Seminar Project Management dan Framework TOGAF Warnai Kegiatan PKTOS 2025 di Jurusan Teknologi Informasi PNP

Seminar Project Management dan Framework TOGAF Warnai Kegiatan PKTOS 2025 di Jurusan Teknologi Informasi PNP

Padang (20 Oktober 2025) — Dalam rangkaian kegiatan Pekan Kreativitas Teknologi, Olahraga, dan Seni (PKTOS) 2025, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menyelenggarakan seminar bertema “Integrasi Project Management dan Arsitektur Enterprise dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen dalam bidang manajemen proyek dan penerapannya di dunia pendidikan.

Seminar yang dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025 ini menghadirkan narasumber Dr. Panca O. Hadi Putra, B.Sc (Hons), S.H., M.Bus., M.Kn, dosen dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, yang dikenal luas sebagai pakar dalam bidang enterprise architecture dan project management framework. Kegiatan berlangsung di ruang seminar Jurusan Teknologi Informasi dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Yuhefizar, selaku Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi dosen untuk memperkuat kemampuan dalam manajemen proyek, terutama dalam konteks penerapan Project-Based Learning (PBL). “Melalui pelatihan dan seminar seperti ini, kita berharap dosen tidak hanya memahami teori manajemen proyek, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Yuhefizar.

Sementara itu, Dr. Yulherniwati, S.Kom., M.T., selaku moderator kegiatan, memandu jalannya seminar dengan interaktif dan penuh semangat. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antara dosen dalam memahami konsep manajemen proyek yang terstruktur serta bagaimana menerapkannya dalam kurikulum dan kegiatan mahasiswa.

Dalam paparannya, Dr. Panca O. Hadi Putra menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap framework TOGAF (The Open Group Architecture Framework) dalam membangun arsitektur sistem di institusi pendidikan maupun organisasi. “TOGAF bukan sekadar kerangka kerja teknis, tetapi juga filosofi dalam merancang sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Jika dikombinasikan dengan pendekatan Project Management Framework, hal ini akan membantu lembaga seperti Politeknik Negeri Padang dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efisien dan berbasis hasil,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan pesan penting bagi para dosen agar tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga project leader dalam setiap aktivitas akademik. “Setiap dosen sejatinya adalah manajer proyek — baik ketika membimbing tugas akhir, mengelola penelitian, maupun merancang kegiatan pengabdian masyarakat. Dengan pendekatan project-based, semua kegiatan dosen dapat diarahkan pada pencapaian hasil nyata yang terukur,” pesan Dr. Panca di akhir sesi presentasi.

Sementara itu, Roni Putra, S.Kom., M.T., selaku Koordinator Program Studi Manajemen Informatika, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif seminar ini. Ia menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan arah pengembangan kurikulum berbasis proyek di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. “Framework seperti TOGAF sangat membuka wawasan dosen dalam memahami keterhubungan antara aspek teknis, manajerial, dan strategis dalam pembelajaran. Ini akan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghadapi dunia industri yang menuntut kemampuan manajemen proyek yang kuat,” tuturnya.

Salah satu peserta seminar, Aldo Erianda, S.Kom., M.T., menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, seminar ini memberikan sudut pandang baru mengenai bagaimana manajemen proyek dapat diintegrasikan ke dalam pengajaran. “Selama ini, kita sering fokus pada aspek teknis. Setelah mengikuti seminar ini, saya menyadari pentingnya membangun sistem pembelajaran yang memiliki alur dan tujuan proyek yang jelas — sebagaimana prinsip manajemen proyek itu sendiri,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Meri Azmi, S.T., M.Cs , juga menilai seminar ini sangat bermanfaat dan inspiratif. Ia menuturkan bahwa pemahaman terhadap enterprise architecture seperti TOGAF dapat membantu dosen dalam merancang roadmap pengembangan jurusan dan prodi. “TOGAF dapat menjadi acuan dalam menata struktur sistem informasi kampus, mulai dari akademik, penelitian, hingga pengabdian. Dengan begitu, semua proses berjalan terarah dan terukur,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Dr. Yuhefizar kembali menegaskan harapan agar hasil dari seminar ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam setiap aktivitas akademik. “Saya berharap para dosen mampu mengadopsi prinsip-prinsip project management ini dalam merancang mata kuliah, membimbing mahasiswa, serta melaksanakan penelitian dan pengabdian. Dengan demikian, seluruh kegiatan di Jurusan Teknologi Informasi dapat berorientasi pada hasil nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” pungkasnya.

Kegiatan seminar ini menjadi bagian penting dari rangkaian PKTOS 2025 yang tidak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat kapasitas dan profesionalisme dosen dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di Politeknik Negeri Padang.

Leave a Reply