Jurusan Teknologi Informasi Gelar Rapat Evaluasi Proses Bisnis dan SOP Menuju Tata Kelola Digital Terpadu

Jurusan Teknologi Informasi Gelar Rapat Evaluasi Proses Bisnis dan SOP Menuju Tata Kelola Digital Terpadu

Padang, 29 Oktober 2025 — Jurusan Teknologi Informasi (TI) Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar rapat evaluasi proses bisnis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola jurusan yang efektif, efisien, dan berbasis digital. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, serta dihadiri oleh seluruh pejabat struktural jurusan dan dosen yang memiliki kompetensi di bidang proses bisnis, manajemen sistem, dan tata kelola pendidikan vokasi.
Dalam arahannya, Dr. Ir. Yuhefizar menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dari upaya transformasi tata kelola di lingkungan jurusan. “Kita ingin memastikan seluruh proses bisnis di Jurusan Teknologi Informasi berjalan sesuai standar mutu, terdokumentasi dengan baik, dan siap diintegrasikan ke dalam sistem informasi jurusan yang terpadu, sebagai fondasi menuju digitalisasi pelayanan,” ujar beliau.


Lebih lanjut, Dr. Yuhefizar menegaskan bahwa sebelum digitalisasi sistem dijalankan, jurusan akan memulai langkah awal dengan pemetaan potensi dosen, penataan Kelompok Bidang Keahlian (KBK), serta penataan homebase dosen sesuai kompetensi program studi masing-masing. Menurutnya, hal ini penting agar setiap dosen ditempatkan dan berkontribusi sesuai bidang keahliannya, sehingga efektivitas kinerja dan mutu akademik meningkat.
“Digitalisasi tata kelola tidak bisa dipisahkan dari tata kelola sumber daya manusianya. Kita mulai dengan memetakan kekuatan dan potensi dosen, menyusun kembali KBK, lalu menata homebase berdasarkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan prodi. Dari situlah sistem digital nantinya dibangun dan berjalan dengan kuat,” tambahnya.
Rapat ini juga menjadi forum sinkronisasi antara SOP yang sudah berjalan dengan kebutuhan baru jurusan, khususnya dalam menghadapi dinamika kebijakan kampus dan perkembangan teknologi informasi yang cepat. Para koordinator program studi, kepala laboratorium, dan dosen bidang keahlian turut memberikan masukan konstruktif terkait tantangan implementasi SOP yang selama ini dijalankan di unit masing-masing.


Koord. Program Studi D3 Manajemen Informatika, Roni, menilai kegiatan ini sangat strategis untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan efisiensi layanan akademik. “Evaluasi proses bisnis dan SOP akan membuat alur kerja menjadi lebih jelas. Dengan dukungan sistem digital, kita bisa mempercepat layanan dan meningkatkan kepuasan mahasiswa maupun stakeholder lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Meri Azmi, menambahkan bahwa penataan KBK dan homebase akan memperkuat kolaborasi antarprodi. “Kita ingin setiap bidang keahlian benar-benar berfungsi sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan pembelajaran di jurusan. Jika potensi dosen sudah tersusun rapi, maka proses digitalisasi akan lebih mudah diintegrasikan,” ujarnya.
Koord. Prodi D3 Manajemen Informatika PSDKU Pelalawan, Fazrol Rozi menyoroti pentingnya pelatihan dan sosialisasi SOP baru serta sistem informasi yang akan dikembangkan. Menurutnya, keberhasilan sistem digital sangat bergantung pada kesiapan SDM. “SOP yang baik perlu disertai pemahaman dan pembiasaan. Jika SDM sudah siap, maka sistem digital bisa menjadi alat bantu kerja yang sangat efisien,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan juga memaparkan target utama yang ingin dicapai:

  • Menyelesaikan pemetaan potensi dosen, penataan KBK, dan penataan homebase sebelum akhir 2025.
  • Menstandarkan seluruh SOP hasil evaluasi hingga Desember 2025 atau awal semester depan
  • Mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi jurusan terpadu secara bertahap mulai pada tahun 2026.

Dr. Yuhefizar berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat mendukung proses transformasi ini dengan semangat kolaboratif. “Digitalisasi bukan hanya perubahan sistem, tetapi perubahan budaya kerja. Kita ingin Jurusan Teknologi Informasi menjadi contoh nyata bagaimana transformasi digital dapat meningkatkan tata kelola dan mutu pendidikan vokasi,” tegasnya.
Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan jurusan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan awal, termasuk pembentukan tim pemetaan potensi dosen, tim penyusun peta proses bisnis, dan tim pengembang sistem informasi jurusan. Ketiga tim ini akan bekerja paralel untuk menghasilkan desain tata kelola yang efisien, transparan, dan siap terhubung dalam sistem digital terpadu.
Dengan langkah terukur dan dukungan penuh seluruh unsur jurusan, Jurusan Teknologi Informasi PNP optimistis mampu mewujudkan tata kelola modern yang berbasis data, berorientasi layanan, dan adaptif terhadap perkembangan era digital serta industri 5.0. Transformasi ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju kampus digital yang unggul dan berdaya saing nasional.

Leave a Reply