Padang, 12 Agustus 2026 — Jurusan Teknologi Informasi (TI) Politeknik Negeri Padang (PNP) terus memperkuat jejaring kolaborasi dengan dunia industri. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan APRINDO Sumatera Barat yang diwakili oleh Bapak Yudi Siswanto bersama tim, yang juga merupakan CEO PT Flash Tech Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi, sistem digital, dan solusi teknologi bisnis.
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 tersebut secara khusus membahas peluang kerja sama nyata antara PNP dan dunia industri, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan sektor ritel, sistem informasi, data, serta pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di dunia usaha.
Kedatangan Yudi Siswanto dan tim disambut langsung oleh Wakil Direktur PNP Bidang Akademik, Nurul Fauzi, bersama Ketua Jurusan TI dan sejumlah dosen Jurusan TI.
Nurul Fauzi menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama yang tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi benar-benar menghasilkan kegiatan dan solusi yang dapat dirasakan manfaatnya.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Tentunya kita berharap kerja sama yang dibangun bukan hanya sebatas MoU, tetapi ada aksinya. Banyak persoalan di bidang ritel dan teknologi yang membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi, khususnya Jurusan Teknologi Informasi.”
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi bagian penting dalam memperkuat relevansi pendidikan vokasi, sekaligus memastikan ilmu dan teknologi yang dikembangkan di kampus dapat menjawab kebutuhan nyata di dunia usaha.
Dari Daftar Permasalahan Menjadi Agenda Riset dan Pengabdian
Senada dengan hal tersebut, Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP menyampaikan bahwa kerja sama akan lebih mudah diwujudkan apabila diawali dengan pemetaan kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi dunia ritel.
“Jika kerja sama ini dilaksanakan, kami berharap Pak Yudi dan tim dapat membuat list permasalahan utama yang saat ini terjadi di bidang ritel dan bidang lainnya. Dari sana, kita bisa diskusikan lebih mendalam bersama dosen-dosen di Jurusan TI untuk melihat mana yang dapat kita intervensi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan solusi teknologi.”
Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat kerja sama menjadi lebih terarah. Industri membawa permasalahan dan kebutuhan nyata, sementara perguruan tinggi menghadirkan keilmuan, sumber daya manusia, metodologi, teknologi, serta ekosistem riset dan pengabdian.
Dengan demikian, kerja sama yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi portofolio kegiatan yang berkelanjutan.
Data Ritel Menjadi Peluang Besar Pengembangan Machine Learning
Peluang kolaborasi juga mendapat perhatian dari Fazrol Rozi, dosen Jurusan TI yang memiliki fokus pada bidang Data Science. Ia melihat sektor ritel memiliki banyak persoalan yang berpotensi diselesaikan melalui pendekatan data science dan machine learning.
“Banyak permasalahan dalam bidang ritel yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan machine learning. Data juga sudah banyak dimiliki oleh Pak Yudi dan tim. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mensinergikan data dan kebutuhan industri tersebut dengan dunia akademis, sehingga link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri benar-benar terwujud.”
Menurutnya, ketersediaan data yang dimiliki industri merupakan aset penting untuk dikembangkan menjadi berbagai penelitian terapan, seperti analisis perilaku pelanggan, prediksi permintaan, optimalisasi persediaan, segmentasi pelanggan, sistem rekomendasi, hingga berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan lainnya.
Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang memiliki data nyata, persoalan nyata, serta potensi implementasi nyata.
Segera Ditindaklanjuti dengan MoU PNP dan MoA Jurusan TI
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk segera menindaklanjuti rencana kerja sama melalui MoU antara PNP dengan pihak terkait, yang kemudian dapat diperkuat melalui MoA dengan Jurusan Teknologi Informasi.
Langkah selanjutnya akan diarahkan pada pemetaan permasalahan dan kebutuhan industri, identifikasi bidang keilmuan yang relevan, serta penyusunan agenda penelitian dan pengabdian yang dapat dilaksanakan secara bersama.
Dengan pola tersebut, Jurusan TI berharap kerja sama tidak hanya menghasilkan dokumen kerja sama, tetapi juga melahirkan proyek, riset, pengabdian, inovasi teknologi, publikasi, serta peluang keterlibatan mahasiswa di dunia industri.
Mahasiswa TI Diserap Industri Sebelum Wisuda
Ada hal menarik yang turut disampaikan Yudi Siswanto pada akhir pertemuan. Ia mengungkapkan bahwa tim inti di perusahaannya saat ini banyak diisi oleh mahasiswa TI PNP yang sebelumnya menjalani magang/PKL di PT Flash Tech Indonesia.
Mahasiswa yang sebelumnya datang sebagai peserta magang tersebut kini telah berkembang menjadi bagian penting dalam tim perusahaan dan diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung pengembangan perusahaan ke depan. Mereka bahkan mengikuti wisuda pada September 2026 ini.
Informasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jurusan Teknologi Informasi.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Ternyata mahasiswa TI kita tidak hanya menyelesaikan PKL sebagai kewajiban akademik, tetapi mampu menunjukkan kompetensi sehingga sebelum wisuda sudah dipercaya dan diserap oleh industri. Ini membuktikan bahwa PKL benar-benar dapat menjadi pintu masuk mahasiswa ke dunia kerja.”
Menurut Ketua Jurusan TI, pengalaman tersebut sekaligus menjadi bukti pentingnya membangun hubungan yang kuat antara kampus dan dunia industri.
“Ketika mahasiswa masuk industri melalui PKL, mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar menghadapi persoalan nyata. Kalau mereka mampu menunjukkan kompetensi, disiplin, kemampuan beradaptasi dan memberikan kontribusi, industri akan melihat potensi mereka. Inilah salah satu bentuk link and match yang sesungguhnya.”
Ia berharap semakin banyak mahasiswa TI yang memanfaatkan kesempatan PKL dan magang bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi sebagai ruang pembuktian kompetensi sekaligus membuka peluang karier.
Kampus dan Industri Saling Menguatkan
Pertemuan antara PNP, Jurusan TI, APRINDO Sumbar, dan PT Flash Tech Indonesia tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan industri.
Dunia industri memiliki persoalan, kebutuhan, pengalaman, serta data yang nyata. Sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya dosen, mahasiswa, ilmu pengetahuan, metodologi penelitian, serta kemampuan pengembangan teknologi.
Jika keduanya dipertemukan dalam sebuah kolaborasi yang terencana, maka berbagai persoalan industri dapat menjadi laboratorium pembelajaran dan penelitian, sementara hasil penelitian perguruan tinggi dapat kembali menjadi solusi bagi industri dan masyarakat.
Dari industri kita belajar tentang persoalan nyata. Dari kampus kita hadirkan ilmu dan teknologi. Dari kolaborasi keduanya, lahirlah solusi yang memberi manfaat.
Jurusan Teknologi Informasi PNP berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi semacam ini, sehingga pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi teknologi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia industri dan masyarakat.








