LAUNCHING PROGRAM #RabuSapaTIJurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang
📢 PRESS RELEASELAUNCHING PROGRAM #RabuSapaTIJurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang secara resmi meluncurkan program komunikasi dan edukasi rutin bertajuk #RabuSapaTI pada Senin, 11 Mei 2026. Program ini hadir sebagai bagian dari komitmen Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang positif, komunikatif, disiplin, profesional, dan saling peduli di lingkungan civitas akademika. #RabuSapaTI merupakan media komunikasi aktif dari pimpinan jurusan kepada civitas akademika melalui pesan singkat rutin setiap hari Rabu dalam format Q&A yang ringan, reflektif, dan mudah dipahami. Tema yang disampaikan meliputi disiplin akademik, akademik dan pembelajaran, etika serta profesionalisme, motivasi, hingga pengembangan diri. Program ini juga menjadi pelengkap dari program SapaTI yang sebelumnya telah lebih dahulu diluncurkan oleh Jurusan TI. Jika SapaTI merupakan media komunikasi yang bersifat pasif, di mana pimpinan jurusan menerima berbagai aspirasi, evaluasi, masukan, kritik konstruktif, maupun persoalan internal dari civitas akademika secara sehat dan solutif, maka #RabuSapaTI hadir dengan pendekatan yang berbeda, yaitu pimpinan jurusan secara aktif menyampaikan berbagai pengingat, edukasi, dan pesan-pesan positif kepada civitas akademika. Dengan demikian, kedua program ini saling melengkapi dalam membangun budaya komunikasi dua arah di lingkungan Jurusan TI. ✨ SapaTI mendengar.✨ #RabuSapaTI mengingatkan.🤝 Keduanya hadir untuk saling menjaga hal-hal baik di Jurusan TI. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa lahirnya program #RabuSapaTI dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan komunikasi yang lebih dekat, konsisten, dan membangun bagi seluruh civitas akademika. “Banyak hal penting di lingkungan akademik yang sebenarnya perlu terus diingatkan bersama, baik terkait disiplin, budaya akademik, etika, maupun profesionalisme. Kami berharap #RabuSapaTI dapat menjadi media pengingat yang ringan namun bermakna, sehingga budaya akademik yang positif dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan Jurusan TI,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Jurusan TI dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) melalui penguatan budaya komunikasi, keterbukaan, kepedulian, disiplin, dan profesionalisme. “Zona integritas bukan hanya tentang sistem dan administrasi, tetapi juga tentang budaya, karakter, komunikasi, dan kebiasaan baik yang dibangun bersama. Kami berharap program ini dapat memberi nilai positif tidak hanya bagi Jurusan TI, tetapi juga bagi institusi secara keseluruhan,” tambahnya. Melalui #RabuSapaTI, Jurusan TI berharap dapat terus menghadirkan ruang komunikasi yang sehat, reflektif, dan membangun bagi seluruh civitas akademika. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Mari biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa. Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang
Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP Ikuti Grand Final Borneo HackWknd 2026 di Malaysia
Malaysia, 9 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang. Sebanyak empat mahasiswa terbaik berhasil melaju dan mengikuti ajang bergengsi Grand Final Borneo HackWknd 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 9–10 Mei 2026 di Universitas Malaysia Serawak, Malaysia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi informasi, pengembangan aplikasi, serta pemecahan masalah berbasis digital melalui konsep hackathon. Adapun mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang yang mengikuti grand final tersebut adalah: Dalam kompetisi internasional tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping Ronal Watrianthos yang turut memberikan arahan, motivasi, serta pendampingan selama proses kompetisi berlangsung. Keikutsertaan mahasiswa Jurusan TI PNP pada ajang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bersaing di tingkat internasional dan memiliki kompetensi yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi, pertukaran ide, serta memperluas jaringan akademik dan inovasi lintas negara. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian mahasiswa yang berhasil menembus grand final kompetisi internasional tersebut. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat internasional merupakan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan teknis, kerja tim, kreativitas, serta mental kompetitif mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin berkembang. Ia juga berharap keikutsertaan mahasiswa dalam Grand Final Borneo HackWknd 2026 dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional. Sementara itu, dosen pendamping Ronal Watrianthos menyampaikan bahwa kompetisi hackathon tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, dan kecepatan dalam menghasilkan solusi inovatif terhadap suatu permasalahan. “Ajang ini menjadi pengalaman luar biasa bagi mahasiswa untuk belajar langsung dalam atmosfer kompetisi internasional. Semoga pengalaman ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas mereka sebagai talenta digital masa depan,” ujarnya. Partisipasi mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang dalam Grand Final Borneo HackWknd 2026 diharapkan semakin memperkuat reputasi jurusan dalam melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Jurusan Teknologi Informasi PNP Terima Kunjungan Universitas Batam, Perkuat Kolaborasi Pengabdian dan Desa Digital
Padang, Jumat 8 Mei 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menerima kunjungan resmi dari delegasi Fakultas Teknik Universitas Batam dalam rangka memperkuat kerja sama antarlembaga serta membahas tindak lanjut program kolaborasi di bidang pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan desa digital. Pertemuan dilaksanakan di Jurusan Teknologi Informasi, mulai jam 09.30 s.d 11.30 WIB. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Delegasi Universitas Batam dipimpin oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik Dr. Jhon Friadi bersama Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Nurhatisyah. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi Dr. Ir. Yuhefizar, Sekretaris Jurusan Humaira, ST., MT, serta dosen Jurusan TI Ir. Ronal Hadi, S.Kom., M.Kom. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kedua institusi dalam memperkuat hubungan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membahas berbagai peluang kolaborasi strategis pada tahun 2026, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak membahas rencana pelaksanaan program pengabdian kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra masyarakat di berbagai daerah. Fokus utama kerja sama diarahkan pada pengembangan desa/nagari berbasis digital, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pemasaran digital bagi masyarakat. Ketua Jurusan Teknologi Informasi (TI), Dr. Ir. Yuhefizar, menyampaikan bahwa Jurusan TI PNP sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antar institusi pendidikan menjadi langkah penting dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Yuhefizar menawarkan konsep pengabdian berbasis desa/nagari digital yang selama ini telah dijalankan Jurusan TI di Sumatera Barat. Program tersebut dirancang untuk membantu pemerintahan desa atau nagari dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pelayanan publik, promosi potensi daerah, dan penguatan ekonomi masyarakat. Selain di wilayah Sumatera Barat, kerja sama juga direncanakan menyasar desa-desa di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Melalui program tersebut, kedua institusi berharap dapat menghadirkan transformasi digital yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing masyarakat desa. Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Batam, Dr. Jhon Friadi, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Jurusan Teknologi Informasi PNP. Ia menilai bahwa pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan Jurusan TI PNP dapat menjadi inspirasi penting dalam pengembangan program pengabdian di Universitas Batam. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga berharap hubungan baik antara kedua institusi dapat terus berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sementara itu, Kepala LPM Universitas Batam, Dr. Nurhatisyah, menyampaikan bahwa penguatan mutu perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari aspek akademik, tetapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh sebab itu, program kolaboratif seperti desa digital dan digital marketing dinilai sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Ia berharap sinergi antara Universitas Batam dan Jurusan TI PNP dapat menghasilkan model pengabdian yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya. Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, Humaira, ST., MT., juga menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi akan membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian yang berdampak sosial. Ia berharap kegiatan bersama yang direncanakan pada tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman berharga dalam membangun ekosistem digital di tengah masyarakat desa maupun nagari. Selain membahas program pengabdian, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai peluang kerja sama lain di masa mendatang, termasuk penguatan implementasi teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas tata kelola institusi pendidikan. Sebagai penutup kegiatan, Ketua Jurusan Teknologi Informasi menyerahkan buku “SIKAP” sebagai bentuk kenang-kenangan kepada delegasi Universitas Batam. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi yang bermanfaat serta berpotensi diadopsi dalam pengembangan budaya kerja dan upaya peningkatan softskill mahasiswa di lingkungan Universitas Batam. Kegiatan kunjungan ini berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kolaboratif. Kedua institusi berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai program inovatif yang memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Jurusan TI PNP Gelar Rapat Evaluasi Bulanan Bersama Dosen Homebase dan PSDKU, Perkuat Komitmen Akademik dan Budaya Keterbukaan
Padang, 7 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar rapat rutin bulanan bersama dosen homebase Program Studi Manajemen Informatika, Teknik Komputer, serta dosen homebase program studi di PSDKU, yaitu Program Studi Sistem Informasi Kampus Tanah Datar, Program Studi Manajemen Informatika Kampus Pelalawan, dan Program Studi Teknik Komputer Kampus Solok Selatan. Kegiatan rapat dilaksanakan secara daring dan dimulai pukul 19.10 WIB hingga 21.10 WIB. Rapat dipandu langsung oleh Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, Humaira, dengan agenda utama evaluasi kegiatan akademik dan non-akademik selama satu bulan terakhir. Sebanyak 41 dosen hadir dalam kegiatan tersebut, sementara beberapa dosen lainnya menyampaikan izin karena berhalangan hadir. Tingginya tingkat partisipasi dosen menunjukkan komitmen dan kepedulian yang kuat terhadap perkembangan Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, yang menyampaikan arah kepemimpinan jurusan dengan fokus utama membangun jurusan yang kuat dan berkelanjutan. Dalam arahannya, Yuhefizar menegaskan bahwa jurusan berkomitmen memastikan karier dosen berjalan dengan baik, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif, serta menjaga proses pembelajaran agar berlangsung lancar dan berkualitas. Kepemimpinan jurusan, menurutnya, dibangun di atas nilai kolaborasi, keterbukaan, dan kepercayaan. Beliau juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang sehat melalui sikap saling menghargai, saling menghormati, mengedepankan husnuzhon, serta menjaga komunikasi yang sehat dan profesional. Menurutnya, budaya kerja yang baik akan melahirkan kinerja yang baik pula. Selain itu, Ketua Jurusan mengingatkan bahwa dosen bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi juga role model yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, sesama dosen, maupun institusi. Ia mengajak seluruh dosen untuk menghindari pola kerja “datang–mengajar–pulang” semata, dan mulai membangun kontribusi yang lebih luas. Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai isu strategis yang berkembang selama proses pembelajaran, di antaranya kehadiran mahasiswa, penerapan surat peringatan, kedisiplinan dosen terhadap jadwal mengajar, tata krama mahasiswa, etika berpakaian, hingga pemahaman mahasiswa terhadap peraturan akademik. Masing-masing koordinator program studi kemudian menyampaikan laporan perkembangan dan kondisi akademik di lingkungan prodi masing-masing. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pelaksanaan PKL, proses tugas akhir mahasiswa, pelaksanaan sidang, hingga penguatan peran dosen penasihat akademik dalam pembinaan mahasiswa. Pada sesi diskusi, peserta rapat juga menyampaikan berbagai kendala dan masukan terkait pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan administrasi akademik, kegiatan penelitian dan pengabdian, serta penguatan tata tertib mahasiswa di lingkungan jurusan. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dalam komentarnya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh dosen homebase yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran Bapak/Ibu dosen malam ini. Ini menunjukkan bahwa kita semua memiliki kepedulian yang sama terhadap kemajuan Jurusan Teknologi Informasi. Jurusan ini tidak bisa dibangun sendiri, tetapi harus dibangun bersama-sama,” ujarnya. Beliau juga menegaskan bahwa rapat bulanan seperti ini merupakan wadah penting untuk menyampaikan berbagai persoalan, kendala, maupun ide pengembangan jurusan secara terbuka dan profesional. “Jika ada persoalan, mari kita sampaikan di forum yang tepat. Rapat ini adalah momentumnya. Jangan dibicarakan di luar tanpa solusi. Kita ingin membangun budaya keterbukaan dan komunikasi yang sehat,” tambahnya. Selain melalui forum rapat, Ketua Jurusan juga mengingatkan bahwa dosen dapat memanfaatkan layanan SapaTI sebagai media penyampaian aspirasi, kritik membangun, maupun kendala yang dihadapi di lingkungan jurusan. Dalam kesempatan tersebut, jurusan juga kembali mengingatkan pentingnya implementasi berbagai program penguatan akademik dan pembinaan mahasiswa, seperti penggunaan Buku SIKAP, Buku Penasihat Akademik (PA), dan Buku Kompensasi sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang lebih disiplin dan terarah. Rapat evaluasi bulanan ini menjadi bagian dari komitmen Jurusan Teknologi Informasi dalam menjaga kualitas tata kelola akademik, memperkuat koordinasi lintas program studi, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan profesional di lingkungan jurusan.
Jurusan TI PNP Percepat Penyusunan SOP, Targetkan Sistem Kerja Lebih Tertata dan Profesional Mulai Semester Depan
Padang, 6 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang terus memperkuat tata kelola internal melalui rapat lanjutan bersama Tim Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis jurusan dalam memastikan seluruh proses akademik dan non-akademik berjalan lebih sistematis, terarah, dan profesional. Rapat yang dilaksanakan hari ini menjadi agenda penting dalam memonitor progres penyusunan SOP yang sebelumnya telah melalui beberapa tahapan, mulai dari pembagian tugas, penyamaan persepsi, hingga penyusunan draft awal oleh masing-masing tim. Kegiatan rapat dilaksanakan secara hybrid, di mana sebagian tim mengikuti secara langsung (luring) di lingkungan jurusan, sementara peserta lainnya bergabung secara daring. Skema ini memungkinkan keterlibatan seluruh anggota tim secara optimal tanpa mengurangi efektivitas diskusi. Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi dan tindak lanjut (follow-up) terhadap progres yang telah dicapai oleh setiap tim penyusun SOP. Masing-masing penanggung jawab mempresentasikan perkembangan dokumen yang telah disusun untuk kemudian didiskusikan bersama. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan bahwa penyusunan SOP ini merupakan langkah fundamental dalam membangun sistem kerja yang lebih tertib dan berkelanjutan di lingkungan jurusan. Dalam rapat tersebut, sebanyak empat dokumen SOP utama dipresentasikan, yaitu SOP Laporan Kinerja Jurusan, SOP Proses Bimbingan dan Tugas Akhir Mahasiswa, SOP Proses Bisnis Jurusan, serta SOP Kerja Sama. Setiap SOP yang dipaparkan mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari anggota tim, baik dari sisi kelengkapan alur, kejelasan prosedur, maupun kesesuaian dengan kondisi riil di lapangan. Diskusi berlangsung aktif dan produktif, menunjukkan komitmen bersama dalam menghasilkan dokumen yang berkualitas. Melalui proses ini, diharapkan setiap SOP yang disusun tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar aplikatif dan mampu menjadi pedoman operasional yang efektif dalam mendukung aktivitas jurusan. Ketua Jurusan menegaskan bahwa target utama dari kegiatan ini adalah agar seluruh SOP yang telah dirancang dapat diselesaikan secara tuntas pada akhir semester ini. Dengan demikian, mulai semester depan, Jurusan Teknologi Informasi diharapkan telah memiliki sistem SOP yang lengkap, sehingga seluruh aktivitas yang berjalan memiliki arah, standar, dan aturan yang jelas. “Dengan adanya SOP yang lengkap, kita ingin memastikan bahwa setiap proses di jurusan berjalan lebih tertata, tertib, dan profesional. Ini bukan hanya soal dokumen, tetapi tentang bagaimana kita membangun budaya kerja yang lebih baik,” ujar Yuhefizar. Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi SOP sangat bergantung pada komitmen bersama dalam menjalankan dan mematuhi prosedur yang telah disepakati. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam menyusun dokumen SOP. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja luar biasa dari tim SOP. Proses ini tidak mudah, membutuhkan waktu, energi, dan pemikiran yang serius. Namun saya melihat semangat dan komitmen yang sangat kuat dari seluruh tim,” tambahnya. Ia juga berharap agar semangat kolaborasi ini terus dijaga hingga seluruh dokumen SOP dapat diselesaikan dengan baik dan siap diimplementasikan. Sebagai tindak lanjut, pertemuan berikutnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan agenda melanjutkan pembahasan serta penyempurnaan dokumen berdasarkan masukan yang telah diberikan. Melalui rangkaian kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan kinerja institusi secara keseluruhan.
SapaTI Buktikan Diri: Dari Kanal Aspirasi Menjadi Solusi Nyata bagi Civitas Akademika TI
Evaluasi Program SapaTI, setelah 2 minggu di luncurkan. Padang — Program inovasi komunikasi internal Jurusan Teknologi Informasi, SapaTI (Saluran Aspirasi dan Pendampingan Akademik), menunjukkan dampak nyata sejak pertama kali diluncurkan pada tanggal 20 April 2026. Tidak sekadar menjadi wadah penyampaian aspirasi, SapaTI terbukti mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi civitas akademika. Sejumlah aspirasi yang masuk melalui kanal ini mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Mulai dari permohonan bantuan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang betul-betul mengalami kendala finansial, penyampaian permasalahan akademik, hingga kebutuhan pemanfaatan fasilitas jurusan. Seluruh masukan tersebut tidak hanya dicatat, tetapi langsung ditindaklanjuti oleh pimpinan jurusan secara responsif. Menariknya, SapaTI tidak hanya menjadi ruang pengaduan. Salah satu pesan yang masuk justru berisi usulan pemberian apresiasi kepada mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi yang aktif menjadi relawan saat bencana banjir pada November lalu. Hal ini menunjukkan bahwa SapaTI juga berfungsi sebagai ruang untuk menyalurkan nilai-nilai positif dan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa. Respons positif pun datang dari para pengguna. Seorang mahasiswa menyampaikan rasa syukur atas bantuan keringanan UKT yang diterimanya, sementara mahasiswa lainnya mengapresiasi kecepatan respons pimpinan jurusan dalam menangani kendala yang dihadapi. “Saya sangat senang program ini benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya. Semoga ke depannya terus berjalan dan membawa perubahan yang bisa kita rasakan bersama sebagai warga TI,” ungkap salah seorang mahasiswa melalui pesan WhatsApp SapaTI. Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom, menegaskan bahwa SapaTI tidak dirancang sebagai media pengaduan semata, melainkan sebagai ruang komunikasi yang sehat untuk saling menguatkan serta mencari solusi secara bijak dan proporsional. Kehadiran SapaTI menjadi angin segar dalam ekosistem komunikasi internal jurusan. Dengan memanfaatkan hotline WhatsApp yang dikelola langsung oleh pimpinan jurusan dan menjamin kerahasiaan pengguna, civitas akademika kini memiliki akses komunikasi yang lebih terbuka, personal, dan responsif, tanpa harus menunggu forum formal yang kerap membatasi interaksi. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya berkelanjutan di Jurusan Teknologi Informasi, tetapi juga dapat menjadi model komunikasi akademik yang inspiratif bagi jurusan lain dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif, adaptif, dan produktif. Bagi civitas akademika yang ingin menyampaikan aspirasi, SapaTI dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor +62 821 770 7494 (chat only). Seluruh komunikasi dijaga kerahasiaannya dan ditangani langsung oleh pimpinan jurusan.
PNP dan Inatechno Teken MoU Strategis, Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM
Padang, 4 Mei 2026 – Politeknik Negeri Padang resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT. Inatechno Berkah Khalifa melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Gedung C lantai 2 PNP, bertepatan dengan kegiatan Workshop GitHub di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur PNP, Revalin Hardianto, bersama Direktur PT. Inatechno Berkah Khalifa, Iswandi Saputra, yang juga merupakan alumni Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Ikhsan Lumansa Rimra, serta didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknologi Informasi, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kemitraan antara dunia pendidikan dan industri. Ruang lingkup kerja sama dalam MoU ini mencakup berbagai aspek strategis, di antaranya pengembangan kualitas sumber daya manusia, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk pemberdayaan masyarakat, program magang mahasiswa, penyaluran alumni, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang disepakati oleh kedua belah pihak. Tidak hanya berhenti pada MoU, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) antara Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, dengan Direktur PT. Inatechno Berkah Khalifa, yang secara khusus menitikberatkan pada kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta rekrutmen alumni dan program magang mahasiswa. Momentum penandatanganan ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan workshop yang menghadirkan alumni sebagai narasumber, sehingga memperkuat keterkaitan antara proses pendidikan di kampus dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Direktur PNP, Revalin Hardianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Ia menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi harus menjadi jembatan nyata dalam peningkatan kualitas SDM, penguatan riset terapan, serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan alumni untuk berkiprah di dunia industri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan jurusan dalam membangun ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa keterlibatan alumni dalam kerja sama ini menjadi nilai tambah tersendiri. “Ini adalah bukti bahwa lulusan kita tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga kembali memberikan kontribusi nyata bagi almamater. Kerja sama ini akan memperkuat link and match antara kampus dan industri,” ungkapnya. Direktur PT. Inatechno Berkah Khalifa, Iswandi Saputra, juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas lulusan di Jurusan Teknologi Informasi PNP. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar untuk membangun sinergi yang saling menguntungkan, khususnya dalam hal pengembangan talenta digital, penelitian terapan, serta penyerapan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kami melihat potensi besar dari mahasiswa dan lulusan PNP. Melalui kerja sama ini, kami ingin berkontribusi dalam mempersiapkan talenta yang siap terjun ke dunia kerja dan mampu memberikan solusi berbasis teknologi,” ujarnya. Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, Politeknik Negeri Padang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan strategis dengan industri sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas.
Alumni Jadi Narasumber, Jurusan TI PNP Gelar Workshop GitHub untuk Penguatan Kolaborasi Digital
Padang, 4 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar kegiatan Workshop GitHub yang menghadirkan narasumber alumni, Riswandi Saputra, yang saat ini menjabat sebagai CEO Inatechno. Workshop ini dilaksanakan pada awal pekan, bertepatan dengan pelaksanaan minggu PKTOS (Pekan Kreativitas Teknologi, Olahraga, dan Seni), di mana suasana kampus sedang penuh dengan aktivitas mahasiswa di berbagai bidang. Sambil mahasiswa berlomba menampilkan kreativitas di bidang teknologi, olahraga, dan seni, para dosen turut memanfaatkan momen ini untuk memperbarui kompetensi teknis mereka, khususnya dalam pengelolaan kode dan alur kerja pengembangan perangkat lunak modern. Workshop yang dilaksanakan mulai pukul 09.30 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh seluruh dosen Jurusan Teknologi Informasi. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid, di mana dosen di kampus utama mengikuti secara luring di Gedung C lantai 2 Politeknik Negeri Padang, sementara dosen di PSDKU mengikuti secara daring. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Yuhefizar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan platform kolaborasi seperti GitHub dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan perangkat lunak berbasis tim. Workshop GitHub ini tidak hanya menjadi kegiatan teknis semata, tetapi juga memiliki makna strategis karena menghadirkan alumni sebagai narasumber utama. Kehadiran alumni di ruang akademik menunjukkan hubungan yang berkelanjutan antara kampus dan lulusannya. Dalam penyampaian pembukaan, Yuhefizar menegaskan bahwa kehadiran alumni sebagai narasumber memberikan tiga makna penting bagi jurusan. Pertama, ini merupakan bukti nyata bahwa proses pendidikan di Jurusan Teknologi Informasi mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri. Kedua, alumni berperan sebagai jembatan antara dunia kampus dan dunia industri, membawa pengalaman nyata yang dapat memperkaya wawasan dosen dan mahasiswa terkait kebutuhan dan dinamika di lapangan. Ketiga, kehadiran alumni menjadi sumber motivasi, bahwa dari ruang-ruang kelas yang ada hari ini akan lahir individu-individu yang suatu saat dapat kembali, berbagi ilmu, bahkan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Riswandi Saputra sendiri merupakan alumni Jurusan Teknologi Informasi yang lulus pada tahun 2016. Selama masa kuliah, beliau dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di bidang software development. Setelah menyelesaikan studi, ia terus mengembangkan diri di industri teknologi hingga akhirnya mendirikan dan memimpin perusahaan Inatechno, yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pemahaman praktis mengenai penggunaan GitHub sebagai platform kolaborasi dalam pengembangan perangkat lunak, mulai dari manajemen repository, version control, hingga kerja tim berbasis proyek. Topik GitHub yang diangkat dalam kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan arah kepemimpinan dan pengembangan saat ini, yang menekankan bahwa “The Future Building Happens Together” masa depan dibangun melalui kolaborasi, bukan kerja individu semata. Ketua Panitia kegiatan, Deni Satria, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Programming sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang pengembangan perangkat lunak. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya kolaborasi, meningkatkan kapasitas dosen, serta mempererat keterlibatan antar anggota KBK dalam mengembangkan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknologi Informasi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperkuat ekosistem kolaboratif yang melibatkan alumni sebagai bagian penting dalam pengembangan institusi. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan workshop masih berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan.
Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Mendidik Bukan Sekadar Mengajar – Mendidik adalah Membangun Peradaban
Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan. Setiap tanggal 2 Mei, kita diingatkan kembali pada warisan luhur Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya membentuk manusia secara utuh. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermutu hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa bergerak bersama. Pemerintah, institusi pendidikan, dunia industri, masyarakat, dan keluarga harus mengambil bagian dalam membangun masa depan generasi penerus. Bagi saya sebagai seorang pendidik vokasi, peringatan ini bukan hanya momentum untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan kembali arah pendidikan kita. Di tengah perubahan yang begitu cepat, kita menghadapi tantangan besar: kecerdasan buatan, otomasi, dan digitalisasi telah mengubah wajah industri dan dunia kerja. Lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga tangguh secara moral, adaptif secara sosial, dan kuat dalam karakter. Kegelisahan seorang pendidik muncul ketika kita menyaksikan kenyataan bahwa ada mahasiswa yang sangat mampu menyelesaikan tugas teknis, tetapi belum terlatih untuk bekerja sama, berkomunikasi, atau menunjukkan integritas dalam lingkungan profesional. Ada pula lulusan yang menguasai teori dan algoritma, tetapi belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika dunia kerja yang penuh perubahan. Di sinilah letak pentingnya pendidikan yang tidak berhenti pada isi kepala, tetapi juga menyentuh hati, sikap, dan perilaku. Kegelisahan itu pula yang mendorong saya melahirkan sebuah inovasi sederhana namun bermakna, yakni Buku SIKAP: Soft Skill sebagai bagian Integral dari Karakter Akademis dan Profesional. Melalui gagasan ini, saya ingin menegaskan bahwa pembentukan soft skill tidak boleh dianggap pelengkap, melainkan bagian penting dari proses pendidikan. Lima menit pada setiap pertemuan kuliah, jika digunakan secara konsisten untuk menanamkan nilai, dapat memberi dampak besar bagi perjalanan hidup seorang mahasiswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan ketangguhan mental adalah bekal yang akan terus mereka bawa hingga ke dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks inilah kampus vokasi memiliki peran yang sangat strategis. Kampus vokasi bukan hanya tempat mengajarkan keterampilan praktis, melainkan ruang pembentukan lulusan yang siap pakai, siap adaptasi, dan siap berkontribusi. Di kampus vokasi, mahasiswa belajar menghadapi persoalan nyata, memahami kebutuhan industri, membangun etos kerja, dan mengasah kemampuan kolaborasi. Karena itu, vokasi harus dipahami sebagai pilar penting dalam pembangunan bangsa, bukan sebagai jalur pendidikan kelas dua. Kampus vokasi juga menjadi jembatan yang sangat nyata antara dunia akademik dan dunia industri. Melalui kurikulum yang terhubung dengan kebutuhan lapangan, kerja sama dengan mitra industri, serta pembelajaran berbasis praktik, vokasi mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengerjakan, mencipta, dan menyelesaikan masalah. Peran ini semakin penting di tengah kebutuhan nasional terhadap sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan relevan dengan perkembangan zaman. Lebih dari itu, kampus vokasi harus menjadi pusat pembinaan karakter. Mahasiswa vokasi perlu dibimbing untuk memahami bahwa keterampilan teknis tanpa etika kerja, disiplin, dan tanggung jawab hanya akan menghasilkan kemampuan yang rapuh. Sebaliknya, keterampilan yang dibangun di atas karakter yang kuat akan melahirkan pribadi yang dapat dipercaya, dihormati, dan mampu menjadi pemimpin di bidangnya. Karena itu, dosen di kampus vokasi bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing, teladan, dan pendamping perkembangan manusia. Untuk mahasiswa, saya ingin menyampaikan harapan agar kalian menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga kuat secara moral. Ilmu tanpa karakter adalah pedang tanpa pegangan—berbahaya bagi yang memegangnya sekalipun. Jadilah insan vokasi yang mampu bekerja dengan keterampilan, berpikir dengan jernih, dan bertindak dengan integritas. Untuk sesama dosen, mari kita jaga api keteladanan. Kita adalah kurikulum yang paling nyata. Apa yang kita lakukan di depan mahasiswa sering kali lebih berkesan daripada apa yang tertulis di slide presentasi atau silabus. Dalam semangat kolaborasi semesta, kita perlu terus memperkuat mutu pembelajaran, berbagi praktik baik, dan memastikan bahwa setiap ruang kelas menjadi ruang yang membentuk karakter sekaligus kompetensi. Untuk institusi, sudah saatnya karakter tidak diposisikan sebagai program tambahan, melainkan inti dari seluruh proses pembelajaran. Kampus vokasi harus terus memperkuat kerja sama dengan industri, memperluas pengalaman belajar berbasis proyek, serta memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab tantangan masyarakat dan dunia kerja. Akreditasi tertinggi sebuah institusi bukan hanya terletak pada dokumen, tetapi pada kualitas lulusannya yang berakhlak, kompeten, dan berdampak. Untuk pemerintah, saya menyampaikan bahwa pendidikan harus terus diperlakukan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran. Dukungan penganggaran, Dukungan terhadap pendidikan vokasi harus semakin diperkuat, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun peluang kemitraan. Pemerataan pendidikan bermutu hanya dapat dicapai jika kampus vokasi di seluruh daerah diberi ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi secara optimal. Saya juga percaya bahwa revitalisasi nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini. Semangat ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani harus terus hidup dalam tindakan nyata para pendidik. Pendidikan bukan hanya tentang membuat mahasiswa cakap secara akademik, tetapi tentang menyiapkan mereka menjadi manusia merdeka, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Kita harus terus menegaskan bahwa kampus vokasi adalah bagian penting dari masa depan Indonesia. Dari ruang-ruang praktik, laboratorium, studio, dan kelas vokasi, lahir tenaga profesional yang membangun industri, menggerakkan pelayanan publik, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi. Jika pendidikan bermutu ingin benar-benar dirasakan semua orang, maka penguatan vokasi harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan pendidikan nasional. Saya percaya, dengan keyakinan penuh, bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju kejayaan bangsa. Bukan jalan yang paling mudah, bukan yang paling cepat, tetapi yang paling pasti. Karena bangsa yang mendidik rakyatnya dengan baik tidak akan pernah kehabisan pemimpin, tidak akan pernah kehabisan pejuang, dan tidak akan pernah kehabisan harapan. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga kita semua, para pendidik, peserta didik, pimpinan institusi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, terus menjaga semangat gotong royong dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap anak bangsa, di mana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berhasil. Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.KomKetua Jurusan Teknologi Informasi- Politeknik Negeri Padang
Jaring calon Animator Andal Tembus Industri, Dosen Animasi PNP Taufik Gusman ‘Turun Gunung’ Jadi Penguji Eksternal UKK SMKN 4 Padang 2026
PADANG – Pendidikan vokasi di Sumatera Barat terus berpacu melahirkan talenta digital yang siap kerja. Sebagai langkah konkret memastikan kualitas lulusannya, SMK Negeri 4 Padang mendatangkan pakar animasi dari Politeknik Negeri Padang (PNP) yang juga Founder Marawa Animation Studio serta Ketua AINAKI Sumbar 2016-2020 yaitu Bapak Taufik Gusman, M.Ds., untuk menjadi Penguji Eksternal dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2026.Kehadiran Dosen Prodi D4 Animasi Jurusan Teknologi Informasi PNP ini menjadi momen krusial bagi para siswa. SMKN 4 Padang, yang dikenal mencetak SDM di bidang seni dan industri kreatif, menyadari pentingnya standar penilaian yang selaras dengan denyut nadi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Taufik secara khusus didapuk untuk membedah, menguji, dan menilai langsung kelayakan karya peserta didik kelas XII pada Konsentrasi Keahlian Animasi. Berdasarkan surat resmi bernomor 800.1.11.1/19/DP.SMKN4 Pdg/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Marnetti Yuniengsih, M.Pd., proses ‘uji nyali’ bagi para calon animator muda ini dijadwalkan berlangsung maraton selama empat hari. Ujian tersebut diselenggarakan mulai Senin hingga Kamis, 20 – 23 April 2026.Bertempat di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bengkel Animasi SMKN 4 Padang, ujian dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai. Di ruangan bengkel inilah, kreativitas, penguasaan software, hingga eksekusi visual dari karya animasi para siswa akan diuji kelayakannya oleh sang akademisi/ Praktisi yang memiliki jam terbang tinggi di bidangnya. Keterlibatan dosen politeknik negeri Padang yang juga sebagai praktisi Animasi Sumbar ini sebagai penguji eksternal di SMK 4 Padang menjadi sinyal positif bagi ekosistem kreatif di Kota Padang. Siswa tidak hanya sekadar mengejar nilai kelulusan di atas kertas, tetapi juga mendapatkan feedback nyata mengenai standar ketat yang menanti mereka di dunia kerja profesional.Melalui sentuhan penilaian yang objektif dan berbasis industri dari akademisi PNP, diharapkan lulusan SMKN 4 Padang tahun ini mampu menjadi amunisi segar yang siap bersaing dan memajukan industri animasi di Tanah Air.
