
Jurusan Teknologi Informasi PNP Perkuat Peran Penasehat Akademik dalam Pembinaan Mahasiswa dan Penguatan Karakter
Padang, 14 April 2026 – Dalam upaya merespons berbagai isu yang berkembang di kalangan mahasiswa serta memperkuat sistem pembinaan akademik dan karakter, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Rapat Penguatan Peran Penasehat Akademik (PA) yang dirangkaikan dengan sosialisasi Buku Bimbingan Akademik, pada Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi dan diikuti oleh seluruh dosen Jurusan Teknologi Informasi yang berperan sebagai Penasehat Akademik. Pelaksanaan secara hybrid ini memungkinkan partisipasi aktif seluruh dosen dalam mendukung penguatan sistem pembinaan mahasiswa secara menyeluruh.

Rapat ini bertujuan untuk mempertegas kembali posisi strategis Penasehat Akademik sebagai garda terdepan dalam pembinaan mahasiswa, baik dari aspek akademik, karakter, maupun kesiapan profesional.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam arahannya menegaskan bahwa Penasehat Akademik bukan sekadar pembimbing studi, melainkan mitra mahasiswa dalam proses bertumbuh. PA memiliki peran penting dalam mengarahkan, mendampingi, serta memastikan mahasiswa berkembang secara utuh, tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter.

Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa PA memiliki beberapa peran utama, di antaranya sebagai fasilitator komunikasi, mediator dalam penyelesaian masalah, pembimbing akademik, serta sebagai sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi permasalahan mahasiswa. Peran ini menjadi sangat penting dalam menjaga keberlangsungan studi mahasiswa secara terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga secara khusus menyikapi berbagai isu aktual yang muncul di lingkungan mahasiswa, seperti rendahnya keterbukaan mahasiswa terhadap orang tua dan pembimbing, permasalahan kesehatan mental, tekanan ekonomi, hingga fenomena perilaku menyimpang dan bullying. Jurusan menegaskan bahwa pendekatan terhadap isu-isu tersebut harus dilakukan secara bijak, humanis, dan berbasis pendampingan, bukan sekadar penilaian.

Dalam forum tersebut ditekankan bahwa berbagai permasalahan mahasiswa, termasuk ketidakjujuran, sering kali merupakan gejala dari persoalan yang lebih mendasar. Oleh karena itu, peran PA diarahkan untuk mampu menggali akar permasalahan melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan empatik.
Sebagai bagian dari penguatan sistem, Jurusan Teknologi Informasi juga menekankan pentingnya implementasi Buku Bimbingan Akademik (Buku PA) sebagai instrumen utama dalam monitoring, dokumentasi, dan deteksi dini permasalahan mahasiswa. Buku ini menjadi alat kerja utama PA yang wajib diisi secara rutin dan terstruktur.
Dalam mekanisme yang disepakati, setiap PA diwajibkan melakukan bimbingan minimal satu kali dalam satu bulan, dengan pencatatan yang lengkap meliputi permasalahan mahasiswa, solusi yang diberikan, serta tindak lanjut yang direncanakan. Mahasiswa juga diwajibkan menandatangani setiap sesi bimbingan sebagai bukti keterlibatan aktif.
Selain itu, rapat ini juga memperkuat implementasi Buku Sikap Mahasiswa sebagai instrumen pembentukan karakter, serta mengintegrasikannya dengan sistem pembinaan PA. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter mahasiswa.
Ketua Jurusan juga menegaskan pentingnya peran PA dalam sistem early warning (deteksi dini), dengan memperhatikan indikator-indikator seperti penurunan akademik, ketidakhadiran, perubahan perilaku, serta hambatan komunikasi. Dengan deteksi yang cepat, intervensi dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih kompleks.
Dalam hal penyelesaian konflik antara mahasiswa dan dosen, disepakati alur penyelesaian yang mengedepankan komunikasi profesional dan berjenjang, dimulai dari diskusi antara PA dan dosen terkait, dilanjutkan ke koordinator program studi, hingga ke tingkat jurusan jika diperlukan.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim akademik yang sehat, suportif, dan berorientasi pada pembinaan. Kolaborasi antara dosen, PA, dan mahasiswa menjadi kunci utama dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkarakter kuat.
Dalam penutupnya, Ketua Jurusan menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan. Oleh karena itu, seluruh dosen diharapkan dapat menjalankan peran sebagai PA dengan penuh kepedulian dan tanggung jawab.
“Kita tidak hanya mendidik mahasiswa untuk lulus, tetapi membimbing mereka agar tidak tersesat. Setiap catatan dalam Buku PA adalah bukti kepedulian kita. Mari kita pastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang berjalan sendiri,” ujar beliau.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Jurusan Teknologi Informasi dalam memperkuat sistem pembinaan mahasiswa secara menyeluruh, sekaligus sebagai respons nyata terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi mahasiswa di era saat ini.
Rapat Evaluasi Proses Belajar Mengajar Program Alih Jenjang D-4 TRPL Berlangsung Kondusif dan Konstruktif
Rabu, 22 Oktober 2025, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang…