sebagai dokumen atau kebijakan, tetapi perlu dihidupkan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
“Buku SIKAP bukan sekadar buku yang harus disampaikan kepada mahasiswa. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya benar-benar hadir dalam proses pembelajaran dan perlahan menjadi bagian dari sikap mahasiswa,” tambahnya.

Apresiasi untuk Komitmen, Bukan Sekadar Penghargaan
Yuhefizar menegaskan bahwa apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih sekaligus penghargaan kepada dosen yang memiliki komitmen dalam mengimplementasikan Buku SIKAP.
“Ini adalah bentuk ucapan terima kasih sekaligus penghargaan dari Jurusan TI kepada dosen yang memiliki komitmen untuk mengimplementasikan Buku SIKAP sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam menguatkan nilai-nilai soft skill dalam diri mahasiswa,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, memecahkan masalah, memiliki integritas, disiplin, etika, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi.
Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin cepat, kemampuan teknis perlu berjalan seiring dengan karakter dan soft skill.
“Kita ingin lulusan TI tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter, etika, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan mampu membawa dirinya dengan baik di tengah masyarakat maupun dunia kerja,” ungkapnya.
Dilanjutkan pada Semester Ganjil 2026/2027
Apresiasi yang diberikan atas implementasi Buku SIKAP selama Semester Genap 2025/2026 tersebut tidak menjadi akhir dari program. Jurusan TI akan terus melanjutkan dan memperkuat implementasinya pada Semester Ganjil 2026/2027.
Pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan oleh Rayendra diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen lainnya untuk semakin aktif mengintegrasikan nilai-nilai Buku SIKAP dalam proses pembelajaran.
Ke depan, Jurusan TI juga mendorong agar implementasi Buku SIKAP tidak dipandang sebagai kegiatan tambahan di luar pembelajaran, tetapi menjadi bagian integral dari pengalaman akademik mahasiswa.
Dengan demikian, penguatan soft skill tidak hanya disampaikan dalam bentuk materi, tetapi juga dibangun melalui keteladanan dosen, interaksi di kelas, aktivitas pembelajaran, kerja kelompok, penyelesaian masalah, komunikasi, serta refleksi mahasiswa.
“Apa yang dilakukan Pak Rayendra menunjukkan bahwa sebuah program akan menjadi kuat ketika ada orang yang mau menjalankannya dengan konsisten. Kami berharap praktik baik ini menular dan menjadi budaya bersama di Jurusan TI,” kata Yuhefizar.
Apresiasi terhadap Rayendra menjadi bagian dari upaya Jurusan TI untuk membangun budaya apresiasi terhadap praktik baik, sekaligus mendorong dosen untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran.
Bagi Jurusan TI, keberhasilan implementasi Buku SIKAP pada akhirnya bukan diukur dari berapa kali materi disampaikan, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai tersebut tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter mahasiswa.








