Author: Yuhefizar

Jul
10

Setelah Lebih Dua Dekade Mengembangkan Pendidikan Vokasi, Jurusan TI PNP Bersiap Membuka Program Magister Terapan

Padang, 10 Juli 2026 — Setelah lebih dari dua dekade mengembangkan pendidikan vokasi di bidang teknologi informasi, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) resmi memulai langkah strategis untuk merintis Program Studi Magister Terapan Rekayasa Teknologi Informasi (M.Tr.Kom.). Komitmen tersebut ditandai dengan pembentukan Tim Task Force Penyusunan Proposal Program Studi, yang disepakati dalam rapat bersama dosen doktor, Sekretaris Jurusan, dan para Koordinator Program Studi pada Jumat (10/7/2026) secara daring. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, diawali dengan pemaparan kajian komprehensif mengenai urgensi pembukaan Program Magister Terapan. Materi yang dipresentasikan mencakup landasan regulasi, nomenklatur nasional, alternatif program studi, peta dosen bergelar doktor, kesiapan sumber daya, hingga peta jalan penyusunan proposal pembukaan program studi. Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Jurusan Teknologi Informasi PNP. Sejak berdiri pada tahun 2005, jurusan telah berkembang menjadi salah satu penyelenggara pendidikan vokasi bidang komputasi yang matang di Indonesia. Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun, penyelenggaraan program Diploma Tiga dan Sarjana Terapan yang terus berkembang, dukungan sumber daya manusia yang semakin kuat, serta ribuan alumni yang berkiprah di berbagai sektor, jurusan kini menilai telah tiba saatnya menghadirkan jenjang pendidikan vokasi yang lebih tinggi sebagai kelanjutan ekosistem akademik yang telah dibangun. Dalam paparannya, Yuhefizar menjelaskan bahwa terdapat empat alasan utama mengapa pembentukan Program Magister Terapan perlu segera diwujudkan. Pertama, Jurusan Teknologi Informasi telah memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi. Kedua, kebutuhan tenaga ahli digital pada level 8 KKNI terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di sektor pemerintahan, industri, dan masyarakat. Ketiga, hingga saat ini belum terdapat Program Magister Terapan bidang Teknologi Informasi di Pulau Sumatera. Keempat, jurusan telah memiliki tujuh dosen bergelar doktor yang menjadi modal akademik utama dalam memenuhi persyaratan pembukaan program studi baru. Kajian yang dipresentasikan juga menunjukkan bahwa dari berbagai nomenklatur yang tersedia, Magister Terapan Rekayasa Teknologi Informasi merupakan pilihan yang paling sesuai dengan karakteristik Jurusan Teknologi Informasi PNP. Selain memiliki linearitas yang kuat dengan program studi Diploma Tiga dan Sarjana Terapan yang telah ada, nomenklatur tersebut dinilai paling memenuhi aspek kesiapan sumber daya manusia, kecukupan homebase dosen, kebutuhan pasar, serta ketentuan regulasi yang berlaku. Selama sesi diskusi, para dosen doktor dan pimpinan program studi memberikan berbagai pandangan strategis terkait kesiapan penyelenggaraan program, hingga strategi memperoleh calon mahasiswa dari kalangan ASN, praktisi industri, guru produktif SMK, dosen vokasi, serta profesional di bidang teknologi informasi. Diskusi berlangsung dinamis dan produktif. Seluruh peserta sepakat bahwa pembukaan Program Magister Terapan bukan sekadar penambahan jenjang pendidikan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Politeknik Negeri Padang sebagai perguruan tinggi vokasi yang mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia unggul pada era transformasi digital. Sebagai tindak lanjut, forum secara aklamasi menyepakati pembentukan Tim Task Force Penyusunan Proposal Program Studi Magister Terapan Rekayasa Teknologi Informasi, dengan menunjuk Rahmat Hidayat sebagai Ketua Tim. Task Force tersebut akan bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh proses penyusunan proposal, mulai dari pemetaan dan validasi homebase dosen, penyusunan kurikulum berbasis KKNI Level 8, analisis kebutuhan pasar, penyusunan dokumen pemenuhan syarat minimum pembukaan program studi, benchmarking ke perguruan tinggi vokasi yang telah menyelenggarakan Magister Terapan, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga proses pengajuan usulan melalui Sistem Informasi Kelembagaan (SIAGA). Tahapan tersebut ditargetkan mengarah pada penerimaan mahasiswa angkatan pertama pada Tahun Akademik 2027/2028. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan investasi akademik jangka panjang yang akan menentukan arah pengembangan jurusan pada masa mendatang. “Selama ini kita telah berhasil membangun fondasi pendidikan vokasi mulai dari Diploma Tiga hingga Sarjana Terapan. Langkah berikutnya adalah menyediakan jalur pendidikan lanjutan yang tetap berorientasi vokasi sehingga lulusan memiliki ekosistem pembelajaran yang utuh dan berkesinambungan. Ini bukan sekadar membuka program studi baru, tetapi membangun masa depan pendidikan vokasi di bidang teknologi informasi.” Ia menambahkan bahwa Program Magister Terapan yang dirintis nantinya diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan inovasi teknologi terapan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. “Kami ingin menghadirkan Program Magister Terapan yang relevan dengan kebutuhan industri, pemerintahan, dan masyarakat. Kurikulumnya harus adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial, rekayasa perangkat lunak, transformasi digital, keamanan siber, serta analitik data. Harapannya, program ini dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa.” Yuhefizar juga menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada semangat kolaborasi seluruh sivitas akademika. “Perjalanan ini tentu tidak ringan. Namun saya optimistis, dengan pengalaman yang telah kita miliki, kekuatan sumber daya manusia, budaya kerja yang kolaboratif, serta dukungan seluruh dosen dan tenaga kependidikan, cita-cita menghadirkan Program Magister Terapan pertama di bidang Rekayasa Teknologi Informasi di Sumatera dapat diwujudkan bersama.” Sementara itu, Ketua Task Force, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin proses penyusunan proposal. “Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan pekerjaan individu. Kami akan membangun tim yang solid, bekerja secara sistematis, berbasis data, dan berpedoman penuh pada regulasi yang berlaku. Seluruh tahapan akan dipersiapkan secara cermat, mulai dari pemetaan SDM, penyusunan kurikulum, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga penyempurnaan seluruh dokumen pendukung agar proposal yang diajukan memiliki kualitas terbaik.” Ia menambahkan bahwa Task Force akan segera menyusun rencana kerja terukur, membagi tugas sesuai bidang keahlian, melakukan benchmarking dengan perguruan tinggi vokasi yang telah sukses menyelenggarakan Magister Terapan, serta memperkuat sinergi dengan organisasi profesi, mitra industri, dan pemangku kepentingan lainnya agar proses penyusunan proposal berjalan efektif dan tepat waktu. Dengan dimulainya proses pembentukan Program Studi Magister Terapan Rekayasa Teknologi Informasi, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang memasuki babak baru dalam perjalanan pengembangan institusi. Langkah ini tidak hanya menjadi kelanjutan alami dari keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi selama lebih dari dua puluh tahun, tetapi juga menjadi wujud komitmen jurusan dalam menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang semakin lengkap, inovatif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan sumber daya manusia Indonesia di era transformasi digital. Hal ini memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan yang menghasilkan inovasi dan solusi bagi dunia industri dan masyarakat.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jul
09

Rapat Rutin Pimpinan Jurusan TI PNP Fokuskan Revisi Kurikulum, Persiapan Semester Baru, dan Inisiasi Program Magister Terapan

Padang, 9 Juli 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) terus memperkuat tata kelola akademik dan arah pengembangan institusi melalui rapat rutin pimpinan jurusan yang diselenggarakan pada Kamis (9/7) di Ruang Rapat Jurusan Teknologi Informasi. Rapat berlangsung secara hybrid, diikuti secara luring oleh Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, para Koordinator Program Studi, dan Kepala Laboratorium, sementara Koordinator Program Studi pada PSDKU mengikuti rapat secara daring. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penyamaan persepsi revisi kurikulum seluruh program studi, persiapan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, rencana pembentukan Program Magister Terapan, strategi promosi PSDKU, hingga evaluasi berbagai program dan kegiatan yang berlangsung selama sepekan terakhir. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menegaskan bahwa rapat rutin pimpinan merupakan instrumen penting dalam memastikan setiap kebijakan akademik berjalan selaras dengan visi pengembangan jurusan. “Rapat rutin bukan sekadar forum koordinasi, tetapi menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, mengambil keputusan bersama, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah-langkah pengembangan jurusan secara lebih terarah. Melalui komunikasi yang intensif, kita dapat bergerak dengan visi dan tujuan yang sama,” ujar Yuhefizar. Agenda utama rapat adalah penyamaan persepsi terhadap revisi kurikulum seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Seluruh pimpinan bersepakat bahwa revisi kurikulum harus mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, kemajuan teknologi digital, serta kebijakan pendidikan tinggi nasional yang terus berkembang, serta kurikulum prodi di PSDKU sama dengan kurikulum prodi di kampus utama. Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan, rapat menetapkan target bahwa seluruh dokumen revisi kurikulum dapat diselesaikan paling lambat pada akhir Agustus 2026. Target tersebut diharapkan memberikan waktu yang cukup bagi setiap program studi untuk melakukan finalisasi dokumen, validasi bersama para pemangku kepentingan, serta mempersiapkan implementasinya pada tahun akademik berikutnya. Pembahasan berikutnya difokuskan pada persiapan penyusunan roster atau jadwal perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027. Koordinasi dilakukan untuk memastikan distribusi beban mengajar dosen, penggunaan ruang kuliah dan laboratorium, serta penyelenggaraan proses pembelajaran dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat waktu sejak awal semester. Dalam rapat juga mengemuka rencana strategis pembentukan Program Magister Terapan di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Dua bidang yang menjadi fokus kajian awal adalah Magister Terapan Rekayasa Teknologi Informasi atau Magister Terapan Sains Data Terapan. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari roadmap pengembangan jurusan dalam memperluas layanan pendidikan vokasi hingga jenjang pascasarjana, karena hingga saat ini, Jurusan telah memiliki 8 orang dosen dengan gelar Doktor. Menurut Yuhefizar, gagasan pembentukan program magister merupakan langkah visioner yang harus dipersiapkan sejak dini melalui kajian akademik yang matang, analisis kebutuhan sumber daya manusia, serta pemetaan kebutuhan industri. Hal ini perlu izin dari pimpinan PNP tentunya. “Transformasi digital membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi tingkat lanjut. Oleh karena itu, kami mulai menyiapkan fondasi pengembangan Program Magister Terapan agar ketika waktunya tiba, Jurusan Teknologi Informasi telah memiliki kesiapan akademik, sumber daya, serta jejaring kemitraan yang kuat,” jelasnya. Topik strategis lainnya adalah penguatan promosi PSDKU, mengingat penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung hingga 20 Juli 2026. Berbagai strategi promosi dibahas, antara lain optimalisasi media digital, penguatan komunikasi dengan sekolah-sekolah, nagari dan pemda, pelibatan alumni, serta publikasi berbagai keunggulan program studi yang diselenggarakan di PSDKU agar semakin dikenal oleh masyarakat. Selain membahas agenda strategis, rapat juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang berlangsung selama satu minggu terakhir di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Setiap program dievaluasi berdasarkan capaian, kendala yang dihadapi, efektivitas pelaksanaan, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan akademik maupun administrasi. Suasana rapat berlangsung dinamis dan konstruktif. Setiap pimpinan program studi maupun kepala laboratorium diberikan kesempatan menyampaikan perkembangan unit masing-masing, berbagi pengalaman, serta menawarkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari budaya kerja yang terus dikembangkan di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi PNP. Yuhefizar menegaskan bahwa budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan merupakan prinsip yang selalu dipegang dalam pengelolaan jurusan. “Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai aspek yang perlu terus disempurnakan. Karena itu, kami memilih untuk tidak berhenti melakukan evaluasi dan pembenahan. Setiap kekurangan akan kami perbaiki secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan sehingga kualitas layanan akademik terus meningkat dari waktu ke waktu,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan jurusan tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh sivitas akademika serta dukungan para mitra. “Jurusan Teknologi Informasi sangat terbuka terhadap setiap masukan yang produktif, objektif, dan konstruktif. Kami percaya bahwa budaya saling mengingatkan, berdiskusi, dan berkolaborasi akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan jurusan yang semakin unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Yuhefizar. Melalui rapat rutin yang diselenggarakan secara konsisten setiap pekan, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola yang profesional, memperkuat kualitas pendidikan vokasi, serta mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dunia industri dan tantangan transformasi digital di masa depan.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jul
05

Jurusan Teknologi Informasi PNP Perkuat Sinergi Alumni, Sepakati Pembentukan INTI sebagai Wadah Resmi Alumni

Padang, 4 Juli 2026 – Jurusan Teknologi Informasi (TI) Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan yang erat dengan para alumni melalui penyelenggaraan Temu Alumni Jurusan Teknologi Informasi pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi lintas angkatan, memperkuat rasa memiliki terhadap almamater, sekaligus menghimpun berbagai masukan strategis dari alumni dalam mendukung pengembangan Jurusan Teknologi Informasi di masa mendatang. Temu Alumni yang dilaksanakan secara hybrid tersebut dipusatkan di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 1 Politeknik Negeri Padang mulai pukul 09.00 WIB. Konsep hybrid dipilih mengingat alumni Jurusan Teknologi Informasi telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan di luar negeri. Hingga tahun 2026, Jurusan Teknologi Informasi telah memiliki 2.485 alumni sejak menerima mahasiswa angkatan pertama pada September 2005. Kegiatan diikuti oleh alumni dari berbagai angkatan yang hadir secara langsung maupun melalui konferensi daring. Suasana penuh keakraban tampak sejak awal kegiatan, memperlihatkan kuatnya ikatan emosional alumni terhadap jurusan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan karier mereka. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, yang dalam sambutannya memaparkan perkembangan Jurusan Teknologi Informasi selama lebih dari dua puluh tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa Jurusan TI telah berkembang sangat pesat, mulai dari dua program studi menjadi tujuh program studi, didukung oleh 80 dosen tetap, memiliki empat lokasi penyelenggaraan pendidikan termasuk tiga PSDKU, serta telah menghasilkan ribuan lulusan yang berkiprah di berbagai sektor. Menurut Yuhefizar, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi para alumni yang telah membawa nama baik Jurusan Teknologi Informasi di dunia kerja maupun masyarakat. “Alumni adalah aset terbesar sebuah perguruan tinggi. Keberhasilan mereka merupakan cerminan kualitas pendidikan yang kita selenggarakan. Karena itu, kami ingin membangun hubungan yang lebih erat sehingga alumni tidak hanya menjadi lulusan, tetapi juga mitra strategis jurusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, serta memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Yuhefizar. Beliau juga menyampaikan harapan besar agar momentum kebersamaan ini menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan Temu Akbar Alumni Jurusan TI pada peringatan 25 Tahun Jurusan Teknologi Informasi beberapa tahun mendatang. “Kami berharap mulai hari ini kita bersama-sama merancang Temu Akbar Alumni TI pada usia 25 tahun Jurusan nanti. Ini bukan sekadar reuni, tetapi momentum untuk menunjukkan kontribusi alumni terhadap kemajuan almamater dan pembangunan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi,” tambahnya. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Alumni dari berbagai angkatan berbagi pengalaman selama berkarier di dunia industri, pemerintahan, pendidikan, maupun sebagai entrepreneur di bidang teknologi. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari penguatan kompetensi teknis, peningkatan soft skills, sertifikasi profesi, hingga penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar lulusan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja. Ketua Pelaksana kegiatan, Ronal Hadi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme alumni yang hadir, baik secara luring maupun daring. Menurutnya, kehadiran alumni lintas angkatan menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap Jurusan Teknologi Informasi masih sangat kuat. “Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif. Kami melihat semangat kebersamaan alumni masih sangat tinggi meskipun telah tersebar di berbagai daerah. Diskusi yang berlangsung hari ini membuktikan bahwa alumni memiliki kepedulian besar terhadap masa depan Jurusan TI dan siap memberikan kontribusi nyata,” ungkap Ronal Hadi. Ia juga berharap forum seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang terus memperkuat hubungan antara jurusan dengan para alumninya. “Saya berharap Temu Alumni tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Kita perlu membangun komunikasi yang berkelanjutan sehingga alumni dapat terus berkontribusi melalui berbagai program, baik dalam bentuk sharing pengalaman, kerja sama industri, peluang magang, maupun pengembangan kurikulum,” tambahnya. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam forum tersebut adalah disepakatinya pembentukan wadah resmi alumni dengan nama INTI (Ikatan Alumni Teknologi Informasi). INTI akan menjadi organisasi yang menghimpun seluruh alumni lintas angkatan dan lintas program studi di bawah satu payung besar, sementara masing-masing angkatan maupun program studi tetap dapat memiliki komunitas dan grup komunikasi tersendiri. Selain itu, alumni juga memperkenalkan sebuah aplikasi pendataan alumni yang sedang dipersiapkan sebagai basis data terpadu. Aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah komunikasi, pelaksanaan tracer study, penyebaran informasi, hingga membangun jejaring profesional yang lebih luas di masa mendatang. Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, Humaira, menyampaikan bahwa keberadaan organisasi alumni yang terstruktur akan memberikan banyak manfaat bagi pengembangan institusi. “Masukan yang diberikan alumni sangat berharga karena mereka merasakan secara langsung dinamika dunia kerja. Perspektif tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi jurusan dalam menyempurnakan kurikulum, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memastikan kompetensi lulusan tetap sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Humaira. Ia juga optimistis bahwa keberadaan INTI akan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara alumni dan almamater. “Kami berharap INTI menjadi rumah besar bagi seluruh alumni Jurusan Teknologi Informasi. Dengan komunikasi yang semakin baik dan didukung sistem pendataan alumni yang terintegrasi, kolaborasi antara alumni dan jurusan akan semakin kuat untuk mendukung kemajuan institusi di masa depan,” tuturnya. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB tersebut ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir secara luring, dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Melalui penyelenggaraan Temu Alumni ini, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga membangun fondasi kolaborasi jangka panjang dengan para alumninya. Dengan terbentuknya INTI (Ikatan Alumni TI) serta pengembangan sistem pendataan alumni, diharapkan sinergi antara alumni dan almamater semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum, perluasan jejaring profesional, serta mewujudkan visi Jurusan Teknologi Informasi sebagai institusi pendidikan vokasi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

By Yuhefizar | Academic . Berita . Uncategorized
DETAIL
Jul
02

Jurusan Teknologi Informasi PNP Perkuat Implementasi Kurikulum OBE Melalui Workshop Penyusunan Kurikulum Berbantuan Artificial Intelligence

Padang, 1 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta mempersiapkan program studi menuju akreditasi unggul, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Berbantuan Artificial Intelligence (AI) pada Rabu (1/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh seluruh Koordinator Program Studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi, baik dari kampus utama maupun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Workshop berlangsung di Ruang Rapat Jurusan Teknologi Informasi PNP mulai pukul 10.00 hingga 12.30 WIB dan menghadirkan H. A. Mooduto sebagai narasumber utama. Selain dikenal sebagai praktisi teknologi informasi, H. A. Mooduto juga merupakan dosen tetap Program Studi Teknik Komputer yang saat ini aktif mengembangkan berbagai pendekatan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi saat ini sedang melaksanakan evaluasi dan revisi kurikulum sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. “Kurikulum merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, proses penyusunannya harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan nasional. Saat ini, seluruh program studi kita sedang melakukan evaluasi kurikulum, dan pendekatan Outcome-Based Education menjadi sebuah keharusan,” ujar Yuhefizar. Beliau menambahkan bahwa implementasi OBE tidak lagi sekadar menjadi inovasi dalam penyusunan kurikulum, tetapi telah menjadi paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui OBE, setiap aktivitas pembelajaran dirancang untuk memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang terukur, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Menurutnya, penerapan kurikulum berbasis OBE juga merupakan salah satu aspek penting dalam penilaian akreditasi program studi. Program studi yang menargetkan Akreditasi Unggul harus mampu menunjukkan bahwa seluruh proses pembelajaran dirancang berdasarkan capaian pembelajaran lulusan (CPL), dilaksanakan secara sistematis, diukur ketercapaiannya, serta dievaluasi melalui mekanisme Continuous Quality Improvement (CQI). “OBE bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Program studi yang ingin berkembang dan meraih Akreditasi Unggul harus mampu mengimplementasikan kurikulum OBE secara utuh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga evaluasi berkelanjutan. Karena itu, workshop ini menjadi sangat penting sebagai bekal bagi seluruh tim penyusun kurikulum,” tegas Yuhefizar. Dalam sesi utama, H. A. Mooduto memaparkan konsep penyusunan kurikulum OBE dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence sebagai alat bantu dalam proses pengembangan dokumen akademik. AI dimanfaatkan untuk mempercepat analisis dokumen, menyusun draft capaian pembelajaran, memetakan hubungan antara CPL dan mata kuliah, menyusun matriks kurikulum, hingga membantu proses validasi konsistensi antar-komponen kurikulum. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa Artificial Intelligence bukanlah pengganti peran akademisi. AI berfungsi sebagai copilot yang membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas penyusunan kurikulum, sementara keputusan akademik tetap sepenuhnya berada di tangan tim penyusun kurikulum sesuai dengan visi, misi, karakteristik lulusan, serta kebutuhan masing-masing program studi. Selama workshop berlangsung, suasana diskusi berjalan sangat interaktif. Para koordinator program studi aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi OBE, penyusunan dokumen pendukung, pemetaan mata kuliah terhadap capaian pembelajaran lulusan, penyusunan asesmen berbasis outcome, hingga penerapan konsep Continuous Quality Improvement sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu. Diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi program studi dalam melakukan transformasi kurikulum dari pendekatan berbasis konten menuju pendekatan berbasis capaian pembelajaran. Berbagai studi kasus dan pengalaman implementasi turut dibahas sehingga memberikan gambaran yang lebih praktis kepada peserta. Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi dan pembelajaran berkelanjutan, seluruh materi workshop dapat diakses secara daring melalui laman: Presentasi Workshop OBE Berbantuan AI Ketersediaan materi secara terbuka diharapkan dapat menjadi referensi tidak hanya bagi sivitas akademika Jurusan Teknologi Informasi PNP, tetapi juga bagi perguruan tinggi lain yang sedang mengembangkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education. Melalui penyelenggaraan workshop ini, Jurusan Teknologi Informasi PNP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Integrasi Outcome-Based Education dengan pemanfaatan Artificial Intelligence diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, terdokumentasi dengan baik, serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan teknologi global. Ke depan, hasil workshop ini akan menjadi salah satu landasan bagi seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi PNP dalam menyelesaikan proses revisi kurikulum yang saat ini sedang berlangsung. Dengan kurikulum yang dirancang secara sistematis berdasarkan prinsip OBE, Jurusan Teknologi Informasi optimistis dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta memperkuat posisi seluruh program studi dalam meraih dan mempertahankan Akreditasi Unggul.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jun
22

Minggu Ke-15 Implementasi Buku SIKAP: Saatnya Nilai-Nilai Karakter Menjadi Kebiasaan”

Padang, 22 Juni 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali melaksanakan implementasi Buku SIKAP (Soft Skill: bagian Integral dari Karakter Akademis dan Profesional) pada minggu ke-15 dengan mengangkat tema “Internalisasi dan Konsistensi Karakter”. Tema ini dipilih sebagai bentuk penguatan terhadap berbagai nilai dan soft skill yang telah dipelajari mahasiswa selama satu semester melalui program Buku SIKAP. Setelah mempelajari berbagai aspek seperti kejujuran, integritas, disiplin, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas, adaptasi, hingga ketangguhan mental, mahasiswa diajak untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan sehari-hari. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom, menyampaikan bahwa tujuan utama Buku SIKAP bukan sekadar memberikan pemahaman mengenai soft skill, tetapi mendorong mahasiswa untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. “Karakter tidak dibangun oleh satu keputusan besar, tetapi oleh ribuan keputusan kecil yang diambil setiap hari. Karena itu, tantangan sesungguhnya bukan memahami nilai-nilai SIKAP, melainkan menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Melalui reminder yang disampaikan kepada mahasiswa, Jurusan TI mengajak seluruh mahasiswa untuk melakukan refleksi diri terkait berbagai nilai yang telah dipelajari selama satu semester. Mahasiswa didorong untuk tetap menjaga kejujuran meskipun tidak ada yang mengawasi, tetap disiplin meskipun tidak ada yang mengingatkan, tetap bertanggung jawab ketika menghadapi kesulitan, serta tetap rendah hati ketika memperoleh keberhasilan. Selain kepada mahasiswa, Jurusan TI juga menyampaikan reminder kepada seluruh dosen untuk memperkuat proses internalisasi karakter melalui keteladanan dalam kegiatan pembelajaran. Dosen diharapkan tidak hanya menjadi penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi role model dalam membangun budaya akademik yang positif. Dalam pesan yang disampaikan kepada dosen, ditegaskan bahwa mahasiswa mungkin tidak selalu mengingat seluruh materi yang diajarkan, tetapi mereka akan mengingat bagaimana dosen bersikap, berinteraksi, menghargai orang lain, menghadapi tantangan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik. Implementasi minggu ke-15 ini menjadi fase penting dalam perjalanan Buku SIKAP karena menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya materi yang telah disampaikan atau jumlah lembar refleksi yang telah diisi, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai tersebut hidup dalam perilaku dan budaya akademik sehari-hari. Melalui program ini, Jurusan Teknologi Informasi berharap nilai-nilai yang telah dipelajari selama satu semester dapat terus menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam belajar, berorganisasi, bekerja, dan bermasyarakat. Sebagai penutup, Jurusan TI mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya karakter yang telah dibangun melalui implementasi Buku SIKAP. “Nilai-nilai SIKAP tidak berhenti pada buku, tetapi harus hidup dalam budaya akademik sehari-hari.” Program Buku SIKAP merupakan salah satu inovasi Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang dalam mengintegrasikan pengembangan soft skill ke dalam proses pendidikan guna menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Berakhlak Mulia, Berpikir Akademis, dan Bertindak Profesional.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jun
16

Refleksi 1 Muharram 1448 H: Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP Ajak Sivitas Akademika Berhijrah Menuju Inovasi dan Kebermanfaatan

Padang, 1 Muharram 1448 H — Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi pengingat penting bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan refleksi dan transformasi diri. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP), Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., IPM., ASEAN Eng, mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk menjadikan semangat hijrah sebagai landasan dalam meningkatkan kualitas diri, kompetensi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat melalui teknologi. Menurut Dr. Yuhefizar, makna hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga sebagai perubahan menuju keadaan yang lebih baik dalam aspek keilmuan, karakter, dan pengabdian. “Tahun Baru Islam harus menjadi momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi diri. Apakah ilmu yang kita miliki telah memberikan manfaat yang lebih luas? Apakah teknologi yang kita kembangkan telah membantu menyelesaikan persoalan masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bagian dari semangat hijrah yang relevan bagi dunia pendidikan dan teknologi saat ini,” ujarnya. Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada pengembangan kompetensi terapan, Jurusan Teknologi Informasi PNP memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kepedulian sosial. Dalam menghadapi era transformasi digital yang berkembang sangat cepat, Dr. Yuhefizar menilai bahwa mahasiswa dan tenaga pendidik perlu terus beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), keamanan siber, analisis data, komputasi awan, dan teknologi digital lainnya. Namun demikian, penguasaan teknologi harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial. “Teknologi adalah alat untuk memberikan manfaat. Karena itu, hijrah yang perlu kita lakukan hari ini adalah hijrah dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta inovasi, dari pencari peluang menjadi pemberi solusi, serta dari orientasi individual menuju kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” katanya. Dalam refleksi Tahun Baru Islam ini, ia mengajak seluruh sivitas akademika Jurusan Teknologi Informasi PNP untuk melakukan hijrah positif melalui peningkatan kompetensi, budaya belajar sepanjang hayat, penguatan kolaborasi, peningkatan produktivitas riset dan inovasi, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional. Ajakan tersebut juga sejalan dengan komitmen Jurusan Teknologi Informasi PNP dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dr. Yuhefizar berharap semangat hijrah dapat menjadi energi baru bagi seluruh mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan berkarya, serta bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Mari kita jadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai titik awal untuk membangun budaya akademik yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Hijrah menuju pribadi yang lebih baik, pembelajar yang lebih tekun, dan insan teknologi yang mampu memberikan solusi bagi tantangan masa depan,” tuturnya. Menutup refleksinya, Dr. Yuhefizar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam kepada seluruh sivitas akademika Politeknik Negeri Padang dan masyarakat luas. “Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, kemudahan, dan petunjuk dalam setiap langkah kita untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi demi kemajuan bangsa.”

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jun
10

RabuSapaTI Edisi Dosen #01: Memahami Pembagian Angka Kredit Karya Ilmiah untuk Pengembangan Karier Akademik

Padang, 10 Juni 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menghadirkan program #RabuSapaTI, kali ini melalui Edisi Dosen yang secara khusus ditujukan untuk mendukung pengembangan karier akademik dan profesionalisme dosen. Pada edisi perdana ini, tema yang diangkat adalah “Memahami Pembagian Angka Kredit (AK) Karya Ilmiah”, sebuah topik yang sangat relevan bagi dosen dalam merencanakan publikasi ilmiah, memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD), serta mempersiapkan kenaikan jabatan akademik. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pemahaman terhadap mekanisme perolehan Angka Kredit (AK) menjadi penting karena publikasi ilmiah tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan karier akademik dosen. “Memahami pembagian Angka Kredit sejak awal akan membantu dosen merencanakan publikasi, BKD, dan kenaikan jabatan akademik secara lebih terarah. Melalui #RabuSapaTI Edisi Dosen, kami ingin menghadirkan informasi praktis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh dosen dalam aktivitas tridarma,” ujar beliau. Dalam edisi ini dijelaskan bahwa pembagian Angka Kredit karya ilmiah mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. Secara umum, besaran AK yang diperoleh dosen ditentukan oleh jumlah penulis dan posisi kepengarangan dalam suatu publikasi ilmiah. Untuk publikasi dengan dua penulis, apabila penulis pertama sekaligus bertindak sebagai Corresponding Author, maka penulis pertama memperoleh 60% dari Angka Kredit Maksimal (AKM), sedangkan penulis kedua memperoleh 40%. Namun apabila Corresponding Author berada pada posisi penulis kedua, maka pembagiannya menjadi 50% untuk penulis pertama dan 50% untuk penulis kedua. Sementara itu, pada publikasi yang melibatkan tiga penulis atau lebih, apabila penulis pertama juga merupakan Corresponding Author, maka ia memperoleh 60% AKM, sedangkan 40% sisanya dibagi rata kepada seluruh penulis anggota. Jika Corresponding Author berbeda dengan penulis pertama, maka masing-masing memperoleh 40% AKM dan 20% sisanya dibagi rata kepada penulis anggota lainnya. Sebagai contoh, apabila sebuah artikel memiliki AK Maksimal 25 dan ditulis oleh empat orang penulis dengan penulis pertama sekaligus bertindak sebagai Corresponding Author, maka penulis pertama memperoleh 15 AK, sedangkan tiga penulis lainnya berbagi 10 AK atau masing-masing memperoleh sekitar 3,33 AK. Selain menjelaskan mekanisme pembagian AK, edisi ini juga mengingatkan pentingnya menyepakati urutan penulis dan Corresponding Author sejak awal sebelum artikel dikirim ke jurnal. Langkah ini dapat menghindari perbedaan persepsi dan mempermudah proses pengajuan Penetapan Angka Kredit (PAK) di kemudian hari. Menurut Dr. Yuhefizar, publikasi yang baik tidak hanya menghasilkan sitasi dan luaran penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier akademik seorang dosen. “Kolaborasi penelitian yang sehat harus dibangun di atas kesepahaman, transparansi, dan penghargaan terhadap kontribusi setiap penulis. Dengan memahami aturan pembagian AK, dosen dapat merencanakan strategi publikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya. Melalui #RabuSapaTI Edisi Dosen, Jurusan Teknologi Informasi berharap dapat meningkatkan literasi dosen terhadap berbagai regulasi terbaru yang berkaitan dengan penelitian, publikasi, BKD, jabatan akademik, serta pengembangan karier dosen secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya jurusan dalam membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi. #RabuSapaTI Mengingatkan untuk Bertumbuh 📈 Publikasi Berkualitas, Karier Akademik Berkelanjutan Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom.Ketua Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jun
09

Jurusan TI PNP Perkuat Kemampuan Presentasi dan Public Speaking Mahasiswa Melalui Implementasi Buku SIKAP Minggu Ke-13

Padang, 08 Juni 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali melaksanakan implementasi Buku SIKAP (Soft Skill: bagian Integral dari Karakter Akademis dan Profesional) pada minggu ke-13 dengan tema Presentasi dan Public Speaking. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan karakter dan soft skill yang secara konsisten diintegrasikan dalam proses pembelajaran di seluruh mata kuliah. Tema Presentasi dan Public Speaking dipilih karena kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan Teknologi Informasi. Di era transformasi digital, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu merancang sistem, mengembangkan aplikasi, atau menciptakan inovasi teknologi, tetapi juga harus mampu menjelaskan ide, menyampaikan gagasan, serta meyakinkan orang lain melalui komunikasi yang efektif.   Melalui implementasi minggu ke-13 ini, mahasiswa diajak untuk membangun keberanian berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat secara terstruktur, aktif bertanya dalam proses pembelajaran, serta meningkatkan kemampuan presentasi sebagai bekal memasuki dunia kerja dan lingkungan profesional. Dalam reminder yang disampaikan kepada mahasiswa, ditekankan bahwa banyak ide hebat tidak pernah dikenal karena pemiliknya tidak berani menyampaikannya. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk terus melatih kemampuan komunikasi melalui berbagai kesempatan diskusi, presentasi, maupun kegiatan organisasi. Selain kepada mahasiswa, Jurusan Teknologi Informasi juga menyampaikan reminder kepada seluruh dosen untuk mengintegrasikan materi soft skill tersebut selama kurang lebih lima menit pada setiap pertemuan perkuliahan. Dosen diharapkan dapat menciptakan suasana kelas yang mendorong mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, berpendapat, dan mempresentasikan gagasannya dengan lebih percaya diri. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom, menyampaikan bahwa kemampuan public speaking bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan penting bagi lulusan Teknologi Informasi. “Dunia kerja membutuhkan insan TI yang tidak hanya mampu membuat solusi, tetapi juga mampu menjelaskan dan meyakinkan orang lain mengenai solusi tersebut. Ide yang hebat akan lebih bermanfaat ketika berani disampaikan,” ujarnya. Melalui implementasi Buku SIKAP yang berkelanjutan, Jurusan Teknologi Informasi berharap mahasiswa semakin berkembang tidak hanya dalam aspek kompetensi teknis, tetapi juga dalam kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan profesionalisme. Program ini merupakan bagian dari komitmen Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang dalam membentuk lulusan yang memiliki karakter kuat sesuai motto institusi: “Berakhlak Mulia, Berpikir Akademis, dan Bertindak Profesional.”  

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jun
03

Mahasiswa TRPL PNP Lolos Pekan Ilmiah Nusantara dan Kompetisi Internasional di Thailand

Padang, 3 Juni 2026 – Semangat berprestasi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP). Pada Rabu, 3 Juni 2026, sejumlah mahasiswa bersama dosen pembimbing, Dwiny Meidelfi berkunjung ke Jurusan Teknologi Informasi untuk menyampaikan kabar membanggakan terkait keberhasilan mereka menembus ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional dan internasional. Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa melaporkan bahwa karya esai mereka yang berjudul “Smart Circular Campus: Transformasi Limbah Plastik Menjadi Produk Modular Bernilai Ekonomi” berhasil lolos dalam seleksi Pekan Ilmiah Nusantara 2026 yang akan diselenggarakan di Lombok pada tanggal 4–6 Juli 2026. Melalui karya tersebut, mahasiswa menawarkan gagasan inovatif mengenai pemanfaatan limbah plastik menjadi produk modular yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung implementasi konsep ekonomi sirkular di lingkungan kampus. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan ketua tim, Aqmal Bahri, yang juga dinyatakan lolos pada International Student Competition (ISC) ke-3 yang akan berlangsung di Thailand pada tanggal 8–9 Agustus 2026. Pada kompetisi internasional tersebut, Aqmal mengangkat karya berjudul “Transforming Plastic Bottle Cap Waste into Modular Furniture: A Community-Based Circular Economy Solution”. Karya ini mengusung solusi kreatif dalam mengolah limbah tutup botol plastik menjadi furnitur modular yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, sangat mengapresiasi dan menyambut baik capaian yang diraih mahasiswa tersebut dengan segenap tim. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang ada di sekitar mereka. “Kami sangat bangga atas capaian yang diraih mahasiswa. Keikutsertaan dalam kompetisi ilmiah seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Jurusan akan terus mendukung mahasiswa untuk berani tampil dan berkompetisi di berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing yang selama ini telah memberikan pendampingan, motivasi, dan arahan kepada mahasiswa sehingga mampu menghasilkan karya yang kompetitif dan layak bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Apresiasi juga disampaikan oleh Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Indri Rahmayuni, Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menembus ajang ilmiah nasional dan internasional merupakan hasil dari proses pembelajaran, pembinaan, dan semangat mahasiswa untuk terus berkembang di luar ruang kelas. “Kami sangat bangga dengan capaian yang diraih Aqmal Bahri dan tim. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa TRPL memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang inovatif sekaligus relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya terkait isu lingkungan dan keberlanjutan. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani berkarya, melakukan riset, dan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah sebagai sarana pengembangan diri,” ujarnya. Indri juga menegaskan bahwa Program Studi TRPL akan terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang mendukung lahirnya berbagai inovasi mahasiswa melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, industri, dan masyarakat. Menurutnya, partisipasi dalam kompetisi ilmiah tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP terus menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Jurusan Teknologi Informasi PNP dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi melalui inovasi yang berdampak bagi masyarakat, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. Seluruh sivitas akademika Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang memberikan dukungan dan doa terbaik kepada Aqmal Bahri dan tim agar dapat memberikan penampilan terbaik serta mengukir prestasi yang membanggakan bagi institusi dan Indonesia.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
Jun
03

RabuSapaTI Edisi 03: Jurusan TI Ingatkan Pentingnya Integritas Melalui Pemahaman Pelanggaran Akademik

📢 #RabuSapaTI Edisi 03: Jurusan TI Ingatkan Pentingnya Integritas Melalui Pemahaman Pelanggaran Akademik Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menghadirkan program #RabuSapaTI sebagai media pengingat akademik yang bertujuan membangun budaya akademik yang disiplin, profesional, dan berintegritas di lingkungan kampus. Pada edisi ketiga ini, #RabuSapaTI mengangkat tema “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik PNP Nomor 4597/PL.9/DL/2018 Pasal 24 tentang Pelanggaran Akademik.” Tema ini dipilih sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kejujuran dan integritas dalam setiap kegiatan akademik. Melalui format tanya jawab yang sederhana dan mudah dipahami, mahasiswa diajak memahami bahwa pelanggaran akademik bukan hanya sekadar pelanggaran terhadap aturan kampus, tetapi juga merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan etika akademik. Dalam edisi ini dijelaskan bahwa pelanggaran akademik dapat berupa berbagai tindakan, antara lain: Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelanggaran akademik, mahasiswa juga diingatkan bahwa pelanggaran tersebut dapat dikenakan sanksi secara bertingkat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari peringatan lisan atau tertulis, pencabutan hak mengikuti kegiatan akademik untuk sementara, hingga pencabutan status sebagai mahasiswa berdasarkan keputusan yang ditetapkan oleh institusi. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa tujuan utama penyampaian materi ini bukan untuk menakut-nakuti mahasiswa, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan dan dunia profesional. “Mahasiswa tidak hanya dinilai dari hasil yang diperoleh, tetapi juga dari bagaimana proses memperoleh hasil tersebut. Prestasi yang baik akan jauh lebih bermakna apabila diraih dengan cara yang jujur, bermartabat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. Beliau menambahkan bahwa karakter profesional tidak hanya dibangun melalui kecerdasan dan kemampuan teknis, tetapi juga melalui sikap jujur, disiplin, dan konsisten dalam menjaga etika akademik. Program #RabuSapaTI sendiri merupakan bagian dari komitmen Jurusan Teknologi Informasi dalam membangun budaya akademik yang sehat, mendukung penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK), serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi seluruh civitas akademika. Melalui tema ini, Jurusan TI berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya menjaga integritas akademik dan menjadikan kejujuran sebagai bagian dari karakter yang akan dibawa hingga ke dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL