Jurusan Teknologi Informasi Gelar Pertemuan Koordinasi Awal: Menyatukan Persepsi untuk Kepemimpinan yang Efektif
Padang, 31 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan pertemuan koordinasi awal yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan jurusan, termasuk perwakilan dari tiga Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), yakni PSDKU Tanah Datar, Solok Selatan, dan Pelalawan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan menjadi momentum penting dalam penyamaan persepsi serta penguatan koordinasi di bawah kepemimpinan Ketua Jurusan baru, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom. Pertemuan ini digelar tepat satu bulan setelah pelantikan Ketua Jurusan Teknologi Informasi yang baru. Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi berupaya menegaskan arah kebijakan, tata kelola, serta nilai-nilai kepemimpinan yang kolaboratif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan. Kegiatan dihadiri oleh seluruh koordinator program studi, sekretaris jurusan, dosen tetap, dosen P3K, serta tenaga kependidikan di semua lokasi penyelenggaraan pendidikan. Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Teknologi Informasi menekankan bahwa seluruh aktivitas dan dinamika yang terjadi di jurusan merupakan tanggung jawab bersama, dengan prinsip kepemimpinan yang inklusif dan transparan. Ia menyampaikan pesan penting yang menjadi pijakan kerja ke depan, “Tidak ada kesalahan Sekretaris Jurusan, Koordinator Prodi, maupun Tenaga Kependidikan. Apapun yang terjadi di jurusan adalah tanggung jawab ketua jurusan,” ujar Yuhefizar dengan tegas. Beliau menambahkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh posisi formal, melainkan oleh kemampuan membangun kepercayaan, keterbukaan komunikasi, dan kolaborasi antarpersonel. Oleh karena itu, budaya kerja yang akan dikembangkan di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi menitikberatkan pada kerja tim, transparansi kebijakan, delegasi wewenang yang proporsional, serta pengambilan keputusan yang bertingkat dan partisipatif. Lebih lanjut, Yuhefizar menegaskan pentingnya menumbuhkan rasa kebersamaan di antara seluruh dosen dan tendik. Ia menyampaikan filosofi kepemimpinan yang menjadi landasan kinerjanya, yakni semangat “Kita, bukan Saya”. Menurutnya, dengan budaya tersebut, setiap unsur dalam jurusan akan memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang sama terhadap kemajuan organisasi. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Ketua Jurusan juga menguraikan sejumlah langkah operasional yang akan dijalankan secara konsisten. Di antaranya, pelaksanaan briefing rutin dua mingguan untuk tenaga kependidikan dan teknisi, rapat evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) yang melibatkan prodi, sekretaris, dan ketua jurusan, serta rapat evaluasi bulanan struktural yang dilaksanakan secara hybrid. Selain itu, akan dilakukan pula pertemuan bulanan dosen secara offline di kampus utama dan online bagi dosen di PSDKU. Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula peta kondisi terkini Jurusan Teknologi Informasi. Saat ini jurusan memiliki total 80 dosen, terdiri dari 63 dosen PNS dan 17 dosen P3K, serta 17 tenaga kependidikan yang tersebar di kampus utama dan tiga lokasi PSDKU. Data ini menjadi dasar dalam perencanaan kebutuhan dan pemerataan beban kerja ke depan. Selain memperkuat tata kelola internal, Yuhefizar juga menegaskan bahwa tahun ini jurusan akan fokus pada sejumlah program prioritas. Di antaranya adalah pemetaan homebase dosen sesuai bidang keahlian, pembentukan kelompok bidang keahlian (KBK), penyusunan proses bisnis jurusan, serta pengembangan sistem informasi jurusan terpadu beserta SOP penggunaan sistem tersebut. Tidak hanya itu, jurusan juga tengah mempersiapkan akreditasi untuk Program Studi Animasi, sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu akademik. Pertemuan koordinasi ini juga menjadi wadah untuk membangun kesepahaman mengenai pentingnya budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan, terutama di era digital. Ketua Jurusan mendorong seluruh sivitas akademika agar terus berinovasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan visi Politeknik Negeri Padang sebagai institusi vokasi unggul dan berdaya saing global. Sebagai penutup, Yuhefizar mengajak seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan untuk menjaga komunikasi dua arah, menjunjung nilai keteladanan dalam setiap tindakan, dan membangun kolaborasi lintas prodi dan lokasi kampus. “Kepemimpinan yang baik dimulai dari komunikasi dua arah, keteladanan, dan pembagian peran yang adil. Dengan semangat kebersamaan, kita akan mampu membawa Jurusan Teknologi Informasi menjadi lebih maju, efisien, dan berdampak luas,” tutupnya. Dengan dilaksanakannya pertemuan koordinasi awal ini, Jurusan Teknologi Informasi menegaskan komitmennya untuk menjalankan kepemimpinan yang profesional, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi lahirnya budaya kerja kolaboratif dan sistem tata kelola jurusan yang semakin modern dan akuntabel.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP Sosialisasikan Program Nagari Digital di Nagari Lubuak Malako, Solok Selatan
Lubuak Malako, Kamis, 30 Oktober 2025.Setelah melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar di Kampus PSDKU Politeknik Negeri Padang (PNP) Solok Selatan, Dr. Ir. Yuhefizar, Ketua Jurusan Teknologi Informasi sekaligus Ketua Tim Nagari Digital PNP, memanfaatkan waktu dengan melakukan kunjungan resmi ke Kantor Wali Nagari Lubuak Malako. Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program “Nagari Digital”, sebuah inisiatif unggulan PNP yang telah sukses membina lebih dari 66 nagari di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Yuhefizar didampingi oleh seluruh dosen Program Studi Teknik Komputer PSDKU Solok Selatan. Rombongan disambut hangat oleh Wali Nagari Lubuak Malako, Bapak Abdul Reda, beserta seluruh staf nagari. Turut hadir pula Wali Nagari Padang Gantiang Kecamatan Sangir Jujuan, Bapak Nobon, bersama Sekretaris Nagari yang ikut memberikan dukungan terhadap gagasan strategis ini. Dalam sambutannya, Dr. Yuhefizar menyampaikan bahwa program Nagari Digital merupakan langkah nyata Politeknik Negeri Padang untuk membantu pemerintah daerah mempercepat transformasi digital di tingkat nagari. Program ini mencakup pembangunan website resmi nagari, pelatihan literasi digital bagi perangkat nagari, serta penguatan sistem informasi pelayanan publik yang terintegrasi dengan konsep Satu Data Indonesia. “Nagari Digital bukan hanya sekadar membuat website, tetapi sebuah gerakan transformasi menuju pelayanan publik berbasis data dan teknologi. Melalui digitalisasi, nagari dapat memperkuat transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam melayani masyarakat. Ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden yang mendorong pemerataan pembangunan dan transformasi digital nasional,” ujar Dr. Yuhefizar. Ia menambahkan bahwa kehadiran kampus PSDKU PNP Solok Selatan di Nagari Lubuak Malako merupakan peluang besar untuk membangun sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan pemerintahan nagari. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi digital sekaligus memberikan ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Wali Nagari Lubuak Malako, Bapak Abdul Reda, menyambut dengan antusias program ini. Ia menyatakan rasa bangga atas kepedulian PNP yang menjadikan nagarinya sebagai bagian dari gerakan Nagari Digital Sumatera Barat. “Kami sangat senang dan mendukung penuh program ini. Nagari Lubuak Malako siap menjadi contoh nagari digital di Solok Selatan. Bulan depan (November 2025) kami ingin program ini sudah mulai diwujudkan!” ujarnya penuh semangat. Sementara itu, Wali Nagari Padang Gantiang, Bapak Nobon, juga menyampaikan dukungannya. Ia berharap program Nagari Digital dapat membuka peluang kolaborasi antar-nagari dalam pengelolaan data, promosi potensi lokal, serta peningkatan pelayanan berbasis teknologi. “Kami siap belajar dan berkolaborasi agar seluruh nagari di wilayah Sangir Jujuan dapat ikut terdigitalisasi,” ujarnya. Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana akrab dan produktif. Para perangkat nagari menyimak dengan antusias penjelasan teknis mengenai tahapan pembangunan sistem, mulai dari perencanaan, desain website, hingga pelatihan operator nagari. Diskusi ditutup dengan komitmen bersama antara pihak kampus dan nagari untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah implementasi program dalam waktu dekat. Sebagai Ketua Tim Nagari Digital PNP, Dr. Yuhefizar menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi nagari akan terwujud bila ada sinergi antara kampus, pemerintah nagari, dan masyarakat. “Kita ingin nagari di Sumatera Barat tidak tertinggal dalam era digital. Kampus hadir bukan hanya untuk mengajar, tapi juga untuk mengabdi dan membantu nagari bertransformasi menjadi cerdas, transparan, dan melayani dengan teknologi.” Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran PNP sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya mencetak tenaga ahli, tetapi juga menggerakkan perubahan sosial berbasis teknologi. Melalui program Nagari Digital, Politeknik Negeri Padang terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi nyata dari kampus untuk nagari.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP Lakukan Monitoring dan Evaluasi PBM di Kampus PSDKU Lubuak Malako, Solok Selatan
Lubuak Malako, Kamis, 30 Oktober 2025Dr. Ir. Yuhefizar, Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP), melaksanakan kunjungan kerja ke Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Padang di Lubuak Malako, Kabupaten Solok Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar (PBM) di lingkungan Prodi Teknik Komputer.Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Padang sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada mutu lulusan dan profesionalisme tenaga pendidik. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Yuhefizar menegaskan pentingnya menjaga kualitas PBM, kedisiplinan dosen, serta ketepatan waktu pelaksanaan perkuliahan. Beliau menekankan bahwa kehadiran dosen dan mahasiswa di kelas merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran vokasi yang berbasis praktik dan tatap muka langsung.“Kehadiran dosen tepat waktu di kelas dan keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran adalah kunci utama membentuk lulusan yang kompeten, beretika, dan siap kerja. Mari kita jaga kualitas lulusan PNP dengan penuh tanggung jawab dan semangat, meskipun kita menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas,” tegas Dr. Yuhefizar dalam arahannya.Dalam rapat evaluasi yang dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Teknik Komputer, suasana berjalan hangat dan penuh semangat. Para dosen menyampaikan berbagai pandangan serta harapan untuk kemajuan kampus PSDKU. Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat komunikasi internal antar dosen serta mempererat hubungan koordinatif antara kampus PSDKU dan Jurusan Teknologi Informasi di kampus utama. Edwar, salah seorang dosen Prodi Teknik Komputer, menyampaikan rasa bangganya atas perhatian pimpinan jurusan yang hadir langsung ke lokasi yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari kampus utama PNP di Padang. “Kami merasa sangat dihargai. Kehadiran langsung Ketua Jurusan memberikan semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Ini bentuk nyata kepedulian pimpinan terhadap kami di daerah,” ujarnya.Selain Edwar, dosen lainnya juga memberikan testimoni positif. Dosen muda, Riyan, mengungkapkan, “Kunjungan seperti ini membuat kami merasa menjadi bagian yang utuh dari keluarga besar Jurusan Teknologi Informasi. Motivasi kami meningkat untuk memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan lembaga.”Hal senada juga disampaikan oleh dosen senior, Katrina. “Saya mengapresiasi komitmen Pak Yuhefizar yang datang langsung ke PSDKU. Beliau tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mendengarkan kondisi kami di lapangan. Ini sangat memotivasi kami untuk menjaga mutu dan kekompakan,” katanya.Selain melakukan evaluasi PBM, Dr. Yuhefizar juga meninjau kondisi sarana dan prasarana kampus PSDKU, seperti ruang kelas, laboratorium komputer, dan fasilitas pendukung lainnya. Beliau menilai bahwa meskipun masih ada beberapa keterbatasan, semangat dosen dan mahasiswa di Lubuak Malako sangat luar biasa. “Keterbatasan bukan alasan untuk tidak berkualitas. Justru di sinilah karakter sejati tenaga pendidik diuji,” ungkapnya dengan optimis.Lebih lanjut, Dr. Yuhefizar juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan pihak nagari dan pemerintah daerah (Pemda) setempat. Dukungan dari lingkungan eksternal sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas kampus, terutama dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat lokal.“PNP selalu berkomitmen menjadi bagian dari solusi bagi daerah. Kita ingin kehadiran kampus di Lubuak Malako memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun pengabdian masyarakat,” ujarnya.Kunjungan kerja yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog santai antara dosen, mahasiswa, dan Ketua Jurusan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen evaluasi akademik, tetapi juga momentum memperkuat semangat kebersamaan dan profesionalisme sivitas akademika PSDKU Lubuak Malako dalam mendukung visi besar Politeknik Negeri Padang: Menjadi Politeknik Unggul dan Terdepan dalam Pendidikan Terapan.
Jurusan Teknologi Informasi PNP dan Management and Science University (MSU) Malaysia Perkuat Kerjasama Internasional Bidang Pendidikan dan Riset
Padang, 29 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali mempererat hubungan kerja sama internasional dengan Management and Science University (MSU), Malaysia, melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025 secara daring. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sinergi antar dua institusi pendidikan tinggi dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat lintas negara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom selaku Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, didampingi oleh Bapak Roni Putra, S.Kom., M.T, Koordinator Program Studi Manajemen Informatika. Dari pihak MSU hadir Bapak Rachmad Amanda, Bapak Ghaffar Rafli Rozani, dan Bapak Mohd. Hairulnizam Ibrahim yang mewakili tim manajemen internasional MSU. Kerjasama antara Jurusan Teknologi Informasi PNP dan MSU telah berlangsung sejak tahun 2019, khususnya melalui program double degree yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi untuk melanjutkan studi di MSU dan memperoleh dua gelar akademik. Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen PNP dalam memperluas jejaring akademik internasional serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Dalam rapat koordinasi ini, kedua belah pihak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program double degree yang telah berjalan. Evaluasi mencakup aspek akademik, administrasi, serta pengalaman belajar mahasiswa yang telah menjalani program tersebut. MSU menyampaikan apresiasi atas kualitas mahasiswa PNP yang dinilai adaptif dan memiliki kompetensi yang baik selama studi di Malaysia. Selain mengevaluasi program yang telah berjalan, pertemuan ini juga membahas sejumlah rencana strategis untuk memperluas cakupan kerja sama ke bidang lain. Di antaranya adalah program student mobility, strategi promosi bersama, guest lecture (dosen tamu), serta kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat antar dua institusi. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen di kedua belah pihak. Dalam sambutannya, Dr. Ir. Yuhefizar menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa program double degree yang selama ini berjalan dengan baik perlu ditingkatkan skalanya melalui kegiatan akademik dan riset bersama. “Kami berharap tahun depan dapat dimulai program guest lecture antara dosen Jurusan Teknologi Informasi PNP dan MSU, serta kolaborasi penelitian dan pengabdian lintas negara,” ujarnya. Sementara itu, Bapak Roni Putra, S.Kom., M.T, selaku Koordinator Program Studi Manajemen Informatika sekaligus pengawal kerja sama ini sejak awal, menambahkan bahwa keberlanjutan program internasional ini merupakan bukti nyata komitmen Jurusan Teknologi Informasi dalam mendorong internasionalisasi pendidikan vokasi. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari seluruh sivitas akademika sangat diperlukan agar manfaat kerja sama ini dapat dirasakan secara luas oleh mahasiswa dan dosen. Pihak MSU melalui perwakilannya, Bapak Rachmad Amanda, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan profesionalisme Jurusan Teknologi Informasi PNP dalam membangun kemitraan yang produktif. Menurutnya, PNP merupakan salah satu mitra strategis MSU di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan terapan dan riset kolaboratif di bidang teknologi informasi. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, MSU berencana akan melakukan kunjungan resmi ke Politeknik Negeri Padang dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk memfinalisasi beberapa agenda aksi nyata dari hasil rapat, termasuk penyusunan kurikulum bersama, perencanaan mobilitas mahasiswa, serta pembahasan proyek riset kolaboratif yang akan dimulai pada tahun akademik mendatang. Melalui kolaborasi yang semakin erat ini, Jurusan Teknologi Informasi PNP berharap dapat memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam kegiatan akademik internasional, sekaligus memperkuat reputasi PNP sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul dan berdaya saing global. Kerja sama lintas negara ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi PNP menuju kampus vokasi berkelas dunia.
Jurusan Teknologi Informasi Gelar Rapat Evaluasi Proses Bisnis dan SOP Menuju Tata Kelola Digital Terpadu
Padang, 29 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi (TI) Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar rapat evaluasi proses bisnis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola jurusan yang efektif, efisien, dan berbasis digital. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, serta dihadiri oleh seluruh pejabat struktural jurusan dan dosen yang memiliki kompetensi di bidang proses bisnis, manajemen sistem, dan tata kelola pendidikan vokasi.Dalam arahannya, Dr. Ir. Yuhefizar menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dari upaya transformasi tata kelola di lingkungan jurusan. “Kita ingin memastikan seluruh proses bisnis di Jurusan Teknologi Informasi berjalan sesuai standar mutu, terdokumentasi dengan baik, dan siap diintegrasikan ke dalam sistem informasi jurusan yang terpadu, sebagai fondasi menuju digitalisasi pelayanan,” ujar beliau. Lebih lanjut, Dr. Yuhefizar menegaskan bahwa sebelum digitalisasi sistem dijalankan, jurusan akan memulai langkah awal dengan pemetaan potensi dosen, penataan Kelompok Bidang Keahlian (KBK), serta penataan homebase dosen sesuai kompetensi program studi masing-masing. Menurutnya, hal ini penting agar setiap dosen ditempatkan dan berkontribusi sesuai bidang keahliannya, sehingga efektivitas kinerja dan mutu akademik meningkat.“Digitalisasi tata kelola tidak bisa dipisahkan dari tata kelola sumber daya manusianya. Kita mulai dengan memetakan kekuatan dan potensi dosen, menyusun kembali KBK, lalu menata homebase berdasarkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan prodi. Dari situlah sistem digital nantinya dibangun dan berjalan dengan kuat,” tambahnya.Rapat ini juga menjadi forum sinkronisasi antara SOP yang sudah berjalan dengan kebutuhan baru jurusan, khususnya dalam menghadapi dinamika kebijakan kampus dan perkembangan teknologi informasi yang cepat. Para koordinator program studi, kepala laboratorium, dan dosen bidang keahlian turut memberikan masukan konstruktif terkait tantangan implementasi SOP yang selama ini dijalankan di unit masing-masing. Koord. Program Studi D3 Manajemen Informatika, Roni, menilai kegiatan ini sangat strategis untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan efisiensi layanan akademik. “Evaluasi proses bisnis dan SOP akan membuat alur kerja menjadi lebih jelas. Dengan dukungan sistem digital, kita bisa mempercepat layanan dan meningkatkan kepuasan mahasiswa maupun stakeholder lainnya,” jelasnya.Sementara itu, Koordinator Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Meri Azmi, menambahkan bahwa penataan KBK dan homebase akan memperkuat kolaborasi antarprodi. “Kita ingin setiap bidang keahlian benar-benar berfungsi sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan pembelajaran di jurusan. Jika potensi dosen sudah tersusun rapi, maka proses digitalisasi akan lebih mudah diintegrasikan,” ujarnya.Koord. Prodi D3 Manajemen Informatika PSDKU Pelalawan, Fazrol Rozi menyoroti pentingnya pelatihan dan sosialisasi SOP baru serta sistem informasi yang akan dikembangkan. Menurutnya, keberhasilan sistem digital sangat bergantung pada kesiapan SDM. “SOP yang baik perlu disertai pemahaman dan pembiasaan. Jika SDM sudah siap, maka sistem digital bisa menjadi alat bantu kerja yang sangat efisien,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan juga memaparkan target utama yang ingin dicapai: Dr. Yuhefizar berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat mendukung proses transformasi ini dengan semangat kolaboratif. “Digitalisasi bukan hanya perubahan sistem, tetapi perubahan budaya kerja. Kita ingin Jurusan Teknologi Informasi menjadi contoh nyata bagaimana transformasi digital dapat meningkatkan tata kelola dan mutu pendidikan vokasi,” tegasnya.Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan jurusan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan awal, termasuk pembentukan tim pemetaan potensi dosen, tim penyusun peta proses bisnis, dan tim pengembang sistem informasi jurusan. Ketiga tim ini akan bekerja paralel untuk menghasilkan desain tata kelola yang efisien, transparan, dan siap terhubung dalam sistem digital terpadu.Dengan langkah terukur dan dukungan penuh seluruh unsur jurusan, Jurusan Teknologi Informasi PNP optimistis mampu mewujudkan tata kelola modern yang berbasis data, berorientasi layanan, dan adaptif terhadap perkembangan era digital serta industri 5.0. Transformasi ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju kampus digital yang unggul dan berdaya saing nasional.
Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Didorong Berinovasi di Tingkat Nasional Melalui Program INNOVILLAGE 2025
Padang, 28 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar kegiatan Sosialisasi Program INNOVILLAGE 2025 secara daring, sebuah ajang bergengsi tingkat nasional yang mendorong kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat desa dalam mengembangkan inovasi sosial berbasis teknologi digital. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkom Indonesia, Telkom University, dan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sejak diluncurkan pertama kali, INNOVILLAGE telah menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan kepedulian sosial melalui inovasi digital yang aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat desa. Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Bapak Harfebi, dosen Jurusan Teknologi Informasi, sebagai narasumber, dengan dukungan dari Bapak Dian Eka Putra, selaku Dosen Pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (HIMA TI). Sosialisasi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa aktif dari HIMA TI yang antusias mendengarkan peluang dan tantangan yang ditawarkan dalam program tersebut. Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan Wirda Nissa dan Nina Widiati, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi yang tahun lalu berhasil lolos dan menjadi peserta terpilih dalam program INNOVILLAGE 2024. Dalam sesi berbagi pengalamannya, Wirda dan Nina menceritakan proses ideation tahun ini penekanan pemanfaatan AI terutama pencapaian SDGs , penyusunan proposal, hingga tahap implementasi proyek sosial digital di lapangan. Pengalamannya memberikan inspirasi dan motivasi bagi peserta lain agar berani berinovasi serta percaya diri mengikuti kompetisi di tingkat nasional. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar mahasiswa dapat memanfaatkan momentum INNOVILLAGE ini untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan ilmiah dan teknologinya, tetapi juga belajar bagaimana membangun sistem digital yang bermanfaat secara sosial bagi masyarakat luas,” ujarnya. Dengan mengusung tema besar tahun ini “Drive Innovation, Create Impact, Build a Lasting Future”, INNOVILLAGE 2025 mengajak mahasiswa Indonesia untuk melahirkan solusi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak berkelanjutan. Semangat ini sejalan dengan misi Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang untuk mencetak generasi digital yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial. Tujuan utama program ini adalah mendorong pengembangan inovasi sosial digital berbasis kebutuhan masyarakat desa, sehingga tercipta solusi yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan teknologi, mahasiswa diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat desa, mulai dari layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kreatif. Selain itu, INNOVILLAGE juga menjadi sarana penerapan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial (change agent) yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kehidupan masyarakat desa secara langsung. Dalam paparan materinya, Bapak Harfebi menekankan pentingnya membangun solusi berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan. “Inovasi yang baik bukan hanya canggih secara teknologi, tetapi juga mampu menyentuh dan memecahkan persoalan sosial secara konkret. Itulah semangat yang dibawa oleh INNOVILLAGE,” jelasnya. Program ini menargetkan mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki komitmen terhadap pembangunan desa digital. Melalui tahapan seleksi yang ketat, sebanyak 180 proyek sosial digital terbaik akan mendapatkan pendanaan langsung untuk tahap implementasi di lapangan, dengan total dana hibah mencapai Rp 3,7 miliar. Selain pendanaan, proyek-proyek terpilih juga berpeluang memperoleh penghargaan (award) berdasarkan kategori tertentu seperti inovasi terbaik, dampak sosial berkelanjutan, dan kreativitas digital. Hasil implementasi proyek diharapkan dapat membawa manfaat nyata, terukur, dan memberikan efek domino positif bagi masyarakat desa. Dengan adanya sosialisasi ini, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang berkomitmen untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam program-program inovatif berskala nasional seperti INNOVILLAGE. Harapannya, mahasiswa TI tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi dan kemampuan berinovasi untuk masa depan bangsa.
Karya Dosen Animasi PNP Hadir di Pameran Internasional “Moment of Life” UNP: Hologram 3D, Lukisan dan Batik
Padang, 27 Oktober 2025 — Dalam gelaran International Exhibition of Art & Design bertajuk “Moment of Life”, yang diselenggarakan oleh Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Padang (UNP) untuk memperingati ulang tahun ke-62, tiga karya dari Program Studi Animasi Politeknik Negeri Padang (PNP) berhasil mencuri perhatian pengunjung di Pendopo FBS UNP.Pameran yang berlangsung dari 27 hingga 30 Oktober 2025 ini menampilkan ragam karya dari pelaku seni dan desain dari beberapa negara dengan karya lintas media—dari lukisan, batik, hingga instalasi berbasis teknologi. Di antara deretan karya yang menghiasi ruang pamer, tiga karya perwakilan PNP tampil mencolok dengan kekuatan konsep dan eksplorasi medium yang unik. Karya pertama bertajuk “Datuak Dalam Proyeksi” dari Ardian Firosha, S.ST., M.Ds dan Taufik Gusman, S.ST., M.Ds. Karya ini di support oleh Sotvi.org dengan konsep karya yang menghadirkan figur Datuak Minangkabau dalam bentuk Hologram 3D 270°. Karya ini memadukan teknologi animasi dan nilai-nilai budaya Minangkabau, menampilkan sosok Datuak yang seolah hidup dalam ruang cahaya dan proyeksi. Visualisasi ini mengundang decak kagum, tak hanya karena kecanggihan teknologinya, tetapi juga kedalaman narasi budaya yang diusung. Karya kedua datang dari Fegelia Rahmadhani, S.Sn., M.Sn, dengan judul “suasana menanti Fajar”, sebuah karya batik yang secara visual tampak lebih menarik dan atraktif. Untuk memberikan variasi motif batik dengan proses penulisan gambar pada kain dengan media canting dan kuas menggunakan lilin batik (wax/malam) sebagai alat perintang warna pada saat proses pewarnaan (pencelupan). Teknik batik yang menghasilkan sebuah motif batik yang moderen bergaya kasual yang disesuaikan dengan segmentasi kalangan generasi muda yang modern. Sementara itu, karya ketiga, “Alu Patah 3.0” oleh Hendra Rotama, S.Pd., M.Sn, menghadirkan lukisan yang sangat indah dan menakjubkan. Dengan konsep “alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati”. Dalam rangka pameran international ini Dosen-dosen tersebut melibatkan mahasiswa-mahasiswa Animasi PNP, yakni Tegar Abdillah Mademi, Muhammad Farid Khaira Mahdi, dan Rahman R, sebagai bagian dari tim support mereka dalam kegiatan pameran. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti bahwa dunia akademik seni tidak berhenti di ruang kelas. Ia terus tumbuh dan berinteraksi dengan publik, menghadirkan karya yang hidup—a real moment of life, sesuai dengan semangat tema pameran. “Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa bereinkarnasi dalam bentuk baru—tanpa kehilangan rohnya,” ujar salah satu peserta pameran yang juga kaprodi D4 Animasi PNP, Taufik Gusman, di sela pembukaan pameran. Melalui pameran ini, menegaskan posisi seni, desain dan Animasi sebagai ruang dialog antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
UPT Perawatan dan Perbaikan Politeknik Negeri Padang Gerak Cepat Tanggapi Laporan Jurusan Teknologi Informasi
Padang, 28 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menerima kunjungan langsung dari Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perawatan dan Perbaikan PNP, menyusul laporan adanya gangguan pada sistem kelistrikan di beberapa ruangan jurusan yang menyebabkan sejumlah lampu tidak berfungsi secara optimal. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua UPT Perawatan dan Perbaikan, Bapak Hendri Candra Mayana, S.T., M.T., yang didampingi oleh Bapak Davit, sebagai bentuk tindak lanjut cepat atas laporan yang disampaikan oleh pihak jurusan. Tim UPT PP segera melakukan survei lapangan dan observasi terhadap kondisi kelistrikan di beberapa titik yang dilaporkan mengalami kendala. Dalam hasil pengamatan awal, ditemukan indikasi adanya penurunan performa pada sistem MCB (Miniature Circuit Breaker) yang berpotensi memengaruhi distribusi arus listrik di beberapa ruangan. Menyikapi hal tersebut, tim UPT PP berencana melakukan peningkatan kualitas serta penyesuaian kapasitas MCB agar sistem kelistrikan dapat kembali berfungsi optimal dan aman digunakan untuk mendukung aktivitas akademik. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Yuhefizar, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim UPT PP atas respons cepat dan profesionalisme dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim UPT PP tidak hanya menyelesaikan permasalahan teknis, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas unit di lingkungan Politeknik Negeri Padang. “Respons cepat seperti ini sangat kami apresiasi. Tindakan nyata dari tim UPT PP sangat membantu kami dalam menjaga kelancaran aktivitas perkuliahan, pelayanan, dan kegiatan tridarma di jurusan,” ujar Dr. Yuhefizar. “Langkah proaktif ini menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga di PNP berjalan efektif dan berorientasi pada pelayanan prima.” Sementara itu, Ketua UPT PP, Bapak Hendri Candra Mayana, S.T., M.T., menyampaikan terima kasih kepada Jurusan Teknologi Informasi atas laporan dan komunikasi yang baik terkait kondisi fasilitas. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindak lanjut secara maksimal agar permasalahan segera teratasi. “Laporan seperti ini sangat kami butuhkan, karena dari sinilah kami dapat mengambil langkah cepat dan tepat untuk mencari solusi,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Davit, anggota tim UPT PP yang turut melakukan pengecekan lapangan. Ia menyebutkan bahwa koordinasi dengan pihak jurusan berjalan baik dan efisien, sehingga proses identifikasi masalah dapat dilakukan dengan cepat. “Kami akan pastikan perbaikan dilakukan secepat mungkin agar tidak mengganggu kenyamanan dan aktivitas akademik,” tambahnya. Dalam kegiatan ini, turut hadir Bapak Cipto, dosen Jurusan Teknologi Informasi, yang sebelumnya melaporkan permasalahan tersebut bersama tim tenaga rumah tangga jurusan. Kolaborasi antara dosen dan staf pelaksana di tingkat jurusan menjadi contoh nyata penerapan budaya kerja partisipatif yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang tanggap dan peduli terhadap kualitas fasilitas kampus. Kunjungan lapangan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Jurusan Teknologi Informasi dan UPT Perawatan dan Perbaikan dalam menjaga mutu layanan sarana dan prasarana di lingkungan Politeknik Negeri Padang. Upaya ini sejalan dengan visi PNP sebagai institusi pendidikan vokasi unggul yang menjunjung tinggi efisiensi, ketepatan, dan profesionalisme dalam setiap aspek operasionalnya. Melalui koordinasi yang baik dan semangat kerja sama antarunit, diharapkan seluruh kegiatan akademik di Jurusan Teknologi Informasi dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Langkah cepat UPT PP menjadi bukti nyata bahwa sinergi internal kampus merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif, aman, dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.
Civitas Akademika Politeknik Negeri Padang PSDKU Tanah Datar Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Padang di Tanah Datar berpartisipasi dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di lapangan SMAN 2 Lintau Buo, pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh berbagai unsur, termasuk perwakilan instansi pendidikan, tenaga pendidik, siswa, dan mahasiswa. Kehadiran civitas akademika PSDKU Tanah Datar menjadi bentuk nyata komitmen Politeknik Negeri Padang dalam menumbuhkan semangat kebangsaan, nasionalisme, serta nilai-nilai kepemudaan di lingkungan pendidikan di Kab. Tanah Datar. Pada pelaksanaan upacara, dosen dan tenaga kependidikan PSDKU Tanah Datar mengenakan seragam batik biru khas Politeknik Negeri Padang, sementara mahasiswa tampil dengan jas almamater berwarna oranye yang menjadi identitas kampus vokasi PNP. Upacara berlangsung tertib dan penuh makna dengan rangkaian kegiatan utama berupa pengibaran bendera Merah Putih serta pembacaan teks Sumpah Pemuda, yang menjadi simbol tekad persatuan pemuda Indonesia. Dalam sambutannya, perwakilan PSDKU Tanah Datar menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda hendaknya dimaknai sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi, berinovasi, dan menjaga persatuan bangsa. “Mahasiswa vokasi perlu memiliki semangat bekerja nyata demi kemajuan negeri,” ujarnya. Selain sebagai bentuk peringatan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan sinergi antara Politeknik Negeri Padang dan SMAN 2 Lintau Buo, khususnya dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Datar. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PSDKU Tanah Datar semakin memahami makna historis dan nilai perjuangan yang terkandung dalam peristiwa Sumpah Pemuda 1928, serta mampu meneladani semangat juang, kerja sama, dan nasionalisme yang menjadi fondasi terbentuknya bangsa Indonesia.
Monitoring kegiatan PKL Mahasiswa TRPL Bersama Ketua Jurusan dan Kaprodi TI
Padang, 27 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Ketua Jurusan Teknologi Informasi, dan dihadiri oleh Ketua Jurusan TI, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., Kaprodi TI, Ibu Meri Azmi, S.T., M.Cs, serta dosen pembimbing Ibu Indri Rahmayuni, S.T., M.T. dan Bapak Andre Febrian Kasmar, S.T., M.T. Monitoring ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan PKL mahasiswa, sekaligus memberikan umpan balik dan pembinaan agar kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga didorong untuk mengoptimalkan potensi diri dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan Teknologi Informasi menyampaikan pentingnya PKL sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja. “Melalui PKL, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan komunikasi dan profesionalisme kerja yang akan menjadi modal penting ketika terjun ke industri,” ujarnya. Sementara itu, Kaprodi TI, Ibu Meri Azmi, menambahkan bahwa kegiatan monitoring seperti ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pihak jurusan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memperoleh pengalaman yang bermakna dan sesuai dengan kompetensi bidang teknologi informasi,” jelasnya. Kegiatan monitoring ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan dosen pembimbing mengenai kendala serta capaian selama pelaksanaan PKL. Diharapkan, kegiatan ini mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan dunia industri dalam rangka peningkatan kualitas lulusan Jurusan Teknologi Informasi PNP.