Berita

May
21

Mahasiswa TI PNP Peserta Grand Final Borneo HackWknd 2026 Laporkan Hasil Kegiatan kepada Ketua Jurusan

Padang, 21 Mei 2026 — Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Yuhefizar, menerima kunjungan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi yang sebelumnya mengikuti ajang internasional Grand Final Borneo HackWknd 2026 di Malaysia. Pertemuan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus pelaporan hasil kegiatan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti kompetisi internasional tersebut. Adapun mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi PNP yang mengikuti grand final tersebut adalah: Keikutsertaan mahasiswa tersebut berada di bawah bimbingan Ronal Watrianthos, dosen program studi manajemen informatika di Jurusan Teknologi Informasi. Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan laporan kegiatan sekaligus berbagi pengalaman selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa ajang Borneo HackWknd 2026 memberikan banyak pengalaman berharga, mulai dari peningkatan kemampuan teknis, pengembangan kerja tim, hingga memperluas wawasan dan jejaring internasional. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan keberanian mahasiswa dalam membawa nama Jurusan Teknologi Informasi PNP ke ajang internasional. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam mengikuti kompetisi internasional seperti Borneo HackWknd 2026 ini. Keikutsertaan mereka menunjukkan semangat belajar, keberanian bersaing, serta komitmen untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi jurusan,” ujar Yuhefizar. Lebih lanjut, beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. “Kami berharap ke depan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi dapat kembali mengikuti kompetisi internasional serupa dengan persiapan yang lebih maksimal, baik dari sisi teknis, inovasi, maupun presentasi. Pengalaman yang diperoleh hari ini menjadi modal penting untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” tambahnya. Kegiatan pelaporan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Jurusan Teknologi Informasi PNP terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kompetitif dan kolaboratif di tingkat global. Untuk informasi kegiatan sebelumnya terkait keikutsertaan mahasiswa pada ajang tersebut dapat dilihat melalui: Berita Grand Final Borneo HackWknd 2026 di Malaysia

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
20

SMKN 2 Batusangkar Jajaki Kerja Sama dengan Jurusan Teknologi Informasi PNP

Padang — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP) menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala SMKN 2 Batusangkar, Veri Kurtis, beserta jajaran wakil kepala sekolah pada Selasa, 19 Mei 2026. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar. Dalam suasana penuh keakraban, Kepala SMKN 2 Batusangkar menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara SMKN 2 Batusangkar dengan Politeknik Negeri Padang, khususnya Jurusan Teknologi Informasi. “Kami berharap dapat membangun kerja sama yang baik dengan Politeknik Negeri Padang melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di berbagai bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi siswa. Dalam waktu dekat, kami juga berencana membawa siswa-siswa kami untuk melaksanakan studi industri ke kampus PNP agar mereka mendapatkan pengalaman dan wawasan langsung mengenai dunia pendidikan vokasi dan teknologi informasi,” ungkap Veri Kurtis. Dalam kunjungan tersebut, Veri Kurtis beserta rombongan juga berkesempatan bersilaturahmi dengan Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Negeri Padang. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komunikasi dalam membangun kolaborasi pendidikan vokasi yang lebih luas di masa mendatang. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sebelum menjabat sebagai Kepala Sekolah, Veri Kurtis pernah menjadi salah satu dosen pada program Rintisan Akademi Komunitas Tanah Datar yang kini berkembang menjadi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Padang. Hal tersebut semakin mempererat hubungan emosional dan kedekatan beliau dengan PNP. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah menengah kejuruan sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun industri digital. “Kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan SMK, khususnya dalam penguatan kompetensi siswa, pelaksanaan studi industri, pengembangan literasi digital, hingga peluang pembinaan bersama. Semoga langkah awal ini dapat menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Yuhefizar. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Ketua Jurusan Teknologi Informasi juga langsung berdiskusi bersama Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP, Ikhsan L Rimra, guna membahas langkah-langkah strategis dalam merealisasikan kerja sama antara kedua institusi. Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP, Ikhsan L Rimra, memberikan tanggapan positif terhadap rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa PNP sangat mendukung kolaborasi dengan sekolah-sekolah vokasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. “PNP sangat terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai sekolah, terutama SMK yang memiliki visi penguatan kompetensi vokasi. Kami berharap kerja sama ini nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung bagi siswa, guru, maupun pengembangan institusi,” tutur Ikhsan. Dalam sesi kunjungan tersebut, Ketua Jurusan TI, Yuhefizar menyerahkan kenang-kenangan berupa Buku SIKAP yang sedang diimplementasikan di Jurusan TI dalam upaya memperkuat nilai-nilai softskill mahasiswa. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam membangun sinergi antara SMKN 2 Batusangkar dan Politeknik Negeri Padang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Sumatera Barat.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
20

Prodi Animasi Jurusan TI PNP Gelar Seminar Manajemen Pameran untuk Persiapan Eksplorasi Karya Mahasiswa

Padang — Program Studi Animasi Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar seminar bertema Manajemen Pameran pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 13.30–15.30 WIB di Ruang Teater Gedung SBSN PNP. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang seni dan pengelolaan pameran, Nessya Fitryona, S.Pd., M.Sn., yang merupakan dosen dan praktisi seni dari Departemen Seni Rupa FBS UNP. Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Padang dan dihadiri oleh seluruh dosen tetap Program Studi Animasi serta mahasiswa yang nantinya akan terlibat aktif dalam kegiatan pameran karya kreatif mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa dalam memahami tata kelola dan strategi penyelenggaraan pameran secara profesional, mulai dari konsep, pengelolaan event, publikasi, hingga penguatan identitas karya dan pengalaman pengunjung. Materi seminar juga membahas prinsip manajemen event berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) serta pembentukan kepanitiaan yang efektif dalam penyelenggaraan pameran. Dalam pemaparannya, Nessya Fitryona, S.Pd., M.Sn. menjelaskan bahwa pameran bukan sekadar ruang memajang karya, tetapi menjadi media komunikasi, apresiasi, sekaligus ruang eksplorasi ide kreatif. “Pameran adalah wadah yang sangat penting bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan gagasan, membangun pengalaman berkarya, serta memahami bagaimana sebuah karya dapat diapresiasi oleh publik. Manajemen pameran yang baik akan membuat karya lebih hidup dan memiliki nilai pengalaman yang kuat bagi pengunjung,” ujarnya. Ia juga membagikan pengalaman profesionalnya sebagai kurator dan praktisi seni dalam berbagai kegiatan pameran seni dan festival budaya sejak tahun 2016 hingga 2026. Direktur PNP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Prodi Animasi yang menghadirkan seminar berbasis praktik industri dan pengalaman nyata dari narasumber profesional. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang industri kreatif dan animasi. Mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga memahami bagaimana karya tersebut dipresentasikan secara profesional kepada masyarakat,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa lebih percaya diri dalam menampilkan kreativitas serta mampu membangun budaya berkarya yang inovatif dan kolaboratif di lingkungan kampus. Sementara itu, Koordinator Program Studi Animasi, Taufik gusman., S.ST., M.Ds, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian penting dalam persiapan mahasiswa menghadapi agenda pameran karya yang akan datang. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa sebuah pameran membutuhkan konsep, pengelolaan, kerja tim, dan komunikasi yang baik. Seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu mengelola pameran secara profesional dan mampu menampilkan karya terbaik mereka kepada publik,” jelasnya. Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat mahasiswa dalam mengeksplorasi ide-ide kreatif serta memperkuat budaya apresiasi karya di lingkungan akademik. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai konsep pameran, strategi publikasi media sosial, pengelolaan display karya, hingga pembentukan tim kepanitiaan yang efektif dalam mendukung kesuksesan sebuah event pameran.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
20

Politeknik Negeri Padang dan Desa Siungkang Tigo Jalin Kerja Sama Pengembangan Desa Digital

  Padang — Politeknik Negeri Padang resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Siungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, di Kampus Politeknik Negeri Padang. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Siungkang Tigo, Nelly Effita, S.Pd bersama sekretaris dan perangkat desa. Dari pihak PNP hadir Direktur PNP, Revalin Herdianto, Ph.D, didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik serta Wakil Direktur Bidang Kerja Sama. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, khususnya dalam mendukung implementasi program Desa Digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, literasi digital, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk pembangunan desa. Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto, Ph.D menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi vokasi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. “PNP tidak hanya fokus pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui inovasi dan penerapan teknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis digital yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP menyampaikan harapannya agar kolaborasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat Desa Siungkang Tigo. Sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintahan desa menjadi sangat penting dalam menghadapi era transformasi digital,” ungkapnya. Kepala Desa Siungkang Tigo, Nelly Effita, S.Pd juga menyampaikan apresiasi dan optimismenya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran PNP menjadi peluang besar bagi desa untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi informasi. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari Politeknik Negeri Padang. Program Desa Digital ini diharapkan mampu membantu pelayanan masyarakat menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih transparan. Kami juga berharap masyarakat desa dapat semakin melek teknologi dan siap menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya. Dalam implementasi program tersebut, Jurusan Teknologi Informasi PNP menjadi salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan dan pendampingan Desa Digital. Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Siungkang Tigo kepada Jurusan TI PNP. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Jurusan Teknologi Informasi PNP untuk terlibat langsung dalam implementasi Desa Digital. Ini menjadi bukti bahwa Jurusan TI tidak hanya berfokus pada pendidikan dan teknologi di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pengabdian,” ujarnya. Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi digital lainnya yang mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
20

RabuSapaTI Edisi 02 Bahas Ketidakhadiran Mahasiswa dan Surat Peringatan Akademik

📢 #RabuSapaTI Edisi 02 Bahas Ketidakhadiran Mahasiswa dan Surat Peringatan Akademik Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang kembali menghadirkan program #RabuSapaTI sebagai media pengingat akademik yang ringan, edukatif, dan reflektif bagi mahasiswa. Pada edisi kedua ini, tema yang diangkat adalah “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik Pasal 26” yang membahas tentang ketidakhadiran mahasiswa serta konsekuensi akademik yang dapat ditimbulkan, sesuai buku peraturan akademik PNP, No. 4597/PL.9/DL/2018. Melalui format singkat berbentuk Q&A, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa ketidakhadiran dalam perkuliahan bukan sekadar persoalan absensi, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab akademik dan komitmen terhadap proses pembelajaran. Dalam pesan #RabuSapaTI edisi kedua dijelaskan bahwa ketidakhadiran adalah mahasiswa tidak hadir tanpa keterangan di ruangan pembelajaran sesuai ketentuan Peraturan Akademik PNP Pasal 26. Selain itu, mahasiswa juga diingatkan mengenai akumulasi ketidakhadiran yang dapat berhubungan dengan Surat Peringatan (SP), yaitu:• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 15 jam → Surat Peringatan (SP) 1• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 30 jam → Surat Peringatan (SP) 2• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 45 jam → Surat Peringatan (SP) 3 dan pemanggilan orang tua/wali• Ketidakhadiran besar atau sama dengan 76 jam atau lebih → mahasiswa dinyatakan tidak lulus pada semester yang bersangkutan Dalam edisi tersebut juga dijelaskan bahwa SP 1 dan SP 2 wajib dikonsultasikan dengan Penasehat Akademis (PA), sedangkan SP 3 akan disertai pemanggilan orang tua/wali serta perjanjian akademik dengan jurusan. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa program #RabuSapaTI dihadirkan sebagai media pengingat bersama agar mahasiswa lebih memahami budaya akademik dan pentingnya disiplin selama menjalani perkuliahan. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa kehadiran bukan hanya soal absensi, tetapi tentang komitmen, tanggung jawab, dan menghargai kesempatan belajar yang dimiliki,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa karakter profesional tidak terbentuk secara instan, tetapi dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, termasuk disiplin hadir dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Program #RabuSapaTI sendiri merupakan bagian dari upaya Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang positif, komunikatif, dan penuh tanggung jawab di lingkungan kampus. Melalui program ini, Jurusan TI berharap mahasiswa semakin memahami aturan akademik, membangun kedisiplinan, serta memiliki kesadaran bahwa setiap proses pembelajaran merupakan bagian penting dalam membentuk masa depan mereka. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
19

Jurusan TI PNP Perkuat Sistem Penjaminan Mutu melalui Workshop Monitoring dan Evaluasi PBM

Padang, 19 Mei 2026- Sebagai bagian dari komitmen memperkuat budaya mutu akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menggelar Workshop Monitoring dan Evaluasi Proses Belajar Mengajar (PBM) pada hari ini mulai pukul 09.00 WIB hingga jam 12.00 WIB bertempat di Aula PNP Gedung C Lt. 2, kemudian dilanjutkan dengan diskusi internal Program Studi untuk implementasi di Jurusan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis jurusan dalam membangun sistem penjaminan mutu pembelajaran yang lebih terukur, sistematis, dan berkelanjutan. Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Nurul Fauzi setelah sambutan pengantar dari Ketua Jurusan Teknologi Informasi, Dr. Ir. Yuhefizar. Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd dari Universitas Negeri Padang yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dalam sambutannya, Dr. Ir. Yuhefizar menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi salah satu fokus utama Jurusan Teknologi Informasi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan kompetitif. Beliau menyampaikan bahwa selama ini Jurusan TI terus melakukan berbagai pembenahan dan evaluasi terhadap kegiatan akademik maupun tata kelola jurusan. Namun demikian, evaluasi terhadap proses pembelajaran dinilai masih perlu diperkuat agar mampu menghasilkan sistem monitoring yang benar-benar efektif dalam mengukur kualitas PBM. “Kita terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang ada di jurusan. Namun untuk proses belajar mengajar, kita merasa masih perlu menemukan model evaluasi yang tepat, objektif, dan terukur. Karena itu, workshop ini menjadi sangat penting sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penjaminan mutu di Jurusan TI,” ujar Dr. Ir. Yuhefizar. Beliau juga menekankan bahwa monitoring dan evaluasi PBM tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, pengalaman belajar mahasiswa, hingga mutu lulusan. Menurutnya, keberhasilan sistem penjaminan mutu sangat ditentukan oleh konsistensi evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi tersebut. Oleh karena itu, Jurusan TI ingin membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses akademik sehari-hari. Saat ini, Jurusan Teknologi Informasi terus memperkuat berbagai aspek mutu akademik, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis OBE, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penyempurnaan sistem evaluasi dan monitoring PBM sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan.  Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Nurul Fauzi, wakil memberikan apresiasi terhadap langkah aktif Jurusan TI dalam membangun sistem penjaminan mutu akademik yang lebih baik. Beliau menyampaikan bahwa evaluasi terhadap PBM merupakan kebutuhan penting dalam pendidikan tinggi, terutama untuk memastikan kualitas proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. “Kita memang membutuhkan sistem monitoring dan evaluasi PBM yang kuat demi peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Saya mengapresiasi Jurusan TI yang terus bergerak melakukan pembenahan dan membangun budaya mutu akademik secara berkelanjutan,” ungkap Dr. Nurul Fauzi. Dalam sesi utama workshop, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd memaparkan berbagai konsep dan strategi implementasi monitoring serta evaluasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Beliau menjelaskan bahwa monitoring PBM harus mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap kualitas proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga ketercapaian capaian pembelajaran lulusan. Selain itu, peserta workshop juga mendapatkan penguatan terkait penyusunan instrumen evaluasi, indikator mutu pembelajaran, mekanisme tindak lanjut hasil evaluasi, serta strategi membangun sistem monitoring yang berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Kegiatan workshop diikuti oleh seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi yang terdiri atas Koordinator Program Studi, Gugus Kendali Mutu (GKM), dan tenaga kependidikan program studi. Turut hadir Ketua PPMPP Politeknik Negeri Padang, Sukartini, S.E., M.Kom, yang selama ini juga aktif melaksanakan penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan PNP. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pembahasan terkait tantangan implementasi monitoring PBM, integrasi evaluasi dengan sistem penjaminan mutu internal, serta strategi membangun budaya evaluasi yang konstruktif di lingkungan program studi. Menutup kegiatan, Dr. Ir. Yuhefizar berharap outcome workshop ini dapat segera direalisasikan dan diterapkan di seluruh program studi di lingkungan Jurusan TI. Beliau menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika, karena kualitas pembelajaran yang baik akan menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun industri masa depan.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
18

Jurusan Teknologi Informasi PNP Gelar Workshop Evaluasi Kurikulum Berbasis OBE Secara Hybrid

Padang, 18 Mei 2026 – Jurusan Teknologi Informasi di Politeknik Negeri Padang menggelar kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) secara hybrid pada hari ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh dosen dari kampus utama maupun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu kurikulum dan kualitas pembelajaran di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Workshop dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan dosen kampus utama secara langsung di Gedung C Lantai 2 PNP, sementara dosen dari kampus PSDKU mengikuti kegiatan secara daring melalui platform konferensi online. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyamakan persepsi serta mengevaluasi implementasi kurikulum yang telah berjalan pada masing-masing program studi. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, pimpinan Jurusan Teknologi Informasi menegaskan bahwa evaluasi kurikulum merupakan bagian penting dalam menjaga relevansi pendidikan vokasi terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta tuntutan akreditasi nasional dan internasional. Seluruh Koordinator Program Studi diwajibkan hadir secara langsung di kampus utama. Kehadiran para koordinator prodi secara offline diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan implementasi hasil evaluasi kurikulum di masing-masing program studi. Saat ini, Jurusan Teknologi Informasi memiliki tujuh program studi, terdiri dari empat program studi di kampus utama dan tiga program studi di PSDKU. Salah satu program studi, yakni Program Studi Manajemen Informatika, telah berhasil meraih Akreditasi Unggul. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas seluruh program studi di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Workshop evaluasi kurikulum ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan menghadirkan narasumber nasional, Dr. Tien Fabrianti Kusumasari dari Telkom University. Dalam pemaparannya, Dr. Tien Fabrianti Kusumasari membahas strategi membangun dan mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Selain memberikan penguatan konsep OBE, beliau juga melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang sedang berjalan di Jurusan Teknologi Informasi. Sebagai akademisi yang berpengalaman dalam melahirkan program studi unggul dan terakreditasi internasional di bidang informatika, Dr. Tien memberikan berbagai masukan strategis terkait penyusunan capaian pembelajaran lulusan, pemetaan mata kuliah, metode asesmen, hingga kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia industri. Beliau juga merupakan bagian dari tim instrumen dan evaluasi PIKOBE, yaitu sistem yang digunakan untuk mengevaluasi implementasi kurikulum berbasis OBE. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mendalam kepada peserta workshop mengenai standar dan indikator keberhasilan implementasi OBE di perguruan tinggi. Peserta workshop terlihat aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi kurikulum, terutama dalam memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital saat ini. Dalam arahannya, pimpinan Jurusan Teknologi Informasi berharap workshop evaluasi kurikulum ini mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat segera diterapkan di seluruh program studi, baik di kampus utama maupun di PSDKU. Beliau menekankan bahwa hasil evaluasi tidak boleh berhenti pada dokumen administrasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam perbaikan proses pembelajaran, penyempurnaan struktur kurikulum, dan peningkatan kualitas lulusan. Selain itu, outcome workshop diharapkan mampu memperkuat kesiapan program studi dalam menghadapi akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat budaya mutu akademik yang berkelanjutan di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi. Sementara itu, sesi kedua workshop dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dengan menghadirkan narasumber Irda Rosita, SE., M.Ec.St., Ak dari PPMPP Politeknik Negeri Padang. Pada sesi kedua tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait penjaminan mutu pembelajaran, sinkronisasi implementasi kurikulum dengan standar mutu internal perguruan tinggi, serta strategi peningkatan kualitas akademik berbasis evaluasi berkelanjutan. Melalui kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum ini, Jurusan Teknologi Informasi PNP menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berbasis OBE agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.

By Yuhefizar | Academic . Berita . PSDKU
DETAIL
May
13

RabuSapaTI Edisi Perdana Bahas Kompensasi Akademik dan Disiplin Kehadiran Mahasiswa

📢 #RabuSapaTI Edisi Perdana Bahas Kompensasi Akademik dan Disiplin Kehadiran Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang resmi memulai program #RabuSapaTI sebagai media komunikasi rutin dan reflektif yang ditujukan bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa. Program yang hadir setiap hari Rabu ini menjadi bagian dari upaya Jurusan TI dalam membangun budaya akademik yang disiplin, profesional, komunikatif, dan penuh tanggung jawab melalui penyampaian pesan-pesan singkat dalam format Q&A yang ringan dan mudah dipahami. Pada edisi perdana, #RabuSapaTI mengangkat tema “Disiplin Akademik: Memahami Peraturan Akademik Pasal 25” yang membahas tentang kompensasi akademik bagi mahasiswa. Dalam edisi tersebut dijelaskan bahwa kompensasi merupakan bentuk tanggung jawab akademik yang diberikan kepada mahasiswa akibat ketidakhadiran atau keterlambatan lebih dari 15 menit dalam mengikuti perkuliahan sesuai ketentuan Peraturan Akademik PNP Pasal 25. Mahasiswa juga diberikan penjelasan terkait ketentuan kompensasi, di antaranya:• Tidak hadir atau terlambat tanpa keterangan dikenakan kompensasi sebesar 2 kali waktu ketidakhadiran.• Tidak hadir dengan izin atau sakit tanpa surat dokter dikenakan kompensasi sebesar 1 kali waktu ketidakhadiran.• Mahasiswa yang sakit dengan surat keterangan dokter atau mengikuti kegiatan resmi kampus dengan surat tugas tidak dikenakan kompensasi. Selain itu, mahasiswa juga diberikan contoh sederhana perhitungan kompensasi. Misalnya, apabila suatu mata kuliah berlangsung selama 2 jam perkuliahan dan mahasiswa tidak hadir tanpa keterangan, maka kompensasi yang harus dijalankan menjadi 4 jam. Dalam pesan tersebut juga dijelaskan bahwa bentuk kompensasi ditentukan oleh Ketua Jurusan dan tidak dapat diganti dengan uang atau barang. Akumulasi ketidakhadiran mahasiswa juga dapat berhubungan dengan Surat Peringatan akademik. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa #RabuSapaTI hadir bukan sekadar untuk menyampaikan aturan, tetapi sebagai media pengingat dan pembinaan budaya akademik secara berkelanjutan. “Banyak hal penting di lingkungan akademik yang sebenarnya perlu terus diingatkan bersama. Kami ingin menghadirkan media komunikasi yang ringan, mudah dipahami, tetapi tetap memiliki makna dan nilai pembinaan bagi mahasiswa,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa disiplin akademik bukan hanya berkaitan dengan absensi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, komitmen, dan profesionalisme mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan. Menurutnya, kebiasaan kecil seperti hadir tepat waktu dan menghargai proses belajar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter profesional di masa depan. Program #RabuSapaTI sendiri merupakan pelengkap dari program SapaTI yang sebelumnya telah lebih dahulu hadir sebagai media komunikasi dua arah bagi civitas akademika Jurusan TI. Jika SapaTI menjadi ruang bagi civitas akademika untuk menyampaikan aspirasi, evaluasi, dan masukan kepada jurusan, maka #RabuSapaTI hadir sebagai media komunikasi aktif dari pimpinan jurusan kepada civitas akademika melalui pesan-pesan pengingat akademik dan pengembangan karakter. ✨ SapaTI mendengar.✨ #RabuSapaTI mengingatkan.🤝 Keduanya hadir untuk menjaga hal-hal baik di Jurusan TI. Melalui program ini, Jurusan TI berharap budaya saling mengingatkan, disiplin, dan komunikasi positif dapat terus tumbuh di lingkungan akademik. #RabuSapaTI“Mengingatkan untuk Bertumbuh.” Jurusan Teknologi InformasiPoliteknik Negeri Padang

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
13

Jurusan TI PNP Terima Kunjungan Desa Silungkang Tigo Bahas Implementasi Desa Digital

Padang, 13 Mei 2026 — Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang menerima kunjungan dari Desa Silungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, dalam rangka membahas rencana implementasi program Desa Digital, Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Silungkang Tigo bersama sekretaris desa dan beberapa perangkat desa lainnya. Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, di ruang rapat jurusan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah dosen yang tergabung dalam tim Nagari Digital Jurusan Teknologi Informasi PNP. Pertemuan berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam dengan suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat kolaborasi. Agenda utama pertemuan membahas kesiapan Desa Silungkang Tigo dalam mengembangkan konsep Desa Digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola administrasi desa, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemerintahan desa. Dalam sambutannya, Yuhefizar menegaskan bahwa program Desa Digital bukan sekadar membangun website atau sistem informasi, tetapi merupakan proses transformasi budaya kerja pemerintahan desa menuju pelayanan berbasis digital yang terintegrasi. “Program Desa Digital adalah upaya untuk mendigitalisasikan berbagai aktivitas di desa. Karena itu, seluruh perangkat desa harus terlibat langsung, bukan hanya dibebankan kepada satu atau dua operator saja. Setiap perangkat desa memiliki peran masing-masing dalam sistem informasi yang dibangun,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi desa digital sangat dipengaruhi oleh komitmen pimpinan desa, kesiapan sumber daya manusia, serta konsistensi dalam menjalankan sistem yang telah dibangun. Menurut Yuhefizar, desa yang berhasil menjalankan digitalisasi secara optimal umumnya memiliki budaya kerja kolaboratif dan kesadaran bersama bahwa teknologi merupakan alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Silungkang Tigo menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan program digitalisasi desa sebagai bagian dari kebutuhan pemerintahan desa saat ini yang semakin menuntut pelayanan cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. “Kami melihat digitalisasi desa merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Karena itu, kami sudah mulai menyiapkan berbagai kebutuhan awal, termasuk data-data yang nantinya diperlukan dalam pengembangan sistem desa digital,” ungkapnya. Pernyataan tersebut turut diamini oleh Sekretaris Desa yang menegaskan bahwa perangkat desa siap mendukung penuh proses transformasi digital agar implementasinya dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak juga membahas berbagai kemungkinan pengembangan sistem, mulai dari website desa, sistem administrasi surat menyurat, pengelolaan data kependudukan, publikasi informasi desa, hingga penguatan literasi digital perangkat desa. Turut hadir mahasiswa jurusan TI yang tahun kemarin menjadikan Desa Silungkang Tigo sebagai mitra dalam program innovilalage. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang dan memahami pentingnya implementasi Desa Digital di era saat ini, kedua pihak akhirnya sepakat untuk melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan berlangsung pada minggu depan. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem desa digital yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan desa sekaligus mendukung transparansi dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak Desa Silungkang Tigo dan tim Jurusan Teknologi Informasi PNP sebagai simbol awal sinergi dalam mewujudkan transformasi digital desa berbasis kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL
May
12

PNP dan Dua Nagari di Sijunjung Teken MoU Tentang Nagari Digital

Padang, 12 Mei 2026 — Politeknik Negeri Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan Nagari Digital bersama Nagari Buluh Kasok dan Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan PNP tersebut dihadiri langsung oleh Wali Nagari Buluh Kasok, Asriwandi, dan Wali Nagari Lalan, Martonis. Rapat diawali dengan makan siang bersama, mulai jam 12. 15 – 14.30. Kedatangan rombongan disambut oleh pimpinan PNP, di antaranya Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Ikhsan Lumansa Rimra dan Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan sebagai langkah awal implementasi program Nagari Digital yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan nagari, serta literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dalam sambutannya, Ikhsan Lumansa Rimra menyampaikan apresiasi kepada kedua wali nagari yang telah mempercayakan PNP sebagai mitra strategis dalam pembangunan nagari digital. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat. “PNP sangat terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh pihak. Salah satu tujuan utama perguruan tinggi adalah memberi dampak bagi masyarakat. Kerja sama bidang Nagari Digital ini merupakan bukti nyata kontribusi PNP sesuai bidang keahlian yang dimiliki,” ujarnya . Hal senada disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Nurul Fauzi. Ia menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi vokasi, PNP tidak hanya berfokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga harus hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat. “Perguruan tinggi vokasi harus mampu menghadirkan manfaat konkret melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Program Nagari Digital menjadi salah satu bentuk implementasi nyata peran tersebut,” katanya. Sementara itu, Wali Nagari Buluh Kasok, Asriwandi, menyampaikan harapannya agar program Nagari Digital dapat segera diwujudkan di wilayahnya. Menurutnya, pengembangan nagari digital merupakan amanah Undang-Undang Desa yang harus segera direspons oleh emerintah nagari. “Kami berharap pembangunan Nagari Digital ini segera terealisasi di Nagari Buluh Kasok maupun Nagari Lalan. Kami menyadari bahwa digitalisasi pelayanan pemerintahan adalah kebutuhan yang harus segera diwujudkan,” ungkapnya. Asriwandi juga berharap kerja sama dengan PNP tidak hanya berhenti pada pengembangan sistem digital, tetapi juga mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat nagari. Harapan serupa disampaikan oleh Wali Nagari Lalan, Martonis. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi di nagari sangat penting untuk membantu percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat setempat. Martonis juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah wilayah di nagarinya yang belum tersentuh aliran listrik. Karena itu, pihaknya berharap PNP dapat ikut membantu memberikan solusi teknologi tepat guna. “Saat ini masih ada daerah di nagari kami yang belum mendapatkan akses listrik. Kami membutuhkan dukungan teknologi seperti PLTMH, solar panel, maupun solusi energi lainnya yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses listrik,” ujarnya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut perangkat Nagari Buluh Kasok, Jaliyus Yanto, serta tim pengembang Nagari Digital dari Jurusan Teknologi Informasi PNP. Tim tersebut terdiri dari Yuhefizar, Sumema, Yori Adi Atma, Raemon Syaljumaeri, dan Humaira. Ketua Tim Nagari Digital yang juga Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kedua nagari kepada Jurusan Teknologi Informasi dalam mendukung pembangunan Nagari Digital. Menurutnya, hingga saat ini program Nagari Digital PNP telah membina 73 nagari di berbagai daerah. Namun, tingkat keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh komitmen pemerintah nagari dalam menjalankan program secara konsisten. “Saat ini terdapat 73 nagari binaan dalam program Nagari Digital. Ada yang berkembang sangat baik, namun ada juga yang belum optimal. Implementasi Nagari Digital sangat dipengaruhi oleh komitmen wali nagari dan konsistensi dalam merealisasikannya,” jelas Yuhefizar. Ia menambahkan, setelah penandatanganan MoU ini, tim Nagari Digital PNP akan segera melakukan tindak lanjut berupa pemetaan kebutuhan, pendampingan teknis, serta implementasi sistem digital sesuai kebutuhan masing-masing nagari. Melalui kerja sama ini, PNP berharap program Nagari Digital tidak hanya menjadi simbol transformasi teknologi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pemerataan pembangunan berbasis teknologi di tingkat nagari.

By Yuhefizar | Academic . Berita
DETAIL