Website Jurusan Teknologi Informasi
Selamat Datang di Jurusan Teknologi Informasi

Gagasan pendirian jurusan Teknologi informasi sudah ada sejak awal tahun 2000, namun terkendala karena beberapa pertimbangan antara lain ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Infra Struktur .Pada Awal bulan Febuari 2005, beberapa orang dosen yang antara lain terdiri dari, Erwadi Bakar , Surfayondri , Andrizal , H A Mooduto , Yulindon, Ahmad Dahlan, Ronal Hadi dan Rahmat Hidayat, atas dukungan yang kuat dari pimpinan Politeknik Suhendrik Hanwar dan pimpinan lainnya membuat proposal pendirian program studi yang berkaitan dengan Teknologi Informasi.

Alhamdulillah dalam waktu yang tidak terlalu lama, izin pendirian program studi disetujui oleh dikti, yaitu program Studi Teknik Komputer dan Manajemen Informatika, tentunya ini berkat kepercayaan dikti kepada Politeknik Unand Padang. Penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama dilaksanakan pada bulan September 2005, terlambat dua minggu dari penerimaan mahasiswa jurusan lainnya. Atas kesepakat tim, untuk tahap awal mengelolaan jurusan ini dipercayakan kepada Erwadi Bakar sebagai Ketua Jurusan dan Ronal Hadi sebagai Sekretaris Jurusan.

Quick Contact:
Follow Us:

Gagasan pendirian jurusan Teknologi informasi sudah ada sejak awal tahun 2000, namun terkendala karena beberapa pertimbangan antara lain ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Infra Struktur .Pada Awal bulan Febuari 2005, beberapa orang dosen yang antara lain terdiri dari, Erwadi Bakar , Surfayondri , Andrizal , H A Mooduto , Yulindon, Ahmad Dahlan, Ronal Hadi dan Rahmat Hidayat, atas dukungan yang kuat dari pimpinan Politeknik Suhendrik Hanwar dan pimpinan lainnya membuat proposal pendirian program studi yang berkaitan dengan Teknologi Informasi.

Alhamdulillah dalam waktu yang tidak terlalu lama, izin pendirian program studi disetujui oleh dikti, yaitu program Studi Teknik Komputer dan Manajemen Informatika, tentunya ini berkat kepercayaan dikti kepada Politeknik Unand Padang. Penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama dilaksanakan pada bulan September 2005, terlambat dua minggu dari penerimaan mahasiswa jurusan lainnya. Atas kesepakat tim, untuk tahap awal mengelolaan jurusan ini dipercayakan kepada Erwadi Bakar sebagai Ketua Jurusan dan Ronal Hadi sebagai Sekretaris Jurusan.

Quick Contact:
Follow Us:

Dua Tim Mahasiswa Jurusan TI PNP Tembus Main Event Hackathon PENS 2026, UKM Cybertech Siapkan CTF di PKTOS

bnr-arrow-1-1.png

Padang, 7 Oktober 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP). Dua tim mahasiswa Jurusan TI berhasil lolos ke Main Event Hackathon PENS 2026 dan akan berkompetisi pada kategori Digital Campus Worker pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya.

Kabar kelolosan tersebut diterima melalui email resmi panitia Hackathon PENS 2026 yang menyampaikan bahwa tim mahasiswa Jurusan TI terpilih untuk melanjutkan kompetisi ke tahap Main Event. Pengumuman tersebut menjadi kabar gembira bagi Jurusan TI, sekaligus menambah deretan capaian mahasiswa dalam mengikuti kompetisi teknologi tingkat nasional.

Hackathon PENS 2026 mengusung tema “Build Technology That Matters”, dengan semangat mendorong mahasiswa, peneliti, desainer, developer, dan inovator untuk menghasilkan solusi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat komunitas, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Penyelenggara menyediakan tiga kategori kompetisi, yaitu Digital Campus Worker, Production Survivability in Entertainment Industry, dan Context Graphs in Customer Success and Sales.

Dua Tim dari Jurusan TI Lolos ke Tahap Utama

Dua tim yang berhasil lolos dari Jurusan TI PNP sama-sama akan berkompetisi pada kategori Digital Campus Worker. Kedua tim masing-masing diperkuat oleh tiga mahasiswa.

Tim pertama terdiri atas:

  • Reyhan Dwi Saputra — 2401092013
  • Muhammad Rofiqul Islamy — 2401091012
  • Rifqi Maulana Akbar — 2401091016

Sementara tim kedua terdiri atas:

  • Muhammad Azlan Allin — 2401092008
  • Shandi Kurnia Illahi — 2401093013
  • Arrizki Andri Jusaldi — 2401092019

Kedua tim tersebut akan didampingi oleh Raymon Syaljumaeri selaku dosen pembimbing.

Keberhasilan dua tim sekaligus dari Jurusan TI untuk melaju ke tahap utama menjadi capaian tersendiri. Terlebih, kedua tim akan berkompetisi pada kategori yang sama, sehingga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, kreativitas, serta gagasan teknologi mereka dalam kompetisi nasional.

Diterima Ketua Jurusan di Tengah Workshop Renstra

Keenam mahasiswa bersama dosen pembimbing diterima langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, pada Rabu, 7 Oktober 2026, di sela-sela pelaksanaan Workshop Penyusunan Renstra Jurusan TI 2025–2029.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Jurusan Teknologi Informasi, pukul 13.30–14.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Ketua Jurusan untuk memberikan apresiasi sekaligus menyampaikan dukungan kepada mahasiswa yang akan membawa nama Jurusan TI dan PNP ke ajang nasional di Surabaya.

Menariknya, pertemuan tersebut tidak hanya membahas persiapan keberangkatan kedua tim ke Hackathon PENS 2026. Ketua Jurusan juga mengundang Ketua UKM Cybertech, yang merupakan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, untuk turut hadir dalam pertemuan.

Dari pertemuan tersebut kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan kompetisi keamanan siber dalam rangkaian kegiatan PKTOS.

Tantang UKM Cybertech Gelar Capture The Flag

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Jurusan menantang UKM Cybertech untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun budaya kompetisi dan pengembangan kompetensi keamanan siber di kalangan mahasiswa.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah penyelenggaraan CTF (Capture The Flag) dalam ajang PKTOS.

CTF merupakan ajang kompetisi keamanan siber di mana peserta berperan sebagai ethical hackers untuk menguji kemampuan dalam menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan pada sistem atau tantangan yang memang disediakan untuk kompetisi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengasah kemampuan problem solving, cybersecurity, analisis sistem, serta keterampilan teknis dalam lingkungan yang aman dan terkontrol.

Tantangan tersebut langsung mendapat respons positif dari mahasiswa. Pada kesempatan yang sama, Rayhan Ramadhan dan Bagas memaparkan konsep kegiatan CTF yang telah mereka siapkan, termasuk rancangan pelaksanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Paparan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi peserta dalam berbagai kompetisi, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai penggagas dan penyelenggara kegiatan yang dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa lainnya.

Jurusan Teknologi Informasi menyambut baik gagasan tersebut dan insyaallah siap mendukung pelaksanaan kegiatan CTF dalam ajang PKTOS. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran dan kompetisi yang mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi, khususnya keamanan siber.

Dari Peserta Kompetisi Menjadi Penggerak Kompetisi

Pertemuan selama 30 menit tersebut akhirnya menghadirkan dua kabar baik sekaligus. Pertama, dua tim mahasiswa Jurusan TI berhasil lolos ke Main Event Hackathon PENS 2026 dan akan membawa nama PNP ke Surabaya. Kedua, muncul gagasan baru dari mahasiswa untuk menghadirkan kompetisi CTF melalui UKM Cybertech dalam ajang PKTOS.

Keduanya memperlihatkan semangat yang sama: mahasiswa tidak hanya belajar dan mengikuti kompetisi, tetapi juga mulai menciptakan ruang belajar dan kompetisi bagi mahasiswa lainnya.

Bagi Jurusan TI, hal ini merupakan perkembangan yang positif. Ekosistem akademik yang sehat tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang mampu mengikuti lomba, tetapi juga mahasiswa yang mampu menginisiasi kegiatan, membangun komunitas, berbagi pengetahuan, dan menciptakan kesempatan belajar bagi sesama.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hackathon PENS 2026, “Build Technology That Matters”—membangun teknologi yang memiliki makna dan memberikan dampak.

Membawa Semangat “Build Technology That Matters”

Tema “Build Technology That Matters” yang diusung Hackathon PENS 2026 memiliki relevansi kuat dengan semangat pendidikan vokasi. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai kemampuan untuk membuat sebuah sistem atau aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menjawab persoalan dan memberikan dampak.

Pada kategori Digital Campus Worker, mahasiswa akan berkompetisi mengembangkan solusi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam konteks pekerjaan dan ekosistem kampus. Melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan memahami persoalan, merancang solusi, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bernilai.

Penyelenggara Hackathon PENS 2026 juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai perspektif, keberanian mengeksplorasi gagasan, membuat prototipe secara cepat, belajar secara berkelanjutan, serta membangun jejaring dengan mahasiswa, peneliti, mentor, startup, dan pelaku industri.

Bagian dari Pembelajaran di Luar Kelas

Bagi Jurusan TI PNP, keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi nasional merupakan bagian dari proses pembelajaran yang melengkapi pendidikan di ruang kelas.

Kompetisi memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata. Mereka harus mampu berkolaborasi, berpikir kritis, berinovasi, bekerja di bawah batas waktu, serta menghasilkan solusi yang dapat dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Jurusan TI untuk terus membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga menghasilkan teknologi yang bermanfaat.

Capaian tersebut juga memiliki relevansi dengan proses penyusunan Renstra Jurusan TI 2025–2029 yang sedang berlangsung. Penguatan kompetensi mahasiswa, inovasi, keterhubungan dengan dunia industri, serta kemampuan menghasilkan karya yang memberikan dampak merupakan bagian penting dari arah pengembangan Jurusan ke depan.

Membawa Nama PNP ke Panggung Nasional

Main Event Hackathon PENS 2026 akan berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Platinum Surabaya. Bagi keenam mahasiswa Jurusan TI, kesempatan tersebut bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, membangun jejaring, dan menguji kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan teknologi secara nyata.

Ketua Jurusan Teknologi Informasi memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah berusaha hingga berhasil mencapai tahap utama kompetisi.

“Yang paling penting bukan hanya menang, tetapi berani tampil, belajar, berkolaborasi, dan memberikan yang terbaik. Bawa nama baik Jurusan TI dan Politeknik Negeri Padang. Semoga mendapatkan hasil terbaik dan pengalaman yang berharga,” pesan Yuhefizar.

Di sisi lain, gagasan CTF yang lahir dari pertemuan tersebut menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa dapat menjadi pemantik lahirnya prestasi dan kegiatan baru. Dari mahasiswa yang mengikuti kompetisi, tumbuh mahasiswa yang berani membuat kompetisi. Dari peserta, berkembang menjadi penggerak.

Jurusan TI PNP akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi mahasiswa untuk berkembang melalui kompetisi, inovasi, komunitas, dan kegiatan yang memperkuat kompetensi profesional.

Selamat berjuang untuk Reyhan, Rofiqul, Rifqi, Azlan, Shandi, dan Arrizki. Selamat berjuang bersama dosen pembimbing Raymon Syaljumaeri.

Bawa nama baik Jurusan TI. Bawa nama PNP.
Build Technology That Matters.

Dan dari Padang, semoga segera lahir CTF PKTOS sebagai panggung baru bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan ethical hacking dan keamanan siber.

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *