Kolaborasi Lintas Negara, Dosen D4 Animasi PNP Gelar Aksi Nyata pengabdian masyarakat International di SK Muhibbah Malaysia
SARAWAK, MALAYSIA – Dalam upaya memperkuat ekosistem kreatif di tingkat regional, tim dosen dari Program Studi Sarjana Terapan (D4) Animasi, Politeknik Negeri Padang (PNP), sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional bertajuk “Digital Stars: Unleashing Creativity Through Figma UI Animation”. Kegiatan yang berlangsung pada 1-2 Februari 2026 ini menyasar para talenta digital muda di SK Muhibbah, Sarawak, Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai institusi besar, di antaranya Politeknik Negeri Padang, Sotvi.org ( Society of visual informatics), Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Fokus pada Kreativitas DigitalProgram ini dirancang khusus untuk memperkenalkan teknologi desain antarmuka (UI) dan animasi menggunakan platform Figma kepada siswa sekolah dasar. Tujuannya adalah untuk memicu kreativitas sejak dini agar mereka mampu bersaing di era digital global. Ketua Tim Pengabdian, Ardian Firosha, S.ST., M.Ds., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan jembatan komunikasi budaya dan teknologi antara Indonesia dan Malaysia. “Kami ingin memberikan fondasi yang kuat bagi anak-anak di SK Muhibbah agar mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta konten yang kreatif,” ujar Ardian firosha. Sinergi Tim Ahli dan MahasiswaKesuksesan acara ini didukung oleh komposisi tim yang solid. Selain Ardian Firosha, tim pengabdian ini beranggotakan para ahli di bidang teknologi informasi dan desain, yakni: Taufik Gusman, Rahmat Hidayat, Aldo Erianda, Hidra Amnur, Alde Alanda Tak hanya para dosen, kegiatan ini juga melibatkan enam mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP yang berperan aktif mendampingi para peserta dalam praktik langsung pembuatan animasi UI. Keterlibatan mahasiswa ini diharapkan dapat mengasah kemampuan soft skill dan pengalaman internasional mereka di lapangan. Dukungan InstitusionalKolaborasi ini mempertegas komitmen Politeknik Negeri Padang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di kancah internasional. Dukungan dari UNIMAS sebagai mitra lokal di Sarawak dan Sotvi.org sebagai organisasi pendukung inovasi, menjadi kunci lancarnya implementasi program di lapangan. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan hubungan kerja sama antara institusi pendidikan di Padang dan Sarawak semakin erat, serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan literasi digital di Asia Tenggara.
Dobrak Panggung Internasional, Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang Borong Juara di Mobile App Competition 8.0 Malaysia
SARAWAK – Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali membuktikan bahwa kreativitas dan kemampuan teknis anak bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata. Ajang Mobile App Competition 8.0 yang merupakan Kompetisi berskala global ini diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) bekerja sama dengan mitra strategis industri seperti Sarawak Road Asset Management Solutions (SRAMS), Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), dan Sarawak Skills. digelar di Sarawak skills, Kota Kuching Sarawak malaysia pada 31 Januari 2026, dua tim dari Jurusan Teknologi Informasi PNP sukses membawa pulang penghargaan bergengsi. Kompetisi ini bukan ajang sembarangan. Dengan menggandeng raksasa industri seperti Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) dan Sarawak Road Asset Management Solutions (SRAMS), ajang ini menuntut peserta menciptakan solusi digital yang mampu menjawab tantangan dunia nyata. Inovasi Cerdas untuk Mobilitas Masa DepanDua aplikasi yang dibawa oleh delegasi PNP berhasil memukau dewan juri di kategori Product Innovation: IRIS (Integrated Road Intelligence System) – Tim FLEXD Aplikasi ini berhasil meraih gelar 2nd Runner-Up. Dikembangkan oleh Rangga Yuda, Ihsan Nul Amri, dan Miftahul Azzahra, IRIS hadir sebagai sistem cerdas yang mengintegrasikan data jalan raya secara real-time. Inovasi ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan manajemen aset infrastruktur di masa depan. DriveSafe – Tim MiDev Berhasil mengamankan Consolation Prize, tim yang beranggotakan Fitrah Septiandwi Sensi, Chantika Aurora Akmal, dan Muhammad Dafa Aziul Ardi ini menawarkan solusi keselamatan berkendara. DriveSafe dirancang untuk menekan angka kecelakaan melalui fitur-fitur pemantauan keselamatan yang intuitif bagi pengguna jalan. Kolaborasi Solid Dosen dan MahasiswaKesuksesan ini merupakan buah dari kolaborasi intensif antara mahasiswa dan enam dosen pembimbing ahli: Rahmat Hidayat, Aldo Erianda, Taufik Gusman, Alde Alanda, Ardian Firosha, dan Hidra Amnur. Pihak delegasi juga memberikan apresiasi khusus kepada Sotvi.org (Society of Visual Informatics) yang berperan penting dalam memfasilitasi dan mendukung perjalanan mereka menuju panggung internasional. Vokasi Menuju GlobalKemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan Politeknik Negeri Padang siap diserap oleh industri teknologi global. Semangat “anak vokasi mampu bersaing” bukan sekadar slogan, melainkan fakta yang telah dibuktikan di kancah Asia Tenggara. “Selamat kepada seluruh tim! Teruslah berkarya, berinovasi, dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus membawa nama Indonesia ke puncak dunia teknologi!” Rahmat Hidayat, perwakilan pembimbing. Sekilas Pemenang:Juara 3 (2nd Runner-Up): Tim FLEXD (Aplikasi IRIS) Penghargaan Harapan (Consolation Prize): Tim MiDev (Aplikasi DriveSafe) Asal Kampus: Politeknik Negeri Padang Lokasi Kompetisi: Sarawak skills, Sarawak, Malaysia
Rima Batombe: Pelestarian dan Pembelajaran Interaktif Sastra Minang Berbasis AI
Babak 1: Cari pembimbing “Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Maaf mengganggu waktunya pak�� Perkenalkan saya Fani illahi dengan NIM 2301091007 prodi MI pak Tujuan saya chat bapak yaitu ingin mengajukan bapak menjadi dosen pendamping dalam lomba KMIPN Mohon maaf pesan ini mendesak disampaikan karena udah hari terakhir pendaftaran akun pak, besar harapan kami kepada bapak untuk bisa mendampingi kami pak��” Kisah ini bermula pada 31 Agustus 2025. Setelah berdiskusi dengan bang Firman (TRPL 2022), Saya (MI 2023) dengan penuh harap mengirim pesan WA ke Pak Oji, berharap persetujuan menjadi pembimbing. Hanya selang beberapa detik, salam dijawab dan langsung ditanya, “Divisi apa?” “cipta inovasi dibidang tik pak” “Buat apa?” “Mobile pak” Judul? “Peningkatan Kemampuan Public Speaking Dalam Bahasa Inggris Menggunakan Metode Natural Language Processing (Nlp) Berbasis Mobile. Ini judulnya pak” “Hmmm… Kalo buat tentang bahasa minang gimana? “bisa pak…berarti untuk yang dianalisi dari segi apa ya pak kalau bahasa minang.. kalau saat ini yang dianalisi itu kesalahan grammar aja barupak, kalau dalam bahasa inggris” “Kata kunci: Batombe, NLP, Pelestarian budaya Mobile apps” Dari sini perjalanan kami bermula, tema proyek yang awalnya pada public speaking Bahasa inggris menjadi proyek untuk pelestarian budaya batombe. “batombe itu apa?” Babak 1: Selesai Hasil: ganti judul. Babak 2: Batombe? Batombe adalah salah satu tradisi lisan masyarakat Minangkabau, khususnya di daerah Solok Selatan, Sumatera Barat. Ciri utamanya: Dilakukan dengan berbalas pantun antara kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Biasanya disampaikan dalam bentuk dendang atau nyanyian dengan iringan musik tradisional. Fungsinya sebagai hiburan rakyat, media pergaulan muda-mudi, dan juga untuk menyampaikan pesan moral atau sindiran secara halus. Mirip dengan tradisi berbalas pantun Melayu, tapi punya ciri khas Minangkabau. Kira-kira seperti ini kalau dicari di internet. Sebagai generasi muda Minang, agak terpukul juga ketika saya tidak mengenal budaya sendiri. Kata kunci yang sudah diberikan Pak Oji coba saya diskusikan dengan bang Firman, yang kebetulan adalah kating di organisasi ukm cybertech. “masih bingung bg fani.. nanti konsep aplikasi nya akan spt apa.. masih cari tau” Bang Firman putar otak, karena tema nya sudah berubah dari konsep yang awal ditawarkan. “Implementasi Model Bahasa Generatif untuk Personalisasi Pantun Batombe yang Responsif terhadap Input Emosional Pengguna” “jdi nanti user input text sesuai emosi atau suasana yang mereka rasakan lalu gen ai nya generate pantun batombe nya” “boleh nih bg”, ide menarik dipaparkan. Dan saya teruskan ke pak Oji kembali. “Ga kompleks kali nanti?” “Tekankan di pelestarian budaya” Pak Oji masih belum menangkap maksud yang ingin disampaikan. “jadi nanti user input text sesuai emosi atau suasana yang mereka rasakan lalu gen ai nya generate pantun batombe nya pak” “Oh.. sip sip, gas lah” Babak 2: Selesai Hasil: Acc Judul Babak 3: Pembentukan Tim “Tim itu seperti nasi Padang, harus lengkap! Tiap bagian memiliki perannya masing-masing.” UKM CyberTech (Unit Kegiatan Mahasiswa CyberTech) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada bidang teknologi informasi, seperti pemrograman, desain web, dan keamanan siber. KMIPN butuh tiga orang. Kami udah berdua—saya dan Bang Firman—masih kurang satu. Tapi ya ngapain mikir jauh? Luthfi aja (M.Luthfi Naldi, MI 2023). Prodinya MI juga, udah sering beraktifitas bersama di CyberTech, and dia orangnya low-profile tapi high impact. Tanpa menunggu, langsung buat Grup WA, kemudian saya jelaskan terkait inovasi yang akan di buat digrup. Lengkapi semua persyaratan pendaftaran. Daftar. Dan resmilah kami terdaftar dalam lomba KMIPN VII. Pak Oji sepertinya sudah bertanya-tanya, “Proposal mana?” Babak 3: Selesai Hasil: Lutfi resmi bergabung Babak 4: Proposal yang baik untuk proyek yang baik. Bicara tentang batombe, google cukup banyak memberikan informasi yang datang dari berbagai pihak. Tapi.. Seperti ada yang kurang. Feel nya nggak dapat. Bagaimana suasana dendang di malam baralek, atau bagaimana riuh rendah gema suara bersahut-sahutan di pelataran rumah gadang. Akhirnya kamipun melakukan pencarian dan bertemulah dengan Zahwa yang berasal dari Solok Selatan, dan kebetulan teman satu organisasi di cybertech. “Batombe biasanya dilakukan di acara baralek, ada teman zahwa yang berasal dari nagari abai, mungkin bisa hubungi dia aja.” Zahwa membagikan WA temannya yaitu Rifa Afdela. Dari Zahwa, kami lanjut ke Rifa. “Assalamualaikum kak, Maaf menganggu waktunya Kenalin aku Fani illahi dari prodi mi angkatan 23. Wa kakak fani dapat dari zahwa. Tujuan fani chat kak yaitu untuk menanyakan terkait tradisi batombe di solok selatan, karena fani ingin mencari informasi terkait hal tersebut untuk KMIPN. Apakah kakak berkenan fani tanyai beberapa hal tentang batombe?” Kami melanjutkan diskusi, baik melalui WA maupupun secara langsung dikampus. Fakta yang kami dapat cukup memberikan tamparan kediri kami, dari diskusi dengan rifa dan sesuai dengan riset yang kami cari di google. Ternyata warisan budaya ini kian hilang dan ditinggalkan oleh kaum muda yang seharusnya menjadi generasi penerus. Ini tidak boleh dibiarkan! Dari motivasi ini, kami melanjutkan pembuatan proposal. Menyesuaikan dengan keahlian yang kami miliki di bidang Teknologi Informasi maka lahirlah judul, “Implementasi Model Bahasa Generatif untuk Personalisasi Pantun Batombe yang Responsif terhadap Input Emosional Pengguna sebagai pelastarian budaya Minangkabau” dengan nama aplikasi GITA BATOMBE. Babak 4: Selesai Hasil: Batombe harus dilestarikan! Babak 5: TIM ANDA LOLOS FINALIS KMIPN VII Pada tanggal 29 September 2025 kami mendapatkan informasi bahagia yaitu lolos menjadi finalis kategori cipta inovasi pada KMIPN VII 2025. Sat set sat set, aplikasi sat, persiapan set. Penjurian pun dimulai. Cukup banyak pertanyaan dan saran yang diajukan juri. “Kan saya tidak orang minang sedangkan pantun yang digenerate dalam bahasa minang, jadi bagaimana saya ngerti apa yang digenerate dalam aplikasi ini” “darimana kalian dapat menyesuaikan pantun ini dengan data pantun aslinya”. “…” Ternyata sensasinya berbeda, menjawab dan menerima dari saran dewan juri menjadi bagian pengalaman yang sangan berharga, terutama dalam membangun mental kami. Babak 5: Selesai Hasil: Juara 3 kategori UX dan Aksesibiltas. Babak 6: BudayaGO! Selesai KMIPN, terbitlah BudayaGO! Kompetisi Inovasi Digital Budaya Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan yang merupakan kompetisi skala Nasional yang diikuti oleh Tingkat pelajar/mahasiswa dan professional diseluruh Indonesia. “https://www.budayago.id/ next bg?wkwk” “boleh aja, gass aja, dpt dari pak oji fani? “Nggak bg, dari ig” “coba tanya dulu ke pak oji” Respon bang Firman cukup antusias, seharusnya pak oji juga responnya serupa. “Owh iya pak, fani mau tanya ada lihat info lomba dari instagram @ekosistem.budaya” https://www.budayago.id Ini link nya pak Bagaimana menurut bapak?” Pak oji : “nah.. gas.. ikut aja, bismillah.” Pak oji
Mahasiswa TI PNP Raih Juara 3 Hackathon Sumbar 2025 lewat Inovasi “SapaSumbar”
Padang, 2 November 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP). Tim yang beranggotakan Akbar Hidayatullah (Front End Developer), Zikry Kurniawan (Back End Developer), Toni Wildan Akhta (Pitching), Nadifah Ramadhani (UI/UX Designer), dan Muhammad Dafa Aziul Ardi (Back End Developer) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Hackathon Sumbar 2025. Kompetisi ini diselenggarakan di Gedung PKM Universitas Andalas pada tanggal 1–2 November 2025. Hackathon Sumbar merupakan kompetisi yang menantang para peserta untuk menciptakan solusi berbasis teknologi dalam waktu 24 jam non-stop. Ajang ini menjadi sarana bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat untuk menyalurkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis dalam merancang prototipe aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) PNP menghadirkan inovasi bertajuk “SapaSumbar” (Sistem Aspirasi dan Pengaduan Sumbar). Platform ini berfungsi sebagai wadah interaktif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, serta berdiskusi mengenai berbagai isu publik. Melalui sistem voting, pengguna juga dapat menilai dan mendukung laporan lain secara transparan. Salah satu keunggulan SapaSumbar adalah kemampuannya untuk menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Pengguna dapat mengirim laporan secara anonim, melampirkan bukti foto atau video, serta memberikan komentar tanpa harus mengungkap identitas pribadi. Fitur-fitur tersebut menjadikan SapaSumbar sebagai ruang digital yang aman, transparan, dan partisipatif, membantu masyarakat menyuarakan isu mulai dari infrastruktur dan pelayanan publik hingga masalah sosial seperti pungli, premanisme, dan kekerasan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Program Studi TRPL Jurusan Teknologi Informasi PNP tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Keberhasilan mereka di ajang Hackathon Sumbar 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkreasi, dan membawa nama baik kampus di tingkat regional maupun nasional.
Karya Dosen Animasi PNP Hadir di Pameran Internasional “Moment of Life” UNP: Hologram 3D, Lukisan dan Batik
Padang, 27 Oktober 2025 — Dalam gelaran International Exhibition of Art & Design bertajuk “Moment of Life”, yang diselenggarakan oleh Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Padang (UNP) untuk memperingati ulang tahun ke-62, tiga karya dari Program Studi Animasi Politeknik Negeri Padang (PNP) berhasil mencuri perhatian pengunjung di Pendopo FBS UNP.Pameran yang berlangsung dari 27 hingga 30 Oktober 2025 ini menampilkan ragam karya dari pelaku seni dan desain dari beberapa negara dengan karya lintas media—dari lukisan, batik, hingga instalasi berbasis teknologi. Di antara deretan karya yang menghiasi ruang pamer, tiga karya perwakilan PNP tampil mencolok dengan kekuatan konsep dan eksplorasi medium yang unik. Karya pertama bertajuk “Datuak Dalam Proyeksi” dari Ardian Firosha, S.ST., M.Ds dan Taufik Gusman, S.ST., M.Ds. Karya ini di support oleh Sotvi.org dengan konsep karya yang menghadirkan figur Datuak Minangkabau dalam bentuk Hologram 3D 270°. Karya ini memadukan teknologi animasi dan nilai-nilai budaya Minangkabau, menampilkan sosok Datuak yang seolah hidup dalam ruang cahaya dan proyeksi. Visualisasi ini mengundang decak kagum, tak hanya karena kecanggihan teknologinya, tetapi juga kedalaman narasi budaya yang diusung. Karya kedua datang dari Fegelia Rahmadhani, S.Sn., M.Sn, dengan judul “suasana menanti Fajar”, sebuah karya batik yang secara visual tampak lebih menarik dan atraktif. Untuk memberikan variasi motif batik dengan proses penulisan gambar pada kain dengan media canting dan kuas menggunakan lilin batik (wax/malam) sebagai alat perintang warna pada saat proses pewarnaan (pencelupan). Teknik batik yang menghasilkan sebuah motif batik yang moderen bergaya kasual yang disesuaikan dengan segmentasi kalangan generasi muda yang modern. Sementara itu, karya ketiga, “Alu Patah 3.0” oleh Hendra Rotama, S.Pd., M.Sn, menghadirkan lukisan yang sangat indah dan menakjubkan. Dengan konsep “alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati”. Dalam rangka pameran international ini Dosen-dosen tersebut melibatkan mahasiswa-mahasiswa Animasi PNP, yakni Tegar Abdillah Mademi, Muhammad Farid Khaira Mahdi, dan Rahman R, sebagai bagian dari tim support mereka dalam kegiatan pameran. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti bahwa dunia akademik seni tidak berhenti di ruang kelas. Ia terus tumbuh dan berinteraksi dengan publik, menghadirkan karya yang hidup—a real moment of life, sesuai dengan semangat tema pameran. “Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa bereinkarnasi dalam bentuk baru—tanpa kehilangan rohnya,” ujar salah satu peserta pameran yang juga kaprodi D4 Animasi PNP, Taufik Gusman, di sela pembukaan pameran. Melalui pameran ini, menegaskan posisi seni, desain dan Animasi sebagai ruang dialog antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Seminar Project Management dan Framework TOGAF Warnai Kegiatan PKTOS 2025 di Jurusan Teknologi Informasi PNP
Padang (20 Oktober 2025) — Dalam rangkaian kegiatan Pekan Kreativitas Teknologi, Olahraga, dan Seni (PKTOS) 2025, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menyelenggarakan seminar bertema “Integrasi Project Management dan Arsitektur Enterprise dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen dalam bidang manajemen proyek dan penerapannya di dunia pendidikan. Seminar yang dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025 ini menghadirkan narasumber Dr. Panca O. Hadi Putra, B.Sc (Hons), S.H., M.Bus., M.Kn, dosen dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, yang dikenal luas sebagai pakar dalam bidang enterprise architecture dan project management framework. Kegiatan berlangsung di ruang seminar Jurusan Teknologi Informasi dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Yuhefizar, selaku Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi dosen untuk memperkuat kemampuan dalam manajemen proyek, terutama dalam konteks penerapan Project-Based Learning (PBL). “Melalui pelatihan dan seminar seperti ini, kita berharap dosen tidak hanya memahami teori manajemen proyek, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Yuhefizar. Sementara itu, Dr. Yulherniwati, S.Kom., M.T., selaku moderator kegiatan, memandu jalannya seminar dengan interaktif dan penuh semangat. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antara dosen dalam memahami konsep manajemen proyek yang terstruktur serta bagaimana menerapkannya dalam kurikulum dan kegiatan mahasiswa. Dalam paparannya, Dr. Panca O. Hadi Putra menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap framework TOGAF (The Open Group Architecture Framework) dalam membangun arsitektur sistem di institusi pendidikan maupun organisasi. “TOGAF bukan sekadar kerangka kerja teknis, tetapi juga filosofi dalam merancang sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Jika dikombinasikan dengan pendekatan Project Management Framework, hal ini akan membantu lembaga seperti Politeknik Negeri Padang dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efisien dan berbasis hasil,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan pesan penting bagi para dosen agar tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga project leader dalam setiap aktivitas akademik. “Setiap dosen sejatinya adalah manajer proyek — baik ketika membimbing tugas akhir, mengelola penelitian, maupun merancang kegiatan pengabdian masyarakat. Dengan pendekatan project-based, semua kegiatan dosen dapat diarahkan pada pencapaian hasil nyata yang terukur,” pesan Dr. Panca di akhir sesi presentasi. Sementara itu, Roni Putra, S.Kom., M.T., selaku Koordinator Program Studi Manajemen Informatika, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif seminar ini. Ia menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan arah pengembangan kurikulum berbasis proyek di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. “Framework seperti TOGAF sangat membuka wawasan dosen dalam memahami keterhubungan antara aspek teknis, manajerial, dan strategis dalam pembelajaran. Ini akan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghadapi dunia industri yang menuntut kemampuan manajemen proyek yang kuat,” tuturnya. Salah satu peserta seminar, Aldo Erianda, S.Kom., M.T., menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, seminar ini memberikan sudut pandang baru mengenai bagaimana manajemen proyek dapat diintegrasikan ke dalam pengajaran. “Selama ini, kita sering fokus pada aspek teknis. Setelah mengikuti seminar ini, saya menyadari pentingnya membangun sistem pembelajaran yang memiliki alur dan tujuan proyek yang jelas — sebagaimana prinsip manajemen proyek itu sendiri,” ungkapnya. Peserta lainnya, Meri Azmi, S.T., M.Cs , juga menilai seminar ini sangat bermanfaat dan inspiratif. Ia menuturkan bahwa pemahaman terhadap enterprise architecture seperti TOGAF dapat membantu dosen dalam merancang roadmap pengembangan jurusan dan prodi. “TOGAF dapat menjadi acuan dalam menata struktur sistem informasi kampus, mulai dari akademik, penelitian, hingga pengabdian. Dengan begitu, semua proses berjalan terarah dan terukur,” ujarnya. Menutup kegiatan, Dr. Yuhefizar kembali menegaskan harapan agar hasil dari seminar ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam setiap aktivitas akademik. “Saya berharap para dosen mampu mengadopsi prinsip-prinsip project management ini dalam merancang mata kuliah, membimbing mahasiswa, serta melaksanakan penelitian dan pengabdian. Dengan demikian, seluruh kegiatan di Jurusan Teknologi Informasi dapat berorientasi pada hasil nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” pungkasnya. Kegiatan seminar ini menjadi bagian penting dari rangkaian PKTOS 2025 yang tidak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat kapasitas dan profesionalisme dosen dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di Politeknik Negeri Padang.
Jurusan Teknologi Informasi PNP Sukses Gelar Event Nasional KMIPN VII 2025
Padang, 15 Oktober 2025 — Penyelenggaraan Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VII tahun 2025 resmi ditutup dengan penuh kemeriahan di Politeknik Negeri Padang (PNP) pada Rabu (15/10). Sebagai tuan rumah, Jurusan Teknologi Informasi PNP sukses menggelar event nasional bergengsi ini yang mempertemukan talenta terbaik mahasiswa politeknik seluruh Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Acara penutupan turut dihadiri oleh Direktur PNP, Forum Ketua Jurusan (Kajur) TIK Politeknik se-Indonesia, para juri, serta seluruh finalis lomba KMIPN VII yang mengikuti kegiatan baik secara luring maupun daring. Dalam suasana penuh semangat, diumumkan para pemenang dari berbagai cabang lomba yang telah berlangsung selama kompetisi. Tahun ini menjadi momen yang membanggakan bagi Politeknik Negeri Padang. Dalam ajang KMIPN VII 2025, PNP berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 5 gelar juara, yang terdiri atas 4 juara kategori dan 1 juara utama. Berikut deretan prestasi membanggakan yang berhasil diraih oleh tim-tim terbaik Politeknik Negeri Padang: Selain prestasi PNP, pada ajang kali ini Politeknik Negeri Batam (Polibatam) berhasil menjadi Juara Umum KMIPN VII 2025, setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang lomba yang diikuti. Dalam kesempatan penutupan, Ketua Panitia KMIPN VII 2025, Bapak Deddy Prayama, S.Kom., M.ISD, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan acara. “Kami, mewakili seluruh panitia, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung penyelenggaraan KMIPN VII 2025, sehingga kegiatan nasional ini dapat terlaksana dengan baik oleh Jurusan Teknologi Informasi PNP. Terima kasih juga atas antusiasme dan semangat luar biasa dari seluruh finalis dari berbagai politeknik di Indonesia. Kami mohon maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan,” ujar beliau dengan penuh harapan. Direktur Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Surfa Yondri, S.T., S.ST., M.Kom, turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas dedikasi serta semangat yang telah ditunjukkan selama penyelenggaraan kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti KMIPN bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk membangun jejaring dan kolaborasi antar mahasiswa politeknik di bidang teknologi informasi. Selaku Dewan Pembina KMIPN VII 2025 Bapak Ronal Hadi, S.T., M.Kom, juga turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom juga menyampaikan rasa bangga atas kerja keras tim panitia yang telah mempersiapkan acara ini dengan maksimal. Keberhasilan penyelenggaraan KMIPN VII 2025 menjadi bukti nyata komitmen Jurusan TI PNP dalam mendukung inovasi dan kreativitas mahasiswa, sekaligus memperkuat posisi PNP sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia. Dengan berakhirnya acara ini, KMIPN VII 2025 di Politeknik Negeri Padang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Semangat kolaborasi, kompetisi sehat, dan inovasi diharapkan terus tumbuh menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam kemajuan teknologi di tanah air.
Kuatkan Kolaborasi Vokasi Nasional, Pemilihan Ketua Forum KajurBidang TIK Digelar di Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang
Forum Ketua Jurusan (Kajur) Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Politeknik se-Indonesia menyelenggarakan rapat nasional di Ruang Rapat Pimpinan Politeknik Negeri Padang (PNP) pada Rabu, 15 Oktober 2025.Dalam rapat tersebut, para peserta secara aklamasi menetapkan Ir. H. Sony Oktapriandi, S.Kom., M.Kom., Ketua Jurusan Manajemen Informatika Politeknik Sriwijaya, sebagai Ketua Forum Kajur TIK Politeknik se-Indonesia untuk periode selanjutnya. Kegiatan rapat ini bertepatan dengan Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN), agenda tahunan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (Bakorma) yang tahun ini dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Informasi PNP.Kolaborasi antara kegiatan nasional tersebut dengan rapat forum memperkuat semangat kerja sama antarlembaga pendidikan vokasi dalam mengembangkan bidang teknologi, informasi, dan komunikasi di Indonesia. Sebelumnya, jabatan Ketua Forum dijabat oleh Ir. Ronal Hadi, S.T., M.Kom. (Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang periode 2021–2025). Selama kepemimpinannya, beliau berhasil mempererat jaringan kerja sama antarjurusan TIK, mendorong pertukaran kurikulum berbasis industri, serta memperluas kolaborasi lintas Politeknik.Para peserta forum memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam memperkuat peran Forum Kajur TIK sebagai wadah koordinasi strategis pendidikan vokasi. Terpilihnya Ir. H. Sony Oktapriandi secara aklamasi mencerminkan kepercayaan penuh para Ketua Jurusan terhadap kemampuan dan kepemimpinan beliau. Dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi TIK, pengembangan kurikulum, sertifikasi kompetensi, serta inovasi pembelajaran digital, beliau berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan vokasi berbasis teknologi. Dalam sambutannya usai terpilih, Ir. H. Sony Oktapriandi menyampaikan rasa terima kasih dan tekad untuk menjadikan Forum Kajur TIK sebagai wadah kolaborasi yang produktif dan visioner.“Forum ini bukan sekadar tempat berbagi informasi, tetapi ruang strategis untuk menyatukan langkah memperkuat pendidikan vokasi berbasis teknologi. Kita perlu memperluas kemitraan dengan industri, memperkuat sertifikasi keahlian, akreditasi, serta mendorong inovasi digital yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya. Para peserta forum menyambut positif visi tersebut dan berharap kepemimpinan Ir. Sony dapat membawa arah baru dalam meningkatkan sinergi antarjurusan, memperkuat riset terapan, dan mengembangkan standar kompetensi nasional bidang TIK yang adaptif terhadap era Industri 5.0. Sementara itu, Ketua Forum sebelumnya, Ir. Ronal Hadi, S.T., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas soliditas dan kerja sama seluruh anggota selama masa jabatannya.“Saya yakin, dengan semangat kolaborasi yang terus tumbuh, forum ini akan menjadi penggerak utama kemajuan pendidikan vokasi berbasis teknologi di Indonesia. Kepada Bapak Sony, selamat dan semoga sukses menjalankan amanah baru,” ungkapnya. Sebagai tuan rumah, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya dua kegiatan besar sekaligus — KMIPN dan rapat Forum Kajur TIK Nasional.“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring antarjurusan dan memperluas ruang kolaborasi. Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Sony, Forum Kajur TIK semakin kokoh, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan vokasi di bidang teknologi,” ujarnya. Rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain pembentukan platform digital kolaboratif antarjurusan serta penguatan peran Politeknik dalam mencetak SDM unggul bidang TIK yang siap bersaing secara global. Dengan terpilihnya Ir. H. Sony Oktapriandi, S.Kom., M.Kom. sebagai Ketua Forum Kajur TIK Politeknik se-Indonesia, diharapkan forum ini semakin berperan aktif dalam mendorong transformasi digital pendidikan vokasi, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta mencetak lulusan Politeknik yang siap menghadapi tantangan era digital mendatang.
Dosen TI PNP Berkontribusi dalam IRLS 2025 di Azerbaijan: Wujud Peran Aktif di Kancah Internasional
Dosen Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menghadiri kegiatan Distinguished Speaker Innovative and Research Leadership Summit (IRLS) yang diselenggarakan di Baku Engineering University, Azerbaijan, pada tanggal 26 September hingga 1 Oktober 2025. Delegasi PNP terdiri dari lima dosen, yaitu Ir. Rahmat Hidayat, S.T., M.Sc.IT., Taufik Gusman, S.ST., M.Ds., Hidra Amnur, S.Kom., S.E., M.Kom., Aldo Erianda, S.ST., M.T., serta Alde Alanda, S.Kom., M.T.. Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik internasional yang mempertemukan para pakar, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Dalam agenda tersebut, Ir. Rahmat Hidayat, S.T., M.Sc.IT., didaulat sebagai pemateri utama terkait pengelolaan jurnal ilmiah. Sementara itu, empat dosen lainnya berperan sebagai narasumber dalam bidang serupa. Keikutsertaan mereka mencerminkan kontribusi aktif Jurusan Teknologi Informasi PNP dalam mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di tingkat internasional. Kegiatan IRLS ini merupakan forum bergengsi yang membahas berbagai inovasi serta kepemimpinan riset di era digital. Dengan adanya partisipasi dari akademisi Politeknik Negeri Padang, diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, sekaligus menjadi ajang pertukaran gagasan dan praktik terbaik dalam pengelolaan jurnal. Delegasi dosen Jurusan Teknologi Informasi PNP berangkat langsung ke Azerbaijan untuk memenuhi undangan resmi panitia IRLS 2025. Selama kegiatan, mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengikuti diskusi panel, berbagi pengalaman, dan menjalin komunikasi dengan peserta dari universitas lain di dunia. Melalui partisipasi ini, Politeknik Negeri Padang berharap dapat memperkuat perannya di kancah internasional, khususnya dalam bidang publikasi ilmiah dan riset teknologi informasi. Keterlibatan para dosen di ajang global seperti IRLS 2025 diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan akademik, riset, serta reputasi institusi di tingkat dunia.
Awali Kepemimpinan Baru, Jurusan Teknologi Informasi PNP Terima Kunjungan Nagari Sungai Jambu untuk Pendampingan Program Nagari Digital
Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) memulai masa kepemimpinan baru ketua jurusan dengan agenda penting, yakni menerima kunjungan dari perangkat Nagari Sungai Jambu pada Rabu, 1 Oktober 2025. Kunjungan ini difokuskan pada permintaan pendampingan atas kendala yang dialami Nagari Sungai Jambu dalam pelaksanaan program nagari digital. Rombongan Nagari Sungai Jambu dipimpin oleh Wali Nagari Wilmen, S.T, didampingi perangkat nagari lainnya yaitu Sekretaris Dewi Suryani, S.Psi.I, Kasi Pemerintahan Tristia Handayani, S.Pd.I, serta Operator Nagari Muhammad Rinaldo, S.E. Kehadiran mereka menjadi momen awal yang berharga dalam mempererat kembali kerja sama antara nagari dan kampus. Dalam pertemuan tersebut, pihak nagari menyampaikan bahwa meski kerja sama dengan Kampus Politeknik Negeri Padang telah terjalin sebelumnya, saat ini terdapat beberapa kendala teknis maupun administratif yang menghambat jalannya program nagari digital. Oleh karena itu, nagari merasa perlu meminta kembali pendampingan dari pihak kampus Wali Nagari Sungai Jambu, Wilmen, ST, menegaskan bahwa program nagari digital sangat penting bagi pelayanan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan pelayanan pemerintahan yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi. Namun dalam praktiknya, kami menemui hambatan sehingga pendampingan dari kampus menjadi kebutuhan utama,” jelasnya Pertemuan yang berlangsung di ruang Jurusan Teknologi Informasi PNP ini menjadi simbol sinergi baru di hari pertama kepemimpinan ketua jurusan yang baru. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Politeknik Negeri Padang untuk terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan digitalisasi nagari di Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu, tim Jurusan Teknologi Informasi memberikan penjelasan terkait kendala yang dihadapi nagari serta menawarkan solusi. Dukungan tersebut mencakup evaluasi sistem digital yang sudah berjalan, bimbingan teknis kepada perangkat nagari, hingga pengembangan inovasi layanan berbasis teknologi informasi agar program lebih efektif. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam melanjutkan dan memperkuat kerja sama antara Nagari Sungai Jambu dan Politeknik Negeri Padang. Melalui pendampingan berkelanjutan, nagari digital diharapkan benar-benar terwujud, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan pemerintahan sekaligus memberdayakan masyarakat di era transformasi digital.