Padang, 1 Oktober 2026 — Kemampuan di bidang teknologi informasi tidak selalu lahir dari bangku kuliah program studi Informatika. Hal itu ditunjukkan oleh Muhammad Tegar Maha Raja, mahasiswa baru Politeknik Negeri Padang dari Program Studi Bahasa Inggris, yang beberapa waktu lalu menemukan celah keamanan pada salah satu sistem web di lingkungan PNP.
Temuan tersebut disampaikan Tegar melalui sebuah email yang diterima oleh Jurusan Teknologi Informasi PNP pada Kamis, 24 September 2026. Menariknya, bukan hanya temuannya yang mendapat perhatian, tetapi juga cara Tegar menyampaikan informasi tersebut.
Dalam email dengan subjek “Laporan Celah Keamanan Kritis (Vulnerability Report) pada Web”, Tegar menjelaskan bahwa ia secara tidak sengaja menemukan indikasi celah keamanan yang berpotensi berdampak terhadap keamanan data pada sebuah sistem web PNP.

Ia tidak langsung menyebarluaskan informasi maupun bukti teknis temuannya. Sebaliknya, Tegar memilih menyampaikan laporan secara resmi dan menawarkan untuk memberikan detail teknis serta Proof of Concept (PoC) kepada pihak yang berwenang.
Sikap tersebut menunjukkan pemahaman tentang pentingnya responsible disclosure, yaitu menyampaikan temuan keamanan kepada pihak yang bertanggung jawab agar dapat diverifikasi dan diperbaiki, bukan memanfaatkannya untuk kepentingan yang merugikan.
Tegar bahkan menyampaikan kesediaannya untuk bertemu langsung dengan tim terkait guna melakukan validasi atas temuannya.
Dari Email Menjadi Pertemuan
Karena laporan tersebut masuk melalui email Jurusan Teknologi Informasi, Ketua Jurusan TI, Yuhefizar, memandang perlu memberikan apresiasi sekaligus ruang bagi Tegar untuk berdiskusi.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Tegar diundang untuk hadir dan bertemu langsung dengan Ketua Jurusan TI serta tim di lingkungan Jurusan Teknologi Informasi.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk berdiskusi mengenai temuan keamanan, bagaimana sebuah celah dapat ditemukan, pentingnya etika dalam melakukan pengujian keamanan, serta bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi menjaga ekosistem digital kampus.
Bagi Jurusan TI, hal yang menarik bukan semata-mata kemampuan teknis yang dimiliki seorang mahasiswa dari luar bidang Informatika. Lebih dari itu, keputusan Tegar untuk melaporkan temuannya dengan cara yang bertanggung jawab menjadi sesuatu yang patut diapresiasi.
“Yang kami apresiasi bukan hanya karena Tegar menemukan celah keamanan. Yang lebih penting adalah bagaimana ia menyikapi temuannya. Ia tidak memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan sesuatu yang merugikan, tetapi justru memilih melaporkannya kepada pihak yang tepat,” ujar Yuhefizar.
Kemampuan Bisa Datang dari Mana Saja
Menurut Yuhefizar, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kemampuan di bidang teknologi dapat tumbuh dari siapa saja, termasuk dari mahasiswa yang secara akademik tidak berada di program studi Informatika.
“Ini menunjukkan bahwa rasa ingin tahu, kemauan belajar, dan kepedulian terhadap lingkungan digital bisa dimiliki siapa saja. Kita tidak boleh membatasi kemampuan seseorang hanya berdasarkan program studinya,” ungkapnya.
Temuan Tegar juga menjadi contoh bahwa kompetensi dan attitude harus berjalan bersama.
Kemampuan menemukan celah keamanan merupakan sebuah kompetensi. Namun, kemampuan untuk menggunakan pengetahuan tersebut secara bertanggung jawab merupakan bagian dari karakter.
Sebuah celah keamanan mungkin saja dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak baik. Namun Tegar memilih jalan yang berbeda: memberi tahu, menjaga kerahasiaan, dan memberikan kesempatan kepada pengelola sistem untuk melakukan perbaikan.
Bagi lingkungan akademik, sikap seperti ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga.

Jurusan TI Terbuka terhadap Masukan
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Jurusan Teknologi Informasi PNP untuk terus membangun budaya akademik yang terbuka terhadap masukan, termasuk dari mahasiswa maupun pihak lain di luar Jurusan TI.
Meskipun sistem yang dilaporkan bukan merupakan sistem yang berada di bawah pengelolaan Jurusan Teknologi Informasi, Jurusan TI tetap memandang laporan tersebut sebagai sesuatu yang penting untuk ditindaklanjuti secara proporsional dan diteruskan kepada pihak yang berwenang.
“Jurusan TI tidak harus selalu menjadi pihak yang paling tahu. Kami juga harus mau mendengar. Jika ada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, atau siapa pun yang menemukan sesuatu yang dapat membantu meningkatkan keamanan dan kualitas sistem di lingkungan PNP, sampaikan kepada kami. Kita diskusikan bersama dan kita teruskan kepada pihak yang berwenang,” kata Yuhefizar.
Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan kesediaannya menyampaikan laporan secara bertanggung jawab, Jurusan TI memberikan cenderamata sebagai tanda kenang-kenangan kepada Tegar.
Bukan nilai pemberiannya yang menjadi penting, melainkan pesan di baliknya: bahwa kepedulian, keberanian menyampaikan kebenaran, dan penggunaan ilmu secara bertanggung jawab layak mendapatkan apresiasi.
Belajar dari Tegar: Ilmu, Etika, dan Attitude
Kisah sederhana ini menyampaikan pesan yang lebih luas bagi mahasiswa PNP.
Di era digital, kemampuan teknis akan semakin penting. Namun kemampuan tersebut harus dibarengi dengan integritas dan etika.
Mahasiswa perlu belajar bukan hanya bagaimana menemukan sebuah kelemahan, tetapi juga apa yang harus dilakukan setelah menemukan kelemahan tersebut.
Menemukan celah bukan berarti memiliki hak untuk mengeksploitasinya.
Mengetahui sebuah kelemahan bukan berarti bebas menyebarluaskannya.
Justru di situlah karakter seseorang diuji.
Ilmu membuat seseorang mampu melakukan sesuatu.
Etika mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan.
Dan attitude menentukan bagaimana ilmu itu digunakan.
Bagi Jurusan Teknologi Informasi PNP, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa membangun generasi digital tidak cukup hanya dengan mengajarkan teknologi. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan nilai, etika, integritas, dan rasa tanggung jawab.
Karena pada akhirnya, orang yang memiliki kemampuan teknologi sangat banyak. Tetapi orang yang memiliki kemampuan sekaligus integritas adalah mereka yang akan dipercaya.
Dan dari seorang mahasiswa baru Program Studi Bahasa Inggris bernama Tegar, sebuah pelajaran sederhana kembali mengingatkan:
Kemampuan boleh datang dari mana saja.
Tetapi ketika kemampuan dipadukan dengan niat baik dan sikap yang benar, di situlah ilmu benar-benar memberi manfaat.
Jurusan Teknologi Informasi PNP akan terus membuka ruang dialog, menerima masukan, dan membangun kolaborasi untuk menghadirkan lingkungan digital kampus yang semakin aman, sehat, dan bertanggung jawab.








