RabuSapaTI Edisi Dosen #01: Memahami Pembagian Angka Kredit Karya Ilmiah untuk Pengembangan Karier Akademik

RabuSapaTI Edisi Dosen #01: Memahami Pembagian Angka Kredit Karya Ilmiah untuk Pengembangan Karier Akademik

RabuSapaTI Edisi Dosen #01: Memahami Pembagian Angka Kredit Karya Ilmiah untuk Pengembangan Karier Akademik

Padang, 10 Juni 2026 โ€“ Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menghadirkan program #RabuSapaTI, kali ini melalui Edisi Dosen yang secara khusus ditujukan untuk mendukung pengembangan karier akademik dan profesionalisme dosen.

Pada edisi perdana ini, tema yang diangkat adalah “Memahami Pembagian Angka Kredit (AK) Karya Ilmiah”, sebuah topik yang sangat relevan bagi dosen dalam merencanakan publikasi ilmiah, memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD), serta mempersiapkan kenaikan jabatan akademik.

Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pemahaman terhadap mekanisme perolehan Angka Kredit (AK) menjadi penting karena publikasi ilmiah tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan karier akademik dosen.

โ€œMemahami pembagian Angka Kredit sejak awal akan membantu dosen merencanakan publikasi, BKD, dan kenaikan jabatan akademik secara lebih terarah. Melalui #RabuSapaTI Edisi Dosen, kami ingin menghadirkan informasi praktis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh dosen dalam aktivitas tridarma,โ€ ujar beliau.

Dalam edisi ini dijelaskan bahwa pembagian Angka Kredit karya ilmiah mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.

Secara umum, besaran AK yang diperoleh dosen ditentukan oleh jumlah penulis dan posisi kepengarangan dalam suatu publikasi ilmiah.

Untuk publikasi dengan dua penulis, apabila penulis pertama sekaligus bertindak sebagai Corresponding Author, maka penulis pertama memperoleh 60% dari Angka Kredit Maksimal (AKM), sedangkan penulis kedua memperoleh 40%. Namun apabila Corresponding Author berada pada posisi penulis kedua, maka pembagiannya menjadi 50% untuk penulis pertama dan 50% untuk penulis kedua.

Sementara itu, pada publikasi yang melibatkan tiga penulis atau lebih, apabila penulis pertama juga merupakan Corresponding Author, maka ia memperoleh 60% AKM, sedangkan 40% sisanya dibagi rata kepada seluruh penulis anggota. Jika Corresponding Author berbeda dengan penulis pertama, maka masing-masing memperoleh 40% AKM dan 20% sisanya dibagi rata kepada penulis anggota lainnya.

Sebagai contoh, apabila sebuah artikel memiliki AK Maksimal 25 dan ditulis oleh empat orang penulis dengan penulis pertama sekaligus bertindak sebagai Corresponding Author, maka penulis pertama memperoleh 15 AK, sedangkan tiga penulis lainnya berbagi 10 AK atau masing-masing memperoleh sekitar 3,33 AK.

Selain menjelaskan mekanisme pembagian AK, edisi ini juga mengingatkan pentingnya menyepakati urutan penulis dan Corresponding Author sejak awal sebelum artikel dikirim ke jurnal. Langkah ini dapat menghindari perbedaan persepsi dan mempermudah proses pengajuan Penetapan Angka Kredit (PAK) di kemudian hari.

Menurut Dr. Yuhefizar, publikasi yang baik tidak hanya menghasilkan sitasi dan luaran penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier akademik seorang dosen.

โ€œKolaborasi penelitian yang sehat harus dibangun di atas kesepahaman, transparansi, dan penghargaan terhadap kontribusi setiap penulis. Dengan memahami aturan pembagian AK, dosen dapat merencanakan strategi publikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan,โ€ tambahnya.

Melalui #RabuSapaTI Edisi Dosen, Jurusan Teknologi Informasi berharap dapat meningkatkan literasi dosen terhadap berbagai regulasi terbaru yang berkaitan dengan penelitian, publikasi, BKD, jabatan akademik, serta pengembangan karier dosen secara berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya jurusan dalam membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.


#RabuSapaTI

Mengingatkan untuk Bertumbuh

๐Ÿ“ˆ Publikasi Berkualitas, Karier Akademik Berkelanjutan

Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi
Politeknik Negeri Padang

Leave a Reply