Jurusan TI PNP Gelar Workshop Penyusunan Renstra 2025–2029, Perkuat Arah Strategis Lima Tahun ke Depan
Padang, 8 Oktober 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Jurusan Teknologi Informasi Periode 2025–2029 selama dua hari, Rabu–Kamis, 7–8 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh pimpinan, dosen, serta unsur terkait di Jurusan Teknologi Informasi, termasuk dosen pada tiga Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Workshop ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan arah pengembangan Jurusan Teknologi Informasi untuk lima tahun ke depan. Renstra Jurusan TI disusun dengan merujuk pada Renstra PNP 2025–2029, kemudian menerjemahkan sasaran dan capaian yang menjadi tanggung jawab Jurusan ke dalam sasaran, indikator, dan program yang lebih operasional hingga ke tingkat program studi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto.
Dalam sambutannya, Yuhefizar menekankan bahwa penyusunan Renstra merupakan momentum untuk melihat kembali posisi Jurusan TI saat ini sekaligus menentukan arah yang ingin dicapai pada 2029. Renstra diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi pedoman bersama dalam menentukan prioritas pengembangan Jurusan dan seluruh program studi di bawahnya.

Hari Pertama:
Memahami Arah Renstra PNP dan Menurunkannya ke Jurusan
Hari pertama workshop dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Aula Gedung C Politeknik Negeri Padang. Kegiatan berlangsung secara hybrid sehingga dosen yang berada di PSDKU tetap dapat mengikuti rangkaian workshop secara daring.
Narasumber pada sesi pertama adalah Ir. Rikki Vitria, S.S.T., M.Sc.Eng., Ketua Tim Penyusunan Renstra PNP. Materi yang disampaikan berfokus pada Renstra PNP 2025–2029 serta bagaimana arah strategis PNP tersebut diturunkan menjadi Renstra pada tingkat Jurusan Teknologi Informasi.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa Renstra Jurusan TI tidak dapat disusun secara terpisah dari arah strategis institusi. Renstra PNP menjadi substansi utama yang harus menjadi rujukan dalam penyusunan Renstra unit. Secara hierarkis, Renstra Jurusan merupakan bagian dari proses cascading dari arah strategis PNP hingga ke unit pelaksana.
Karena itu, Jurusan TI perlu mengidentifikasi bagian-bagian dari sasaran dan indikator kinerja PNP yang relevan dengan bidang tugas dan kewenangan Jurusan. Indikator tersebut kemudian diterjemahkan menjadi indikator yang lebih spesifik di tingkat Jurusan, dilengkapi dengan baseline, target, definisi operasional, serta program dan kegiatan yang mendukung pencapaiannya.
Materi juga mengarahkan peserta untuk memulai penyusunan Renstra dengan data dan evaluasi kondisi aktual Jurusan. Data mahasiswa dan lulusan, tracer study, dosen, kurikulum, mutu pembelajaran, penelitian dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, laboratorium, Teaching Factory, anggaran, serta aspirasi pemangku kepentingan menjadi bagian penting yang perlu dihimpun sebagai dasar penyusunan Renstra.
Dari data tersebut, Jurusan selanjutnya melakukan evaluasi dan analisis SWOT sebagai dasar dalam merumuskan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, indikator kinerja, serta target yang hendak dicapai sampai 2029.
Dalam konteks pengembangan Jurusan TI, arah strategis tersebut perlu diterjemahkan ke dalam karakteristik dan kekuatan bidang teknologi informasi. Beberapa arah yang relevan antara lain penguatan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi masa depan seperti AI dan ekonomi hijau, pengembangan Teaching Factory dan proyek industri, hilirisasi hasil riset terapan, transformasi digital UMKM dan nagari, penguatan tata kelola berbasis data, serta perluasan kemitraan dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan mitra global.
Peserta juga diajak memahami bahwa indikator Renstra tidak cukup hanya dengan menyalin indikator PNP. Indikator tersebut harus diterjemahkan sesuai kewenangan dan karakteristik Jurusan, memiliki baseline yang jelas, serta memiliki target yang realistis dan dapat diukur.
Dengan demikian, hari pertama memberikan fondasi teknis dan konseptual bagi Jurusan TI untuk menyusun Renstra yang benar-benar terhubung dengan arah strategis PNP.

Hari Kedua: Renstra Harus Menjadi Peta Perjalanan Bersama
Workshop dilanjutkan pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Gedung AC Politeknik Negeri Padang. Seperti hari pertama, kegiatan tetap dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan dosen dari PSDKU melalui platform daring.
Pada hari kedua, materi disampaikan oleh Prof. Dr. Henmaidi dari Universitas Andalas. Jika hari pertama lebih banyak memberikan pemahaman mengenai struktur, cascading, indikator, data, dan proses teknis penyusunan Renstra, maka sesi hari kedua memberikan penekanan yang lebih kuat pada bagaimana Renstra harus bekerja dalam kehidupan organisasi.
Prof. Henmaidi menegaskan bahwa Renstra memiliki arti penting bagi sebuah organisasi. Renstra tidak boleh berhenti sebagai dokumen yang selesai disusun, kemudian disimpan dan hanya dibuka ketika diperlukan. Renstra harus menjadi instrumen yang benar-benar bekerja, dipahami, dan dijalankan oleh seluruh unsur organisasi.
Ia mengibaratkan organisasi seperti sebuah kapal yang sedang berlayar. Sebuah kapal tentu membutuhkan peta perjalanan agar seluruh awak mengetahui ke mana kapal akan menuju, bagaimana mencapai tujuan, serta bagaimana memastikan perjalanan tetap berada pada arah yang benar.
“Peta itulah Renstra,” demikian pesan yang ditekankan dalam sesi tersebut.
Analogi tersebut menjadi relevan dalam penyusunan Renstra Jurusan TI karena Jurusan bukanlah satu unit yang bekerja sendiri. Jurusan menaungi tujuh program studi dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, arah strategis yang dirumuskan dalam Renstra Jurusan harus dapat dipahami dan diterjemahkan oleh seluruh program studi.
Dari Renstra PNP ke Jurusan, Kemudian ke Program Studi
Prof. Henmaidi juga menekankan bahwa Renstra Jurusan harus merujuk kepada Renstra PNP. Artinya, Jurusan perlu melihat terlebih dahulu bagian mana dari sasaran, indikator, dan capaian Renstra PNP yang menjadi tanggung jawab atau relevan dengan Jurusan Teknologi Informasi.
Capaian Renstra PNP yang turun ke Jurusan selanjutnya tidak berhenti pada tingkat Jurusan. Jurusan perlu menurunkannya kembali kepada masing-masing program studi, sehingga setiap prodi mengetahui kontribusi yang harus diberikan terhadap pencapaian target Jurusan.
Dengan pola tersebut, terjadi alur yang jelas:
Renstra PNP → Renstra Jurusan → Renstra/target Program Studi → Program dan kegiatan → Capaian kinerja.
Pola ini memastikan bahwa target institusi tidak berhenti pada level pimpinan, tetapi diterjemahkan hingga kepada unit-unit yang melaksanakan program secara langsung.
Dengan demikian, setiap program studi memiliki ruang untuk menyusun program sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing, tetapi tetap berada dalam satu arah strategis yang sama. Jurusan berperan memastikan keterhubungan tersebut, sementara program studi menjadi bagian penting dalam mewujudkan target yang telah disepakati.
Renstra sebagai Tanggung Jawab Bersama
Pesan penting lainnya adalah bahwa keberhasilan Renstra tidak mungkin dicapai hanya oleh Ketua Jurusan atau tim penyusun Renstra. Renstra harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen Jurusan.
Dosen, program studi, pengelola laboratorium, tenaga kependidikan, hingga unsur pendukung lainnya memiliki peran masing-masing dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Karena itu, setiap target perlu diterjemahkan menjadi program yang jelas, siapa yang bertanggung jawab, sumber daya yang dibutuhkan, serta bagaimana pencapaiannya akan diukur dan dievaluasi.
Prinsip tersebut sejalan dengan arahan dalam penyusunan Renstra PNP bahwa pimpinan Jurusan dan program studi perlu menggunakan Renstra PNP sebagai rujukan utama dalam menyusun Renstra unit, rencana operasional, serta rencana kerja tahunan. Jurusan juga menjadi salah satu pelaksana utama dalam pencapaian indikator kinerja institusi.
Renstra juga perlu diperlakukan sebagai living document yang digunakan dalam pengendalian dan evaluasi kinerja. Dalam rancangan Renstra PNP, pengendalian dilakukan melalui perjanjian kinerja, monitoring secara berkala, evaluasi tahunan, serta Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

Workshop ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun big dream Jurusan TI pada 2029: menjadi jurusan yang unggul dalam pendidikan vokasi bidang teknologi informasi, adaptif terhadap perkembangan AI dan teknologi masa depan, kuat dalam kemitraan industri, menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menyatukan Langkah Menuju 2029
Dua hari workshop memberikan dua perspektif yang saling melengkapi. Hari pertama memberikan pemahaman mengenai arah strategis, data, indikator, cascading, dan mekanisme penyusunan Renstra, sedangkan hari kedua memperkuat pemahaman bahwa Renstra harus menjadi peta perjalanan yang dipahami dan dijalankan bersama.
Bagi Jurusan Teknologi Informasi PNP, proses ini menjadi semakin penting karena Jurusan saat ini menaungi tujuh program studi dengan lebih dari seribu mahasiswa dan puluhan dosen yang tersebar di kampus utama serta PSDKU. Kesamaan arah menjadi kunci agar seluruh potensi tersebut dapat bergerak menuju sasaran yang sama.
Melalui Renstra 2025–2029, Jurusan TI ingin memastikan bahwa setiap program studi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari satu ekosistem pengembangan teknologi informasi yang terarah. Setiap program studi memiliki kontribusi, setiap unsur memiliki tanggung jawab, dan setiap program kerja memiliki keterkaitan dengan sasaran strategis yang lebih besar.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan workshop serta kepada seluruh dosen yang hadir dan berpartisipasi, baik secara langsung maupun daring, termasuk dosen-dosen PSDKU.
“Renstra ini harus menjadi peta perjalanan kita bersama. Dari PNP turun ke Jurusan, dari Jurusan turun ke program studi, kemudian diterjemahkan menjadi program nyata. Dengan demikian, semua unsur mengetahui arah yang ingin kita tuju dan memiliki tanggung jawab terhadap pencapaiannya,” ujarnya.
Pada akhirnya, penyusunan Renstra bukan semata-mata tentang menghasilkan sebuah dokumen perencanaan lima tahunan. Lebih dari itu, Renstra adalah upaya menyatukan arah, menyatukan langkah, dan membangun komitmen bersama untuk membawa Jurusan Teknologi Informasi menuju capaian yang lebih baik pada 2029.
Dengan peta perjalanan yang jelas, seluruh elemen Jurusan diharapkan dapat bergerak dalam satu arah: mengetahui ke mana akan menuju, memahami bagaimana mencapainya, serta memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan tujuan tersebut benar-benar terwujud.

Melalui workshop ini, Jurusan TI PNP diharapkan memiliki peta perjalanan yang jelas menuju 2029—ke mana akan menuju, bagaimana mencapainya, siapa yang berperan, serta bagaimana memastikan seluruh elemen bergerak dalam arah yang sama.








